Rabu, 10 Juni 2015

Kecewa

Diposting oleh Nurul Hasanah di 11.21
Reaksi: 
Assalamu'alaykum

Bukankah setiap anak anak Adam melakukan dosa? Dan sebaik-baik orang berdusta ialah yang bertaubat?

Sedang Allaah menyediakan ampunan yang amat luasnya? Bahkan sangat melarang makhluknya untuk berputus asa dari rahmat-Nya? Ini artinya apa? Allaah Yang Maha Sempurna, Sang Maha Raja, mau memaafkan hambanya. Beliau membukakan pintu taubat nya kepada sesiapa yang ingin memasukinya.

Lalu pantaskah kita yang hina dina ini menghakimi sesama makhluk hanya karena kita melihat cela padanya? Huh siapa kita? Sombong sekali diri ini tak mau memberi kesempatan kepada sesama untuk memperbaiki kesalahan. Kita ini juga makhluk. Ingat, kalau bukan karena Allaah telah menutupi aib kita, mana mungkin kita berani dengan lapangnya berjalan di muka bumi ini?

Hey, bumi ini milik Allaah. Tak pantas kita menghakimi sesama sob. Toh kita juga cuma makhluk, yang belum tentu berderajat lebih tinggi di mata Allaah dari mereka yang kita hakimi.

Naudzubillaah... semoga Allaah memaafkan atas kesombongan diri.

Yuk minta dilembutkan hatinya, dijernihkan pikirannya, diperbaiki pola pikirnya. Jangan  berjalan ditempat tapi majulah ke depan. Perlahan namun pasti.

Yuk belajar menghargai proses. Seseorang yang kita nilai buruk belum tentu lebih hina di mata Allaah. Bisa jadi kitalah yang tak berderajat di mataNya.

Janganlah kita menjadi asbab teman kita untuk gagal menjalani proses perbaikannya.

Semoga Allaah limpahkan kesabarannya bagi hamba-hamba yang ingin selalu mendekatinya. Aamiin

***
Tulisan di atas merupakan sepenggal postingan sore hari di timeline line. Semoga tersampaikan kepada orang-orang yang dituju.

Kecewa berat sama mereka, yang aku anggap berilmu, faham, namun tak menggunakan ilmunya untuk menghadapi untuk menyikapi sebuah masalah.

Kecewa kepada mereka yang aku percaya berbeda dan memiliki pandangan lebih luas dari yang lainnya tetapi entah mengapa mempersempit pemikirannya sendiri ketika dihadapkan suata masalah.

Ah sudahlah, tak mungkin bisa memaksakan kehendak terhadap orang lain.

Apa yang bisa kita kontrol adalah apa yang ada pada diri kita, bukan orang lain.

Di sini aku hanya mengajak mereka, kalian, untuk keluar dari kotak sempit itu menuju kotak yang lebih luas.

Mindset itu yang perlu dirubah. Pola pilir dan pandangan itu yang perlu diperluas.

Siapkan hati dan pikiran untuk menerima segala cara Allaah untuk menaikkan derajat kita. Jangan diam di tempat tak beranjak.

Kalo masih suka duduk di sini, lantas kapan mau naik kelas? Naik ke level berikutny? Level yang semakin mendekatkan kita kepadaNya?

Semoga Allaah melembutkan hati-hati kita, menjernihkan pikiran kita, membuka wawasan kita melebarkan sudut pandang kita.

Yuk belajar menjadi seseorang yang lebih dewasa. Karena dewasa itu pilihan sob!

@dari sudut kota Bandar Lampung, 10 Juni 2015, 16.21

0 komentar:

Posting Komentar

 

Autumn itu Maple Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea