Kamis, 20 November 2014

Ta'aruf is My Way : "sebab cinta saja tidak cukup"

Diposting oleh Nurul Hasanah di 00.48
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers,,,

Alhamdulillaah beberapa waktu lalu, kami dari tim @Muslimah Talk meluncurkan buku kedua kami yang judulnya Ta'aruf Is My Way, dengan tagline 'sebab cinta saja tidak cukup'

Jadi di buku kedua ini berisi 10 kisah ta'aruf yang berdasarkan kisah nyata, beberapa adalah kisah dari para Followers MT nah sisanya dari para kru MT :D

Dari semua kisah ini ga berujung happy ending, ada haru ada pilu juga loh hehhee,
selain itu dibalik kisah-kisah tadi kami menyelipkan 'Ibroh/hikmah dari cerita tersebut.

Buku nya unyu banget, kecil simpel dengan harga terjangkau, cukup bawa Rp. 46.000 ke gramedia bisa bawa pulang #Ta'arufIsMyWay loh :D

so, tunggu apa lagi, yuk diserbu ^^



Sahabat Baik

Diposting oleh Nurul Hasanah di 00.28
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers...

beberapa waktu yang lalu ngebikin tulisan untuk bahan kultweet, supaya ga terpendam dimakan tweet-tweet selanjutnya, jadi kepikiran buat nge-repost disini, sekalian buat pengingan juga hehehe,

selamat membaca  :D

Assalamu'alaykum dear salihat ^^
Bahas apa yah enaknya malem ini?

Hmmm ukhmin lagi kepingin bahas tentang 'sahabat' nih hehe, adakah yg sedang rindu sahabatnya?

Sama dears, ukhmin juga sedang rindu sahabat2 salihat ^^

Baiklah langsung saja, tau ga sih dear betapa sempurnanya islam. Sampe hal spt persahabatanpun sudah diatur :"

""Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara..." 

"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (Az-Zukhruf : 67)

Nah pada sebuah hadits disebutkan bahwasannya Allaah akan menaungi 7 golongan pada hari ketika tiada satupun yg mampu menaunginya

Nah, salah satu dari golongan tsb adalah "orang yang saling mencintai karena Allaah"

Maksudnya apa sih min kok jadi bahas cinta2an? | eits jangan di stop dulu makanya dear, lanjut di stalk aja yuk hehe --v

Jadi, maksudnya orang yang bertemu dan berpisah karena Allaah akan dinaungi pada hari akhir dear

Salah satu contohnya yaitu kedua/lebih sahabat yang bertemu dan merajut persaudaraan atas dasar kecintaan kpd Allaah

Niatnya Lillaah insya Allaah persahabatan tsb akan sampai ke Syurga

Beda dengan yang sahabatannya atas dasar selain Allaah, krn memang sudah disebutkan di Az-Zukhruf 67 tadi dear :"

Sahabat yang baik ialah, apabila dengannya mengingatkanmu kepada Allaah

Sahabat yang baik ialah, Ia yang menegurmu dikala kau lalai, dikala kau futur, 

Sahabat yang baik ialah, ia yang mengingatkanmu bukan meninggalkanmu dikala kau salah

Sahabat yang baik ialah, ia yang merangkulmu dan barjalan bersamamu, bukan mendahuluimu, meninggalkanmu

Sahabat yang baik ialah, ia yang mengajakmu menuju Allaah ketika bersama maupun berjauhan

Namamu tersebut dalam bait-bait do'anya, pun tanpa kau mengetahuinya 

Sahabat yang baik lahir karena kecintaannya kepada Allaah, maka dengannya pun menambah kecintaan kita kpd Sang Maha Cinta

sekian dulu ya dear semoga tweet mengenai sahabat terbaik barusan nermanfaat. 
Uhibbuki Fillaah ^^

Salam
@muslimah_talk
Keep Syar'i and Inspiring dear ^^

Beberapa Nasehat sebagai Renungan

Diposting oleh Nurul Hasanah di 00.25
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers...

nemu ini dari broadcast-an temen, dan maknanya dalem :")
dibaca yuk...

Beberapa Nasehat sbg renungan kita.

1. Apabila kamu melihat orang lain kagum kepada dirimu, ketahuilah bahwa mereka sebenarnya lagi mengagumi keindahan yang dimunculkan Allah dari dirimu, sementara mereka tidak mengetahui kejelekan yang ditutupi Allah pada dirimu. Oleh karena itu bersyukurlah, jangan tertipu!!

2. Bila kamu ingin bahagia jangan banyak termangu oleh ingatan-ingatan masa lalu. Jangan terikat di belakang orang yang tidak mempedulikanmu. Tidak ada orang yang mati gara-gara berpisah dengan orang lain. Bersyukurlah kepada Allah terhadap nikmat lupa kepada ingatanmu!

3. Jangan beropsesi menjadi lebih baik dari pada orang lain, tapi beropsesilah untuk menjadi lebih baik dari pada dirimu kemaren!

4. Kecilkan akalmu ketika kamu sibuk berinteraksi dengan akal orang lain, dan besarkan akalmu ketika kamu fokus kepada dirinya.

5. Diam dalam posisi sulit akan melahirkan penghormatan, kebalikan dari pertengkaran dan perdebatan yang akan melahirkan kebencian dan dendam.

6. Berinteraksilah dengan orang lain atas dasar dia adalah orang yang paling penting dalam hidupmu. Bukan artinya kamu akan merasakan bahagia dari sikap seperti itu. Akan tetapi selanjutnya kamu akan memiliki teman yang banyak, yang memberikan rasa yang sama kepada dirimu.

7. Bergaullah dengan orang yang mempunyai kepribadian positif, karena ia akan memberi pengaruh kepada pikiran, akal dan tingkah lakumu. Tanpa disadari kamu juga akan berubah menjadi orang yang berkepribadian positif. Setelah itu kamu akan mulai memberi pengaruh positif juga kepada orang lain.

8. Bila kamu dinasehati orang lain dengan cara yang keras jangan potong pembicaraannya. Ambillah faedah dari tanggapan-tanggapannya terhadap dirimu. Di balik kekerasannya itu sebenarnya ada rasa cinta yang mendalam. Janganlah bagaikan orang yang memecahkan alarm pengingat yang tidak berdosa, kecuali ia telah membangunkanmu dari tidur!!

9. Senyum itu tidak akan membelikan untukmu sebungkus roti, akan tetapi ia akan membelikan untukmu jiwa yang banyak.

Karenanya, Maha Suci Allah yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, yang dengannya kita akan mendapatkan pahala.

Salah kaprah dalam Ber-Hijab, Part 1

Diposting oleh Nurul Hasanah di 00.23
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers...

Jilbab, dulunya orang-orang mengenakan jilbab disebut Jilbabers, sekarang mulai bergeser menjadi Hijabers. Bedanya apa?

Dulu kata-kata Jilbabers ditujukan kepada mereka, para akhawat berkhimar panjang, namun sekarang munculah Hijabers, sebutan untuk para pengguna kerudung modis yang dimodifikasi sedemikian rupa semenarik mungkin. Inalillaah...

Sebenernya apa sih makna Jilbab, Hijab?

Hijab berasal dari bahasa arab yang berarti penghalang. Sedangkan Jilbab adalah pakaian longgar yang menghalangi mata untuk melihat bentuk tubuh seseorang. Jadi kelir ya masalah Hijab dan Jilbab. Secara detilnya apa dan bagaimana insya Allaah akan dibahas dalam tulisan selanjutnya, kali ini lagi pengen fokus ke masalah kesalah kaprahan dalam berhijab.

Jadi yang dimaksud jilbab tadi kan pakaian longgar untuk menghijabi diri. Pernah ngeliat cewe pake kerudung agak lebar, pake rok agak ngegantung dan baju yang sebenarnya panjang namun jadi memendek karena dililitkan belt (ikat pinggang) diperutnya?

Sedih, miris melihatnya.
Dears, sebenernya esensinya berhijab itu apa? Menutupi sesuatu agar tidak nampak kan? Terus kalo bajumu kau tambahi belt dipanggulmu itu esesnisnya apa? atau apabila bajumu kau masukkan sehingga ujung rokmu membentuk melihatkan pinggangmu, itu esensinya apa shalihat???

Kembalikan lagi kemakna dan fungsi serta tujuan berhijab yuk dear,

Takut ga modis? Takut ga mengikuti jaman?
Masa rasa ketakutan akan hal-hal duniawi mengalahkan rasa ketakutan kita terhadap azab dan siksa Allaah sih dear ._.

Yuk cross and check lagi pakaian kita, apakah sudah sesuai syari'at atau belum. Apa yang perlu diperbaiki lagi. Yuk sama-sama belajar dan saling mengingatkan dear ^^

Karena sejatinya cantikmu kian terjaga dikala kau mengenakan pakaian taqwamu dear :")

Rabu, 19 November 2014

Please, Don't Judge a Person from his Past!

Diposting oleh Nurul Hasanah di 23.55
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers,

lama banget ga berkelut di dunia blog bikin hati meronta-ronta ingin menuangkan semua uneg-uneg, *tsaah agak didramatisir dikit biar keliatan kayak di sinetron-sinetron hehehe*

Segitu aja deh prolognya, nanti kalo diterusin malah jadi salah tulis, curcol nanti malahan wkwkw

Oke fix kita mulai aja deh,
Pernah ga sih denger kalimat gini "Ah diamah orangnya gini, gue paham bgt dia dari dulu" atau gini "Gue mah tau dulunya dia kayak gimana, baik buruknya kayak gimana paham bgt gue"
Hayoo pernah ga? atau malah jangan-jangan itu kalimat sering keluar dari mulut kita?

My dearest, tau ga kisah nya sayyidina Umar bin Khattab sebelum masuk Islam, sebelum tersentuh cahaya indah Islam. Beliau adalah sosok yang sangar ditunjang postur tubuh yang makin membuatnya menyeramkan, sampa-sampai pada suatu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah sampai geli ketika melihat setanpun terbirit mencari jalan lain karena jalan yang mau dilaluinya hendak dilintasi Umar. Keperkasaannya ingin menghabisi Rasulullaah bahkan sampai tega menghajar adik kandung dan adik iparnya sendiri ketika mengetahui bahwa mereka telah beriman. Namun ketika cahaya itu menyentuh hatinya, ketika hidayah melelehkan ke-sangaraanya, dikala itu Umar berubah total, menjadi sosok yang amat dicintai Rasulullaah. Bahkan tak jarang ia menitikkan air mata tiap kali dibacakan ayat-ayat-Nya, Subhanallaah :")
Beliau menjadi Khaliffah kedua sepeninggalan Rasulullaah dan menjadi pemimpin yang amat baik pada masanya. Pemimpin yang amat zuhud. Pemimpin yang tak memiliki rakyat yang harus disantuni, karena saking bijaknya beliau dalam mengatur negara, sampai-sampai tidak ada penduduknya yang miskin, Masya Allaah :")
Yang seperti ini kah yang kau sebut orang jahat? Yang seperti inikah yang kau judge dari masa lalu kelamnya?

Atau contoh lain adalah ia Khalid bin Walid sang pedang Allaah. Sebelum mendapatkan hidayah, khalid merupakan sosok pemberani nan tangguh. Karena kepemimpinannya lah di perang Uhud yang menewaskan paman tercinta Rasulullaah, Hamzah. Namun ketika Islam telah merasuki relung hatinya, menjadikannya sang pedang Allaah, julukan Khalid setelah masuk Islam.

Yang seperti inikah yang kau judge masa lalunya, dear?

Semua orang memiliki masa lalu dear, dan masing-masing orang memiliki masa kelam. Namun masing-masing orangpun memiliki hijrahnya masing-masing.
So, yuk mulai dari sekarang kita sama-sama belajar untuk tidak me-judge seseorang dari masa lalunya.
 

Autumn itu Maple Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea