Kamis, 20 November 2014

Beberapa Nasehat sebagai Renungan

Diposting oleh Nurul Hasanah di 00.25 0 komentar
Assalamu'alaykum readers...

nemu ini dari broadcast-an temen, dan maknanya dalem :")
dibaca yuk...

Beberapa Nasehat sbg renungan kita.

1. Apabila kamu melihat orang lain kagum kepada dirimu, ketahuilah bahwa mereka sebenarnya lagi mengagumi keindahan yang dimunculkan Allah dari dirimu, sementara mereka tidak mengetahui kejelekan yang ditutupi Allah pada dirimu. Oleh karena itu bersyukurlah, jangan tertipu!!

2. Bila kamu ingin bahagia jangan banyak termangu oleh ingatan-ingatan masa lalu. Jangan terikat di belakang orang yang tidak mempedulikanmu. Tidak ada orang yang mati gara-gara berpisah dengan orang lain. Bersyukurlah kepada Allah terhadap nikmat lupa kepada ingatanmu!

3. Jangan beropsesi menjadi lebih baik dari pada orang lain, tapi beropsesilah untuk menjadi lebih baik dari pada dirimu kemaren!

4. Kecilkan akalmu ketika kamu sibuk berinteraksi dengan akal orang lain, dan besarkan akalmu ketika kamu fokus kepada dirinya.

5. Diam dalam posisi sulit akan melahirkan penghormatan, kebalikan dari pertengkaran dan perdebatan yang akan melahirkan kebencian dan dendam.

6. Berinteraksilah dengan orang lain atas dasar dia adalah orang yang paling penting dalam hidupmu. Bukan artinya kamu akan merasakan bahagia dari sikap seperti itu. Akan tetapi selanjutnya kamu akan memiliki teman yang banyak, yang memberikan rasa yang sama kepada dirimu.

7. Bergaullah dengan orang yang mempunyai kepribadian positif, karena ia akan memberi pengaruh kepada pikiran, akal dan tingkah lakumu. Tanpa disadari kamu juga akan berubah menjadi orang yang berkepribadian positif. Setelah itu kamu akan mulai memberi pengaruh positif juga kepada orang lain.

8. Bila kamu dinasehati orang lain dengan cara yang keras jangan potong pembicaraannya. Ambillah faedah dari tanggapan-tanggapannya terhadap dirimu. Di balik kekerasannya itu sebenarnya ada rasa cinta yang mendalam. Janganlah bagaikan orang yang memecahkan alarm pengingat yang tidak berdosa, kecuali ia telah membangunkanmu dari tidur!!

9. Senyum itu tidak akan membelikan untukmu sebungkus roti, akan tetapi ia akan membelikan untukmu jiwa yang banyak.

Karenanya, Maha Suci Allah yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, yang dengannya kita akan mendapatkan pahala.

Salah kaprah dalam Ber-Hijab, Part 1

Diposting oleh Nurul Hasanah di 00.23 0 komentar
Assalamu'alaykum readers...

Jilbab, dulunya orang-orang mengenakan jilbab disebut Jilbabers, sekarang mulai bergeser menjadi Hijabers. Bedanya apa?

Dulu kata-kata Jilbabers ditujukan kepada mereka, para akhawat berkhimar panjang, namun sekarang munculah Hijabers, sebutan untuk para pengguna kerudung modis yang dimodifikasi sedemikian rupa semenarik mungkin. Inalillaah...

Sebenernya apa sih makna Jilbab, Hijab?

Hijab berasal dari bahasa arab yang berarti penghalang. Sedangkan Jilbab adalah pakaian longgar yang menghalangi mata untuk melihat bentuk tubuh seseorang. Jadi kelir ya masalah Hijab dan Jilbab. Secara detilnya apa dan bagaimana insya Allaah akan dibahas dalam tulisan selanjutnya, kali ini lagi pengen fokus ke masalah kesalah kaprahan dalam berhijab.

Jadi yang dimaksud jilbab tadi kan pakaian longgar untuk menghijabi diri. Pernah ngeliat cewe pake kerudung agak lebar, pake rok agak ngegantung dan baju yang sebenarnya panjang namun jadi memendek karena dililitkan belt (ikat pinggang) diperutnya?

