Assalamu'alaykum readers,,,
Alhamdulillaah beberapa waktu lalu, kami dari tim @Muslimah Talk meluncurkan buku kedua kami yang judulnya Ta'aruf Is My Way, dengan tagline 'sebab cinta saja tidak cukup'
Jadi di buku kedua ini berisi 10 kisah ta'aruf yang berdasarkan kisah nyata, beberapa adalah kisah dari para Followers MT nah sisanya dari para kru MT :D
Dari semua kisah ini ga berujung happy ending, ada haru ada pilu juga loh hehhee,
selain itu dibalik kisah-kisah tadi kami menyelipkan 'Ibroh/hikmah dari cerita tersebut.
Buku nya unyu banget, kecil simpel dengan harga terjangkau, cukup bawa Rp. 46.000 ke gramedia bisa bawa pulang #Ta'arufIsMyWay loh :D
so, tunggu apa lagi, yuk diserbu ^^
Kamis, 20 November 2014
Sahabat Baik
Assalamu'alaykum readers...
beberapa waktu yang lalu ngebikin tulisan untuk bahan kultweet, supaya ga terpendam dimakan tweet-tweet selanjutnya, jadi kepikiran buat nge-repost disini, sekalian buat pengingan juga hehehe,
selamat membaca :D
Assalamu'alaykum dear salihat ^^
beberapa waktu yang lalu ngebikin tulisan untuk bahan kultweet, supaya ga terpendam dimakan tweet-tweet selanjutnya, jadi kepikiran buat nge-repost disini, sekalian buat pengingan juga hehehe,
selamat membaca :D
Assalamu'alaykum dear salihat ^^
Bahas apa yah enaknya malem ini?
Hmmm ukhmin lagi kepingin bahas tentang 'sahabat' nih hehe, adakah yg sedang rindu sahabatnya?
Sama dears, ukhmin juga sedang rindu sahabat2 salihat ^^
Baiklah langsung saja, tau ga sih dear betapa sempurnanya islam. Sampe hal spt persahabatanpun sudah diatur :"
""Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara..."
"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (Az-Zukhruf : 67)
Nah pada sebuah hadits disebutkan bahwasannya Allaah akan menaungi 7 golongan pada hari ketika tiada satupun yg mampu menaunginya
Nah, salah satu dari golongan tsb adalah "orang yang saling mencintai karena Allaah"
Maksudnya apa sih min kok jadi bahas cinta2an? | eits jangan di stop dulu makanya dear, lanjut di stalk aja yuk hehe --v
Jadi, maksudnya orang yang bertemu dan berpisah karena Allaah akan dinaungi pada hari akhir dear
Salah satu contohnya yaitu kedua/lebih sahabat yang bertemu dan merajut persaudaraan atas dasar kecintaan kpd Allaah
Niatnya Lillaah insya Allaah persahabatan tsb akan sampai ke Syurga
Beda dengan yang sahabatannya atas dasar selain Allaah, krn memang sudah disebutkan di Az-Zukhruf 67 tadi dear :"
Sahabat yang baik ialah, apabila dengannya mengingatkanmu kepada Allaah
Sahabat yang baik ialah, Ia yang menegurmu dikala kau lalai, dikala kau futur,
Sahabat yang baik ialah, ia yang mengingatkanmu bukan meninggalkanmu dikala kau salah
Sahabat yang baik ialah, ia yang merangkulmu dan barjalan bersamamu, bukan mendahuluimu, meninggalkanmu
Sahabat yang baik ialah, ia yang mengajakmu menuju Allaah ketika bersama maupun berjauhan
Namamu tersebut dalam bait-bait do'anya, pun tanpa kau mengetahuinya
Sahabat yang baik lahir karena kecintaannya kepada Allaah, maka dengannya pun menambah kecintaan kita kpd Sang Maha Cinta
sekian dulu ya dear semoga tweet mengenai sahabat terbaik barusan nermanfaat.
Uhibbuki Fillaah ^^
Salam
@muslimah_talk
Keep Syar'i and Inspiring dear ^^
Beberapa Nasehat sebagai Renungan
Assalamu'alaykum readers...
nemu ini dari broadcast-an temen, dan maknanya dalem :")
dibaca yuk...
nemu ini dari broadcast-an temen, dan maknanya dalem :")
dibaca yuk...
Beberapa Nasehat sbg renungan kita.
1. Apabila kamu melihat orang lain kagum kepada dirimu, ketahuilah bahwa mereka sebenarnya lagi mengagumi keindahan yang dimunculkan Allah dari dirimu, sementara mereka tidak mengetahui kejelekan yang ditutupi Allah pada dirimu. Oleh karena itu bersyukurlah, jangan tertipu!!
2. Bila kamu ingin bahagia jangan banyak termangu oleh ingatan-ingatan masa lalu. Jangan terikat di belakang orang yang tidak mempedulikanmu. Tidak ada orang yang mati gara-gara berpisah dengan orang lain. Bersyukurlah kepada Allah terhadap nikmat lupa kepada ingatanmu!
3. Jangan beropsesi menjadi lebih baik dari pada orang lain, tapi beropsesilah untuk menjadi lebih baik dari pada dirimu kemaren!
4. Kecilkan akalmu ketika kamu sibuk berinteraksi dengan akal orang lain, dan besarkan akalmu ketika kamu fokus kepada dirinya.
5. Diam dalam posisi sulit akan melahirkan penghormatan, kebalikan dari pertengkaran dan perdebatan yang akan melahirkan kebencian dan dendam.
6. Berinteraksilah dengan orang lain atas dasar dia adalah orang yang paling penting dalam hidupmu. Bukan artinya kamu akan merasakan bahagia dari sikap seperti itu. Akan tetapi selanjutnya kamu akan memiliki teman yang banyak, yang memberikan rasa yang sama kepada dirimu.
7. Bergaullah dengan orang yang mempunyai kepribadian positif, karena ia akan memberi pengaruh kepada pikiran, akal dan tingkah lakumu. Tanpa disadari kamu juga akan berubah menjadi orang yang berkepribadian positif. Setelah itu kamu akan mulai memberi pengaruh positif juga kepada orang lain.
8. Bila kamu dinasehati orang lain dengan cara yang keras jangan potong pembicaraannya. Ambillah faedah dari tanggapan-tanggapannya terhadap dirimu. Di balik kekerasannya itu sebenarnya ada rasa cinta yang mendalam. Janganlah bagaikan orang yang memecahkan alarm pengingat yang tidak berdosa, kecuali ia telah membangunkanmu dari tidur!!
9. Senyum itu tidak akan membelikan untukmu sebungkus roti, akan tetapi ia akan membelikan untukmu jiwa yang banyak.
Karenanya, Maha Suci Allah yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, yang dengannya kita akan mendapatkan pahala.
Salah kaprah dalam Ber-Hijab, Part 1
Assalamu'alaykum readers...
Jilbab, dulunya orang-orang mengenakan jilbab disebut Jilbabers, sekarang mulai bergeser menjadi Hijabers. Bedanya apa?
Dulu kata-kata Jilbabers ditujukan kepada mereka, para akhawat berkhimar panjang, namun sekarang munculah Hijabers, sebutan untuk para pengguna kerudung modis yang dimodifikasi sedemikian rupa semenarik mungkin. Inalillaah...
Sebenernya apa sih makna Jilbab, Hijab?
Hijab berasal dari bahasa arab yang berarti penghalang. Sedangkan Jilbab adalah pakaian longgar yang menghalangi mata untuk melihat bentuk tubuh seseorang. Jadi kelir ya masalah Hijab dan Jilbab. Secara detilnya apa dan bagaimana insya Allaah akan dibahas dalam tulisan selanjutnya, kali ini lagi pengen fokus ke masalah kesalah kaprahan dalam berhijab.
Jadi yang dimaksud jilbab tadi kan pakaian longgar untuk menghijabi diri. Pernah ngeliat cewe pake kerudung agak lebar, pake rok agak ngegantung dan baju yang sebenarnya panjang namun jadi memendek karena dililitkan belt (ikat pinggang) diperutnya?
Sedih, miris melihatnya.
Dears, sebenernya esensinya berhijab itu apa? Menutupi sesuatu agar tidak nampak kan? Terus kalo bajumu kau tambahi belt dipanggulmu itu esesnisnya apa? atau apabila bajumu kau masukkan sehingga ujung rokmu membentuk melihatkan pinggangmu, itu esensinya apa shalihat???
Kembalikan lagi kemakna dan fungsi serta tujuan berhijab yuk dear,
Takut ga modis? Takut ga mengikuti jaman?
Masa rasa ketakutan akan hal-hal duniawi mengalahkan rasa ketakutan kita terhadap azab dan siksa Allaah sih dear ._.
Yuk cross and check lagi pakaian kita, apakah sudah sesuai syari'at atau belum. Apa yang perlu diperbaiki lagi. Yuk sama-sama belajar dan saling mengingatkan dear ^^
Karena sejatinya cantikmu kian terjaga dikala kau mengenakan pakaian taqwamu dear :")
Jilbab, dulunya orang-orang mengenakan jilbab disebut Jilbabers, sekarang mulai bergeser menjadi Hijabers. Bedanya apa?
Dulu kata-kata Jilbabers ditujukan kepada mereka, para akhawat berkhimar panjang, namun sekarang munculah Hijabers, sebutan untuk para pengguna kerudung modis yang dimodifikasi sedemikian rupa semenarik mungkin. Inalillaah...
Sebenernya apa sih makna Jilbab, Hijab?
Hijab berasal dari bahasa arab yang berarti penghalang. Sedangkan Jilbab adalah pakaian longgar yang menghalangi mata untuk melihat bentuk tubuh seseorang. Jadi kelir ya masalah Hijab dan Jilbab. Secara detilnya apa dan bagaimana insya Allaah akan dibahas dalam tulisan selanjutnya, kali ini lagi pengen fokus ke masalah kesalah kaprahan dalam berhijab.
Jadi yang dimaksud jilbab tadi kan pakaian longgar untuk menghijabi diri. Pernah ngeliat cewe pake kerudung agak lebar, pake rok agak ngegantung dan baju yang sebenarnya panjang namun jadi memendek karena dililitkan belt (ikat pinggang) diperutnya?
Sedih, miris melihatnya.
Dears, sebenernya esensinya berhijab itu apa? Menutupi sesuatu agar tidak nampak kan? Terus kalo bajumu kau tambahi belt dipanggulmu itu esesnisnya apa? atau apabila bajumu kau masukkan sehingga ujung rokmu membentuk melihatkan pinggangmu, itu esensinya apa shalihat???
Kembalikan lagi kemakna dan fungsi serta tujuan berhijab yuk dear,
Takut ga modis? Takut ga mengikuti jaman?
Masa rasa ketakutan akan hal-hal duniawi mengalahkan rasa ketakutan kita terhadap azab dan siksa Allaah sih dear ._.
Yuk cross and check lagi pakaian kita, apakah sudah sesuai syari'at atau belum. Apa yang perlu diperbaiki lagi. Yuk sama-sama belajar dan saling mengingatkan dear ^^
Karena sejatinya cantikmu kian terjaga dikala kau mengenakan pakaian taqwamu dear :")
Rabu, 19 November 2014
Please, Don't Judge a Person from his Past!
Assalamu'alaykum readers,
lama banget ga berkelut di dunia blog bikin hati meronta-ronta ingin menuangkan semua uneg-uneg, *tsaah agak didramatisir dikit biar keliatan kayak di sinetron-sinetron hehehe*
Segitu aja deh prolognya, nanti kalo diterusin malah jadi salah tulis, curcol nanti malahan wkwkw
Oke fix kita mulai aja deh,
Pernah ga sih denger kalimat gini "Ah diamah orangnya gini, gue paham bgt dia dari dulu" atau gini "Gue mah tau dulunya dia kayak gimana, baik buruknya kayak gimana paham bgt gue"
Hayoo pernah ga? atau malah jangan-jangan itu kalimat sering keluar dari mulut kita?
My dearest, tau ga kisah nya sayyidina Umar bin Khattab sebelum masuk Islam, sebelum tersentuh cahaya indah Islam. Beliau adalah sosok yang sangar ditunjang postur tubuh yang makin membuatnya menyeramkan, sampa-sampai pada suatu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah sampai geli ketika melihat setanpun terbirit mencari jalan lain karena jalan yang mau dilaluinya hendak dilintasi Umar. Keperkasaannya ingin menghabisi Rasulullaah bahkan sampai tega menghajar adik kandung dan adik iparnya sendiri ketika mengetahui bahwa mereka telah beriman. Namun ketika cahaya itu menyentuh hatinya, ketika hidayah melelehkan ke-sangaraanya, dikala itu Umar berubah total, menjadi sosok yang amat dicintai Rasulullaah. Bahkan tak jarang ia menitikkan air mata tiap kali dibacakan ayat-ayat-Nya, Subhanallaah :")
Beliau menjadi Khaliffah kedua sepeninggalan Rasulullaah dan menjadi pemimpin yang amat baik pada masanya. Pemimpin yang amat zuhud. Pemimpin yang tak memiliki rakyat yang harus disantuni, karena saking bijaknya beliau dalam mengatur negara, sampai-sampai tidak ada penduduknya yang miskin, Masya Allaah :")
Yang seperti ini kah yang kau sebut orang jahat? Yang seperti inikah yang kau judge dari masa lalu kelamnya?
Atau contoh lain adalah ia Khalid bin Walid sang pedang Allaah. Sebelum mendapatkan hidayah, khalid merupakan sosok pemberani nan tangguh. Karena kepemimpinannya lah di perang Uhud yang menewaskan paman tercinta Rasulullaah, Hamzah. Namun ketika Islam telah merasuki relung hatinya, menjadikannya sang pedang Allaah, julukan Khalid setelah masuk Islam.
Yang seperti inikah yang kau judge masa lalunya, dear?
Semua orang memiliki masa lalu dear, dan masing-masing orang memiliki masa kelam. Namun masing-masing orangpun memiliki hijrahnya masing-masing.
So, yuk mulai dari sekarang kita sama-sama belajar untuk tidak me-judge seseorang dari masa lalunya.
lama banget ga berkelut di dunia blog bikin hati meronta-ronta ingin menuangkan semua uneg-uneg, *tsaah agak didramatisir dikit biar keliatan kayak di sinetron-sinetron hehehe*
Segitu aja deh prolognya, nanti kalo diterusin malah jadi salah tulis, curcol nanti malahan wkwkw
Oke fix kita mulai aja deh,
Pernah ga sih denger kalimat gini "Ah diamah orangnya gini, gue paham bgt dia dari dulu" atau gini "Gue mah tau dulunya dia kayak gimana, baik buruknya kayak gimana paham bgt gue"
Hayoo pernah ga? atau malah jangan-jangan itu kalimat sering keluar dari mulut kita?
My dearest, tau ga kisah nya sayyidina Umar bin Khattab sebelum masuk Islam, sebelum tersentuh cahaya indah Islam. Beliau adalah sosok yang sangar ditunjang postur tubuh yang makin membuatnya menyeramkan, sampa-sampai pada suatu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah sampai geli ketika melihat setanpun terbirit mencari jalan lain karena jalan yang mau dilaluinya hendak dilintasi Umar. Keperkasaannya ingin menghabisi Rasulullaah bahkan sampai tega menghajar adik kandung dan adik iparnya sendiri ketika mengetahui bahwa mereka telah beriman. Namun ketika cahaya itu menyentuh hatinya, ketika hidayah melelehkan ke-sangaraanya, dikala itu Umar berubah total, menjadi sosok yang amat dicintai Rasulullaah. Bahkan tak jarang ia menitikkan air mata tiap kali dibacakan ayat-ayat-Nya, Subhanallaah :")
Beliau menjadi Khaliffah kedua sepeninggalan Rasulullaah dan menjadi pemimpin yang amat baik pada masanya. Pemimpin yang amat zuhud. Pemimpin yang tak memiliki rakyat yang harus disantuni, karena saking bijaknya beliau dalam mengatur negara, sampai-sampai tidak ada penduduknya yang miskin, Masya Allaah :")
Yang seperti ini kah yang kau sebut orang jahat? Yang seperti inikah yang kau judge dari masa lalu kelamnya?
Atau contoh lain adalah ia Khalid bin Walid sang pedang Allaah. Sebelum mendapatkan hidayah, khalid merupakan sosok pemberani nan tangguh. Karena kepemimpinannya lah di perang Uhud yang menewaskan paman tercinta Rasulullaah, Hamzah. Namun ketika Islam telah merasuki relung hatinya, menjadikannya sang pedang Allaah, julukan Khalid setelah masuk Islam.
Yang seperti inikah yang kau judge masa lalunya, dear?
Semua orang memiliki masa lalu dear, dan masing-masing orang memiliki masa kelam. Namun masing-masing orangpun memiliki hijrahnya masing-masing.
So, yuk mulai dari sekarang kita sama-sama belajar untuk tidak me-judge seseorang dari masa lalunya.
Jumat, 17 Oktober 2014
Teruntuk saudara baruku,
Karena kamu,
Aku mulai menghindari musik dan teman-temannya
Aku mulai meprotect foto-foto di medsos
Aku mulai enggan untuk berfose bahkan berfoto ria bersama yang lainnya
Diawal pertemanan kita, aku telah merasakan kekuatan ukhuwah
Pancaran sinar yang hangat akan persaudaraan...
Setiap bersamamu mengingatkanku pada-Nya
Tanpa kau berucap...
Terkadang, kaulah yang menjadi alarm berjalan bagi diriku
Namun...
Aku mulai kecewa...
Ketika kutemui kau menanggalkan busana taqwamu saat keluar pintu,
Yaah walau hanya untuk sesaat
Aku mulai kecewa...
Ketika kau tak kuasa mengendalikan kesenangan dunia,
Ketika virus merah jambu merasuki hatimu,
Yah, ketika itu...
Aku hanya bisa menyentilmu,
Mengingatkanmu,
Dan mendo'akanmu,
Semoga namamu tetap berada dalam list nama-nama yang kusebut dalam lafadz do'a-do'aku
Uhibbuki fillah,
Dari sudut lain kota Bandar Lampung
17 Oktober 2014
Dalam dekapan ukhuwah
kubaca firman-Nya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku tahu, ukhuwah tidak perlu diperjuangkan
tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman
aku ingat pertemuan petama kita, ukhti sayang
dalam dua detik,dua detik saja
aku telah merasakan perkenalan
bahkan kesepakatan
itulah ruh-ruh kita yang saling sapa
berpeluk mesra
dengan iman yang menyala
mereka telah mufakat
meski belum saling sebut nama
dan tangan belum berjabat
ya, kubaca lagi firman-Nya
“sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu diperjuangkan
karena saat ikatan melemah
saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan
saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api
dan saat kebaikan justru melukai
aku tahu…
yang rombeng bukanlah ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit
atau menjerit
mungkin dua2nya
mungkin kau saja
tentu terlebih sering
imankulah yang compang-camping
kubaca firman persaudaraan itu ukhti sayang
dan aku makin tahu
mengapa dikala lain diancamkan,
para kekasih pada hari itu
sebahagian menjadi musuh sebahagian yang lain
kecuali orang-orang yang bertaqwa
-Salim A. Fillah-
Senin, 06 Oktober 2014
Awkward Moment to the Max
Assalamu'alaykum readers,
05 oktober 2014,
bertepatan dengan hari raya idul Adha (di Indo), kalo di Arab sih tanggal 04 -_-
so ist das "Perbedaan" -_-"
berawal dari kegalauan beberapa hari menjelang idul adha, antara mau pulang ke rumah atau enggak, dan akhirnya memutuskan untuk stay di bandar lampung, karena beberapa pertimbangan.
Nah, gegara ga ada temen yang shalat ied tanggal 4, jadilah saya bersama-sama temen-temen seperantauan yang ga mudik shalat bareng. Aku, Fefe si anak tangerang sama si monika dari palembang janjian nih ceritanya mau shalat ied di masjid Al-Wasi'i Unila.
After shalat ied tadinya berencana mau balik terus belajar ngejer UAB yang notabene-nya itu hari kamis huwooo *guling-guling*
Niat awal ga mudik emang mau buat belajar, eh pas sabtu ceria, seceria gue haha, bukannya belajar malah JJS (jalan-jalan seharian) sama si tia, akhawat dari Batam. Tadinya cuma mau jalan ke karang nyari modem, eh kelabasan deh kita belanja ini itu dan lain-lain, huft dasar ciwi-ciwi heheh
Merasa berdosa gegara ga belajar sama sekali, akhirnya malemnya nugas deh ngebuat refleksi tutorial *kayak nya yang ini belom bisa dikategorikan "nugas" deh, wong nulis refleksi juga cuma berapa kalimat --"*
Lanjut ke hari berikutnya, hari minggunya, kita ciwi-ciwi kece yang galau ga mudik ketemuan buat ke wasi'i bareng. Kan tadi belom belajar nih ceritanya, jadi pengennya sih abis shalat ied itu langsung belajar, eh si monika ngajakin maen tuh ke rumah bibi (tante) nya. Na ja kita sih hayuk aja, namanya lebaran kan yak, mikirnya sih silaturahim gitu.
Pas sampe rumah bibinya, beliau keluar langsung menyambut kami, tamu yang tak diundang --"
pertama kali ngeliat bibinya monik kepikiran kayaknya kok pernah ketemu ya, kayaknya kok familiar yaaa dan kayaknya-kayangnya yang lain..
Pas disuruh masuk ke dalem, bibinya monik sama monik nyiapin tekwan khas palembang bingits, kebetulan banget mereka fix orang palembang hahaha, surgaaa :3
eits lanjuuut, nah pas di dalem bibinya monik nanyain nama kita masing-masing, pas aku nyebutin nama, beliau langsung bilang, "nurul yang pindahan dari Jerman yaa, nurul hasanah ya? saya hafal namanya, soalnya sempet baca surat dari PR 1" nah loh gubraaaak, pas beliau bilang "nurul yang pindahan ya" itu aku kepikirannya si monik cerita-cerita soal aku ke bibinya, eh pas beliau ngelanjutin kalimatnya dengan bawa-bawa PR 1, langsung jleb, oke fix to the max, orang yang lagi ngomong sama gue, yang lagi dihadapan gue ini Wakil Dekan 2 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung :O
Gue yang langsung salting ga tau mau bersikap gimana langsung aiueo, huwek gagal mau jaga image deh -.-
Yang bikin hati banget itu, gue sempet manggil beliau dengan sebutan "buk" bukan "dok or dokter" aaaawkk maafkan aku dokter susi, aku khilaf T_T
berasa nih si monik pengen digetok kali yak, kenapa gitu ga bilang dari awal kalo tantenya itu PD 2 FK -______-
grrrrr
05 oktober 2014,
bertepatan dengan hari raya idul Adha (di Indo), kalo di Arab sih tanggal 04 -_-
so ist das "Perbedaan" -_-"
berawal dari kegalauan beberapa hari menjelang idul adha, antara mau pulang ke rumah atau enggak, dan akhirnya memutuskan untuk stay di bandar lampung, karena beberapa pertimbangan.
Nah, gegara ga ada temen yang shalat ied tanggal 4, jadilah saya bersama-sama temen-temen seperantauan yang ga mudik shalat bareng. Aku, Fefe si anak tangerang sama si monika dari palembang janjian nih ceritanya mau shalat ied di masjid Al-Wasi'i Unila.
After shalat ied tadinya berencana mau balik terus belajar ngejer UAB yang notabene-nya itu hari kamis huwooo *guling-guling*
Niat awal ga mudik emang mau buat belajar, eh pas sabtu ceria, seceria gue haha, bukannya belajar malah JJS (jalan-jalan seharian) sama si tia, akhawat dari Batam. Tadinya cuma mau jalan ke karang nyari modem, eh kelabasan deh kita belanja ini itu dan lain-lain, huft dasar ciwi-ciwi heheh
Merasa berdosa gegara ga belajar sama sekali, akhirnya malemnya nugas deh ngebuat refleksi tutorial *kayak nya yang ini belom bisa dikategorikan "nugas" deh, wong nulis refleksi juga cuma berapa kalimat --"*
Lanjut ke hari berikutnya, hari minggunya, kita ciwi-ciwi kece yang galau ga mudik ketemuan buat ke wasi'i bareng. Kan tadi belom belajar nih ceritanya, jadi pengennya sih abis shalat ied itu langsung belajar, eh si monika ngajakin maen tuh ke rumah bibi (tante) nya. Na ja kita sih hayuk aja, namanya lebaran kan yak, mikirnya sih silaturahim gitu.
Pas sampe rumah bibinya, beliau keluar langsung menyambut kami, tamu yang tak diundang --"
pertama kali ngeliat bibinya monik kepikiran kayaknya kok pernah ketemu ya, kayaknya kok familiar yaaa dan kayaknya-kayangnya yang lain..
Pas disuruh masuk ke dalem, bibinya monik sama monik nyiapin tekwan khas palembang bingits, kebetulan banget mereka fix orang palembang hahaha, surgaaa :3
eits lanjuuut, nah pas di dalem bibinya monik nanyain nama kita masing-masing, pas aku nyebutin nama, beliau langsung bilang, "nurul yang pindahan dari Jerman yaa, nurul hasanah ya? saya hafal namanya, soalnya sempet baca surat dari PR 1" nah loh gubraaaak, pas beliau bilang "nurul yang pindahan ya" itu aku kepikirannya si monik cerita-cerita soal aku ke bibinya, eh pas beliau ngelanjutin kalimatnya dengan bawa-bawa PR 1, langsung jleb, oke fix to the max, orang yang lagi ngomong sama gue, yang lagi dihadapan gue ini Wakil Dekan 2 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung :O
Gue yang langsung salting ga tau mau bersikap gimana langsung aiueo, huwek gagal mau jaga image deh -.-
Yang bikin hati banget itu, gue sempet manggil beliau dengan sebutan "buk" bukan "dok or dokter" aaaawkk maafkan aku dokter susi, aku khilaf T_T
berasa nih si monik pengen digetok kali yak, kenapa gitu ga bilang dari awal kalo tantenya itu PD 2 FK -______-
grrrrr
Categories
Kedokteran,
kuliah,
Pengalaman hidup,
Remaja,
Ukhuwah
Langganan:
Postingan (Atom)