Sedih, miris melihatnya.
Dears, sebenernya esensinya berhijab itu apa? Menutupi sesuatu agar tidak nampak kan? Terus kalo bajumu kau tambahi belt dipanggulmu itu esesnisnya apa? atau apabila bajumu kau masukkan sehingga ujung rokmu membentuk melihatkan pinggangmu, itu esensinya apa shalihat???

Kembalikan lagi kemakna dan fungsi serta tujuan berhijab yuk dear,

Takut ga modis? Takut ga mengikuti jaman?
Masa rasa ketakutan akan hal-hal duniawi mengalahkan rasa ketakutan kita terhadap azab dan siksa Allaah sih dear ._.

Yuk cross and check lagi pakaian kita, apakah sudah sesuai syari'at atau belum. Apa yang perlu diperbaiki lagi. Yuk sama-sama belajar dan saling mengingatkan dear ^^

Karena sejatinya cantikmu kian terjaga dikala kau mengenakan pakaian taqwamu dear :")

Rabu, 19 November 2014

Please, Don't Judge a Person from his Past!

Diposting oleh Nurul Hasanah di 23.55 0 komentar
Assalamu'alaykum readers,

lama banget ga berkelut di dunia blog bikin hati meronta-ronta ingin menuangkan semua uneg-uneg, *tsaah agak didramatisir dikit biar keliatan kayak di sinetron-sinetron hehehe*

Segitu aja deh prolognya, nanti kalo diterusin malah jadi salah tulis, curcol nanti malahan wkwkw

Oke fix kita mulai aja deh,
Pernah ga sih denger kalimat gini "Ah diamah orangnya gini, gue paham bgt dia dari dulu" atau gini "Gue mah tau dulunya dia kayak gimana, baik buruknya kayak gimana paham bgt gue"
Hayoo pernah ga? atau malah jangan-jangan itu kalimat sering keluar dari mulut kita?

My dearest, tau ga kisah nya sayyidina Umar bin Khattab sebelum masuk Islam, sebelum tersentuh cahaya indah Islam. Beliau adalah sosok yang sangar ditunjang postur tubuh yang makin membuatnya menyeramkan, sampa-sampai pada suatu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah sampai geli ketika melihat setanpun terbirit mencari jalan lain karena jalan yang mau dilaluinya hendak dilintasi Umar. Keperkasaannya ingin menghabisi Rasulullaah bahkan sampai tega menghajar adik kandung dan adik iparnya sendiri ketika mengetahui bahwa mereka telah beriman. Namun ketika cahaya itu menyentuh hatinya, ketika hidayah melelehkan ke-sangaraanya, dikala itu Umar berubah total, menjadi sosok yang amat dicintai Rasulullaah. Bahkan tak jarang ia menitikkan air mata tiap kali dibacakan ayat-ayat-Nya, Subhanallaah :")
Beliau menjadi Khaliffah kedua sepeninggalan Rasulullaah dan menjadi pemimpin yang amat baik pada masanya. Pemimpin yang amat zuhud. Pemimpin yang tak memiliki rakyat yang harus disantuni, karena saking bijaknya beliau dalam mengatur negara, sampai-sampai tidak ada penduduknya yang miskin, Masya Allaah :")
Yang seperti ini kah yang kau sebut orang jahat? Yang seperti inikah yang kau judge dari masa lalu kelamnya?

Atau contoh lain adalah ia Khalid bin Walid sang pedang Allaah. Sebelum mendapatkan hidayah, khalid merupakan sosok pemberani nan tangguh. Karena kepemimpinannya lah di perang Uhud yang menewaskan paman tercinta Rasulullaah, Hamzah. Namun ketika Islam telah merasuki relung hatinya, menjadikannya sang pedang Allaah, julukan Khalid setelah masuk Islam.

Yang seperti inikah yang kau judge masa lalunya, dear?

Semua orang memiliki masa lalu dear, dan masing-masing orang memiliki masa kelam. Namun masing-masing orangpun memiliki hijrahnya masing-masing.
So, yuk mulai dari sekarang kita sama-sama belajar untuk tidak me-judge seseorang dari masa lalunya.

Jumat, 17 Oktober 2014

Teruntuk saudara baruku,

Diposting oleh Nurul Hasanah di 00.45 0 komentar
Karena kamu,
Aku mulai menghindari musik dan teman-temannya
Aku mulai meprotect foto-foto di medsos
Aku mulai enggan untuk berfose bahkan berfoto ria bersama yang lainnya

Diawal pertemanan kita, aku telah merasakan kekuatan ukhuwah
Pancaran sinar yang hangat akan persaudaraan...

Setiap bersamamu mengingatkanku pada-Nya
Tanpa kau berucap...
Terkadang, kaulah yang menjadi alarm berjalan bagi diriku

Namun...
Aku mulai kecewa...
Ketika kutemui kau menanggalkan busana taqwamu saat keluar pintu,
Yaah walau hanya untuk sesaat

Aku mulai kecewa...
Ketika kau tak kuasa mengendalikan kesenangan dunia,
Ketika virus merah jambu merasuki hatimu,

Yah, ketika itu...
Aku hanya bisa menyentilmu,
Mengingatkanmu,
Dan mendo'akanmu,

Semoga namamu tetap berada dalam list nama-nama yang kusebut dalam lafadz do'a-do'aku

Uhibbuki fillah,
Dari sudut lain kota Bandar Lampung
17 Oktober 2014

Dalam dekapan ukhuwah

Diposting oleh Nurul Hasanah di 00.13 0 komentar
kubaca firman-Nya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku tahu, ukhuwah tidak perlu diperjuangkan
tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman

aku ingat pertemuan petama kita, ukhti sayang
dalam dua detik,dua detik saja
aku telah merasakan perkenalan
bahkan kesepakatan
itulah ruh-ruh kita yang saling sapa
berpeluk mesra
dengan iman yang menyala
mereka telah mufakat
meski belum saling sebut nama
dan tangan belum berjabat

ya, kubaca lagi firman-Nya
“sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu diperjuangkan
karena saat ikatan melemah
saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan
saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api
dan saat kebaikan justru melukai

aku tahu…
yang rombeng bukanlah ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit
atau menjerit
mungkin dua2nya
mungkin kau saja
tentu terlebih sering
imankulah yang compang-camping

kubaca firman persaudaraan itu ukhti sayang
dan aku makin tahu
mengapa dikala lain diancamkan, 
para kekasih pada hari itu
sebahagian menjadi musuh sebahagian yang lain
kecuali orang-orang yang bertaqwa

-Salim A. Fillah-

Senin, 06 Oktober 2014

Awkward Moment to the Max

Diposting oleh Nurul Hasanah di 01.37 0 komentar
Assalamu'alaykum readers,

05 oktober 2014,
bertepatan dengan hari raya idul Adha (di Indo), kalo di Arab sih tanggal 04 -_-
so ist das "Perbedaan" -_-"
berawal dari kegalauan beberapa hari menjelang idul adha, antara mau pulang ke rumah atau enggak, dan akhirnya memutuskan untuk stay di bandar lampung, karena beberapa pertimbangan.
Nah, gegara ga ada temen yang shalat ied tanggal 4, jadilah saya bersama-sama temen-temen seperantauan yang ga mudik shalat bareng. Aku, Fefe si anak tangerang sama si monika dari palembang janjian nih ceritanya mau shalat ied di masjid Al-Wasi'i Unila.

After shalat ied tadinya berencana mau balik terus belajar ngejer UAB yang notabene-nya itu hari kamis huwooo *guling-guling*
Niat awal ga mudik emang mau buat belajar, eh pas sabtu ceria, seceria gue haha, bukannya belajar malah JJS (jalan-jalan seharian) sama si tia, akhawat dari Batam. Tadinya cuma mau jalan ke karang nyari modem, eh kelabasan deh kita belanja ini itu dan lain-lain, huft dasar ciwi-ciwi heheh

Merasa berdosa gegara ga belajar sama sekali, akhirnya malemnya nugas deh ngebuat refleksi tutorial *kayak nya yang ini belom bisa dikategorikan "nugas" deh, wong nulis refleksi juga cuma berapa kalimat --"*

Lanjut ke hari berikutnya, hari minggunya, kita ciwi-ciwi kece yang galau ga mudik ketemuan buat ke wasi'i bareng. Kan tadi belom belajar nih ceritanya, jadi pengennya sih abis shalat ied itu langsung belajar, eh si monika ngajakin maen tuh ke rumah bibi (tante) nya. Na ja kita sih hayuk aja, namanya lebaran kan yak, mikirnya sih silaturahim gitu.

Pas sampe rumah bibinya, beliau keluar langsung menyambut kami, tamu yang tak diundang --"
pertama kali ngeliat bibinya monik kepikiran kayaknya kok pernah ketemu ya, kayaknya kok familiar yaaa dan kayaknya-kayangnya yang lain..

Pas disuruh masuk ke dalem, bibinya monik sama monik nyiapin tekwan khas palembang bingits, kebetulan banget mereka fix orang palembang hahaha, surgaaa :3

eits lanjuuut, nah pas di dalem bibinya monik nanyain nama kita masing-masing, pas aku nyebutin nama, beliau langsung bilang, "nurul yang pindahan dari Jerman yaa, nurul hasanah ya? saya hafal namanya, soalnya sempet baca surat dari PR 1" nah loh gubraaaak, pas beliau bilang "nurul yang pindahan ya"  itu aku kepikirannya si monik cerita-cerita soal aku ke bibinya, eh pas beliau ngelanjutin kalimatnya dengan bawa-bawa PR 1, langsung jleb, oke fix to the max, orang yang lagi ngomong sama gue, yang lagi dihadapan gue ini Wakil Dekan 2 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung :O

Gue yang langsung salting ga tau mau bersikap gimana langsung aiueo, huwek gagal mau jaga image deh -.-

Yang bikin hati banget itu, gue sempet manggil beliau dengan sebutan "buk" bukan "dok or dokter" aaaawkk maafkan aku dokter susi, aku khilaf T_T

berasa nih si monik pengen digetok kali yak, kenapa gitu ga bilang dari awal kalo tantenya itu PD 2 FK -______-

grrrrr


Sabtu, 20 September 2014

VMJ (Virus Merah Jambu)

Diposting oleh Nurul Hasanah di 05.42 0 komentar
Assalamu'alaykum readers,

Virus Merah Jambu = Jatuh Cinta
Entah kenapa ga ada angin ga ada hujan tetiba saya pengen nulis tentang VMJ.
Udah pada tau kan apa itu VMJ? Yap, virus yang satu ini ga putus-putusnya dan ga ada abis-abisnya buat diomongin.

Entah gimana kronologisnya, kenapa warna merah jambu erat kaitannya dengan simbol "Cinta".

Cinta
Satu kata penuh akan makna yang sangat amat sulit didefinisikan.
Memang betul, jatuh cinta itu fitrah manusia, tapi bagaimana kita menyikapinya itu lah yang akan menentukan kelanjutan si cinta itu tadi.

Cinta adalah hal yang agung, namun tak sedikit orang merusak keagungan cinta dengan kemaksiatan berkelanjutan.

Pernah denger istilah pacaran islami?
Sms-annya ngingetin ibadah, ketemuannya di tempat2 ibadah seperti pelataran masjid misalnya, dan diwaktu-waktu mustajab, sepertiga malam terakhir *gubrak*
Dears shalih/ah, dalam islam ga ada namanya pacaran islami.

Allaah SWT mengajarkan apabila sudah siap maka menikahlah, sedang apabila belum maka berpuasalah.

So, ga ada tuh perintah untuk berpacaran islami -_-"

nah, karena tadi niatnya pengen ngebahas VMJ, balik lagi yuk ke topik.
Biasanya yang di sebut VMJ itu manakala virus-virus cinta merasuki para aktivis dakwah. Yap, tak jarang para aktivis juga terjerumus loh ke lubang buaya ini, #eh

Kenapa bisa gitu? kan aktivis ngerti ilmunya?
My dearest, menjadi actives bukanlah patokan bahwasannya tidak ada lagi celah-celah kemaksiatan. Tetap saja setan berkeliaran disekeliling kita, pun sebagai aktivis.

Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah orang yang berpotensi terjangkit virus ini adalah orang yang hatinya kosong dari mahabbah (cinta) kepada Allaah, selalu berpaling dari-Nya dan dipenuhi kecintaan terhadap selain-Nya. Hati yang dipenuhi rasa cinta kepada Allaah dan rindu bertemu dengan-Nya akan kebal dengan virus ini, sebagaimana kisah nabi Yusuf yang digoda oleh Zulaikha.

Beliau juga memaparkan beberapa terapi untuk menangani si virus merah jambu ini:

1. Jika terdapat peluang bagi orang yang sedang kasmaran tersebut untuk meraih cinta orang yang dikasihinya dengan ketentuan syariat dan suratan taqdirnya, maka terapi pertama adalah sesuai apa yang dianjurkan baginda Rasulullah SAW.

"Hai sekalian pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah maka hendaklah dia menikah, barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah berpuasa karena puasa dapat menahan dirinya dari tergelicir ke arah perbuatan zina"


2. Apabila peluang pada terapi pertama tertutup maka terapi berikutnya adalah dengan meyakinkan dirinya bahwa apa yang ia impikan mustahil terjadi, lebih baik baginya untuk melupakannya.

3. Hendaklah ia mau meninggalkan virus ini karena dua hal. Pertama: Karena takut kepada Allah dan yang Kedua: keyakinan akan berbagai resiko menyakitkan yang akan diterimanya apabila ia gagal melupakan si dia, misalnya: sudah gagal dalam cinta plus dapat dosa pula, hadeh --"

4. Kalo masih ga bisa juga, coba gali kejelekan si dia, supaya ilfil gitu hehehe

5. Nah yang terakhir nih kalo masih juga ga mempan, udah langsung curhat aja deh sama Allaah dan minta dihilangkan tuh virus lope lope nya heheh --v

Segini dulu ya readers, insya Allaah ketemu ditulisan selanjutnya.

salam ukhuwah tanpa VMJ ^^




Sabtu, 13 September 2014

#AntaraIlmudanHarta

Diposting oleh Nurul Hasanah di 10.12 1 komentar
Assalamu'alaykum readers,

sedikit berbagimateri kultweet ^^

  1. tahukah dear bahwasannya menuntut ilmi merupakan sebuah kewajiban kita sebagai seorang muslim? #AntaraIlmudanHarta
  2. “Menutut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim” (HR. Muslim) #AntaraIlmudanHarta
  3. Bahkan Allah pun telah berjanji akan mengangkat derajat seseorang yang berilmu beberapa derajat seperti yg tertuang dalam surat Al-Mujadilah:11 #AntaraIlmudanHarta
  4. nah terkait #AntaraIlmudanHarta sayidina Ali bin Abi Thalib mengemukakan beberapa keutamaan ilmu bila dibandingkan dengan harta, merapat yuk
  5. “Ilmu lebih utama daripada harta, Ilmu adalah pusaka para Nabi, sedang harta adalah pusaka Karun, Sadad, Fir’aun, dan lain-lain” #AntaraIlmudanHarta
  6. “Ilmu lebih utama daripada harta, karena ilmu itu menjagamu sedangkan kamulah yang menjaga hartamu” #AntaraIlmudanHarta
  7. “Harta itu bila engkau tasarrufkan (berikan) menjadi berkurang, sebaliknya ilmu jika engkau tasarrufkan malahan bertambah #AntaraIlmudanHarta
  8. “Pemilik harta itu musuhnya banyak, sedangkan pemilik ilmu temannya banyak” #AntaraIlmudanHarta
  9. “Ilmu lebih utama daripada harta, karena di akhirat nanti pemilik harta akan dihisab, sedangkan orang berilmu akan memperoleh safa’at” #AntaraIlmudanHarta
  10. “Harta akan hancur berantakan karena lama ditimbun zaman, tetapi ilmu tidak akan rusak dan musnah walau ditimbun zaman” #AntaraIlmudanHarta
  11. “Harta membuat hati seseorang menjadi keras, sedangkan ilmu membuat hati menjadi bercahaya” #AntaraIlmudanHarta
  12. “Ilmu lebih utama daripada harta, karena pemilik harta bisa mengaku menjadi Tuhan akibat harta yang dimilikinya, sedang orang yang berilmu justru mengaku sebagai hamba karena ilmunya” #AntaraIlmudanHarta
  13. Nah segitu dulu yang bisa ukhmin share mengenai #AntaraIlmudanHarta semoga bermanfaat untuk kita semua salihat pendamba Syurga, aamiin ^^
created by : @_nurulhasanah



 

Autumn itu Maple Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea