Rabu, 10 Juni 2015

Asing?

Diposting oleh Nurul Hasanah di 16.39
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers...


Yap setelah sekian lama pensiun dari berbagi cerita di blog, sekarang aku muncul kembali, dengan berbagai alasan hehe

Jujur diakui semenjak kuliah udah sangat amat jarang to the max ngeblog. Ditanya kenapah?

1. Mengkhawatirkan berbagai hal. Semenjak propti udah mager mau cerita panjang lebar di sini. Serasa kebebasan menulis direnggut *hah yang ini terlalu lebay*

2. Jadwal kuliah yang huwooo u know? Ngga ada fix nya hiks hiks. Kadang padet kadang bener2 free tapi tetep aja yang musti dikuasi seabreg-abreg --"

Yaudah deh ngga usah bahas kenapa saya jarang nulis deh kemarin-kemarin --v

Daaaan jeng jeng jeng....
Nampaknya mulai sekarang udah didorong buat nulis lagi nih. Abisnya bingung mau cerita ke siapa? Jarang binti syusyah nemu orang yang klop sama kita. Pas nya udah klop ada aja masalah yang misahin kita hiks sedih banget ya readers. Eits ngga sedih banget kok. Sedih aja udah cukup. Kan masih punya Allaah tempat mengadu paling setia :")

*** (skip) ***

Beberapa hari ini ngerasa asing banget. Tau sarah, ronna dan tia kan? Nah yang belom kenal mereka bisa scrol down blog ini deh, kayaknya belom terlalu ketumpuk kok postingan info ttg mereka hehe

Yop back to theme yuk!
Jadi, beberapa hari terakhir ini masalah kita makin rumit. Aku ngerasa asing aja berada didekat mereka.

#Ronna
Beberapa waktu yang lalu dia sempet ngerasa asing sama aku. Dia nganggep sikap sedikit cuek ku tempo hari adalah suatu upaya aku buat ngejauh atau apalah dari dia. Padahal did u know dear, aku ngelakuin itu buat apa? Sebelumnya papamu nelpon dan nyaranin untuk coba sedikit cuek sama kalian. Iya kalian. Sarah. Ronna.
Dan alhasil apa?
Mungkin emang ditakdirin buat ngga bisa cuek ke orang kali ya.
Malah sikap ku yang kayak gitu bikin kamu ngerasa asing?
Nah dari sini deh kayaknya aku ngerasa ada yang berubah. Entah kenapa semenjak kejadian itu, tiap kali aku sama kamu, aku ngerasa asing. Aku ngerasa bukan orang terdekatmu lagi. Aku siapa?
Aku coba perbaiki apa yang retak, namun bila itu adalah segumpal daging dibalik tulang rusukmu, nampaknya sulit merekatkannya kembali. Maaf.
Maaf atas semua tindakan ku yang salah. Yang menyakitimu. Yang membuatmu terluka. Intinya, aku ngga pingin kita kayak gini. Aku pingin kita kayak sebelumnya. Deket lagi. Aku bukan orang lain bagimu. Begitupun kamu. Iya bukan? Itu kan yang sering kau ucapkan sebelumnya?

Nah, tapi disini aku juga bingung. Bingung kenapa?
Disaat aku bersikap loyal, kamu takut salah mengartikan. Kamu khawatir yang bukan-bukan. Namun tatkala ku bersikap seperti "hanya sekedar teman", kamu ngerasa "asing". So... aku harus bersikap seperti apa?

Dan masih sangat banyak sekali pertanyaan "why" dalam otakku tentang semua ini.

#Sarah
Aku ngga tau gimana aslinya perasaanmu saat ini. Luka. Kecewa. Sudah pasti. Maaf sar. Maaf banget aku ga ada di saat2 tersulitmu.

Aku bingung aku harus gimana. Aku ke ronna, kamu ngga ada yang nemenin. Aku ke kamu, gantian ronna yang sendirian.
tapi perlu diingat segala tindakanku, insyaa Allaah aku udah pertimbangin. Ketika aku ke salah satu dari kalian, bukan berarti aku ingin menjauh dari yang lainnya. Dilihat dari siapa yang tengah memerlukan.

Perlu direplikasi aja apa ya?

Sebenernya ngga pengen nulis dan nginget-nginget ini sih. Kejadian ini udah 2x keulang. Kamu meninggikan suara tanpa sebab. Serius itu bikin aku bingung.

Kalo aku ada salah please bilang aja. Tegur aku. Jangan diamkan aku. Atau malah membentakku tanpa sebab.

Jujur nih aku paling ngga bisa dibentak. Maaf yaaa. Tapi seperti kata ronna "kasih udzur". Sebenernya aku ngga kenapa2 kok. Cuma syok aja. Ngga nyangka aja seseorang yang selama ini aku kenal begitu lembut dan halus tuturnya tetiba meninggikan suaranya. Mungkin ia sedang capek. Lelah.

Semoga ia lebih bisa menjaga emosinya aamiin (doa buat diri sendiri juga sih ini ceritanya)

#Tia
Jujur aku belom pernah sekecewa ini sama temen.

Ah udah ah kalo mau tau lebih lanjut baca postingan sebelumnya ajaah. Bye~


*maaf penulis mulai ngga mood*

Kecewa

Diposting oleh Nurul Hasanah di 11.21
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum

Bukankah setiap anak anak Adam melakukan dosa? Dan sebaik-baik orang berdusta ialah yang bertaubat?

Sedang Allaah menyediakan ampunan yang amat luasnya? Bahkan sangat melarang makhluknya untuk berputus asa dari rahmat-Nya? Ini artinya apa? Allaah Yang Maha Sempurna, Sang Maha Raja, mau memaafkan hambanya. Beliau membukakan pintu taubat nya kepada sesiapa yang ingin memasukinya.

Lalu pantaskah kita yang hina dina ini menghakimi sesama makhluk hanya karena kita melihat cela padanya? Huh siapa kita? Sombong sekali diri ini tak mau memberi kesempatan kepada sesama untuk memperbaiki kesalahan. Kita ini juga makhluk. Ingat, kalau bukan karena Allaah telah menutupi aib kita, mana mungkin kita berani dengan lapangnya berjalan di muka bumi ini?

Hey, bumi ini milik Allaah. Tak pantas kita menghakimi sesama sob. Toh kita juga cuma makhluk, yang belum tentu berderajat lebih tinggi di mata Allaah dari mereka yang kita hakimi.

Naudzubillaah... semoga Allaah memaafkan atas kesombongan diri.

Yuk minta dilembutkan hatinya, dijernihkan pikirannya, diperbaiki pola pikirnya. Jangan  berjalan ditempat tapi majulah ke depan. Perlahan namun pasti.

Yuk belajar menghargai proses. Seseorang yang kita nilai buruk belum tentu lebih hina di mata Allaah. Bisa jadi kitalah yang tak berderajat di mataNya.

Janganlah kita menjadi asbab teman kita untuk gagal menjalani proses perbaikannya.

Semoga Allaah limpahkan kesabarannya bagi hamba-hamba yang ingin selalu mendekatinya. Aamiin

***
Tulisan di atas merupakan sepenggal postingan sore hari di timeline line. Semoga tersampaikan kepada orang-orang yang dituju.

Kecewa berat sama mereka, yang aku anggap berilmu, faham, namun tak menggunakan ilmunya untuk menghadapi untuk menyikapi sebuah masalah.

Kecewa kepada mereka yang aku percaya berbeda dan memiliki pandangan lebih luas dari yang lainnya tetapi entah mengapa mempersempit pemikirannya sendiri ketika dihadapkan suata masalah.

Ah sudahlah, tak mungkin bisa memaksakan kehendak terhadap orang lain.

Apa yang bisa kita kontrol adalah apa yang ada pada diri kita, bukan orang lain.

Di sini aku hanya mengajak mereka, kalian, untuk keluar dari kotak sempit itu menuju kotak yang lebih luas.

Mindset itu yang perlu dirubah. Pola pilir dan pandangan itu yang perlu diperluas.

Siapkan hati dan pikiran untuk menerima segala cara Allaah untuk menaikkan derajat kita. Jangan diam di tempat tak beranjak.

Kalo masih suka duduk di sini, lantas kapan mau naik kelas? Naik ke level berikutny? Level yang semakin mendekatkan kita kepadaNya?

Semoga Allaah melembutkan hati-hati kita, menjernihkan pikiran kita, membuka wawasan kita melebarkan sudut pandang kita.

Yuk belajar menjadi seseorang yang lebih dewasa. Karena dewasa itu pilihan sob!

@dari sudut kota Bandar Lampung, 10 Juni 2015, 16.21

Kamis, 26 Maret 2015

setengah isi setengah kosong

Diposting oleh Nurul Hasanah di 16.19
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum sahabat
Pernah mendengar kisah ttg gelas setengah isi setengah kosong?

Alkisah sebuah gelas terisi setengah air. Ada yg beranggapan/menyebutnya: "gelas tsb setengah isi" dan ada yg menyebutnya "gelas itu setengah kosong"

Apa yg terlintas dlm pikiran kita?

Pendapat kita mengenai gelas tsb dpt menafsirkan cara pandang kita thdp sesuatu. Penafsiran terhadap gelas setengah terisi merefleksikan bahwa si penafsir merupakan seseorang yg optimis. Dan sebaliknya.

Coba renungkan.
Penafsiran pertama mngenai gelas setengah terisi ini dianalogikan dg rasa bersyukur kita thdp sesuatu yg kita punya. Pun sebaliknya. Pandangan terhadap gelas setengah kosong tadi merefleksikan diri ini tak pandai bersyukur. Melihat sesuatu dari segi negatifnya saja. Hal2 spt inilah yg mengerdilkan pemikiran kita. Padahal Allaah SWT telah menciptakan kita dlm sebaik2nya bentuk. Tetapi mengapa kita masih saja melihat, menilai, menganggap diri kita/orang lain begitu lemah.

Sahabatku, dikala kita menjudge diri ini lemah dan hanya melihat dari segi kekurangan kita, kemana rasa bersyukur yg seharusnya selalu kita haturkan kepada Sang Maha Pemberi Nikmat.

Ayolah, mulai sekarang fokus lah pada apa yang ada dalam dirimu. Apa yg telah Allaah berikan kepadamu. Dari situ insyaa Allaah akan kau temukan potensi dirimu yg selama ini tertutupi karena rasa pesimismu terhadap diri, terhadap Sang Maha Pemberi.

Pada kesempatan belajar bersama, salah satu guru saya menceritakan petuah kakek beliau yg kurang lebih berbunyi: "orang itu tergantung setelannya (pengaturanya), mau diatur kencang atau diatur lemah"

"Fabby ayyi alaa irrobbikumaa tukadzibaan"
(Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yg kau dustakan?)

Semoga bermanfaat ^^

Selasa, 17 Maret 2015

Baikan \m/

Diposting oleh Nurul Hasanah di 10.38
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers...

Setelah baca tulisan2 terakhir yang sedih2 sekarang saya mau bayar hutang buat ngasih tulisan yang seneng nih hehehe

Jadi kemaren sore galau berat tuh balik dari kampus. Alhasil sebuah chat singkat melayang. Aku mutusin buat ngobrol langsung sama mereka. Tadinya pengen ngobrol di luar aja kan. Yakali kalo ngobrolnya di kosan ga enak kan kalo terjadi apa2. Kalo di kampus takut ga fokus ntar keganggu ini itu huwekekekek....

Nah karena kemageran dini nya si r taralala jadilah aku yang ngalahin buat nyamperin mereka ke kosan. Tadinya mau minta temenin tia. Tapi tu anak lagi sibuk mau lomba MTQ. Yaudin deh dari pada hati ga tenang mulu akhirnya memberanikan diri buat ke sana sendiri. Ba'da Ashar langsung siap2. Eh pas udah rapi hujan turun bung... tadinya mau nekat. Tapi akhirnya nunggu reda sih. Alhamdulillaah ga lama hujan reda. Jadilah menggelinding ke kosan sarah. Eh btw ga langsung deng. Aku ngeles dulu melipir ke kamar ade. Kebetulan sebelahan sama kamarnya si sarah. Terus pas udah mau nyamperin mereka kok makin dagdigdug seriusan deh itu kayaknya semua katup di jantung berlomba2 buat membuka tutup dirinya #tsaaah *efek abis belajar sistem kardiovaskuler nih*

Bismillaah meluncur ke TKP. Awalnya kikuk bgt. Tapi lama2 suasana mencair dan kami pun saling mengungkapkan isi hati *elaah udah kayak apaan tau*

Dipersingkat aja deh biat fa ngantuk bacanya hehehe. Alhasil kita udah baikan horeee

Pelajaran yang didapet dari kejadian akhir2 ini:
1. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan
2. Apapun itu mending dikomunikasikan terlebih dahulu deh biar ga misscomm
3.
4.
5.
Isi sendiri deh buat pr hehehe --v

Alasan kenapa aku balik ke mereka itu...
1. Aku teringat kalimat terakhir mereka ketika tempo hari kita sempet buka forum. Sarah: "sarah masih mau diingetin mbaa". R: "aku maunya kakak ga pernah bosen ngingetin aku".
2. Kalo aku ngejauh terus siapa yang bakalan ngingetin mereka?
3.Ternyata dg menjauh itu bukan sebuah solusi tapi malah menimbulkan masalah baru
4. Ini yang paling utama nih. Rasa sayang ke mereka udah terlalu dalem. Aku ngerasa semacem ada something yg ngiket kita, ngedeketin kita. Yaah semoga hal tsb suatu hal yg baik. Aamiin

And for the last but not the least... Mulai sekarang insyaa Allaah bakalan saling berbenah dan menemani proses perubaham diri menuju insan yang kamiil.

Uhibbukunna Fillaah {}

Minggu, 15 Maret 2015

H+3

Diposting oleh Nurul Hasanah di 00.34
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum..

saat ikatan melemah
saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan
saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api
dan saat kebaikan justru melukai

aku tahu…
yang rombeng bukanlah ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit
atau menjerit
mungkin dua2nya
mungkin kau saja
tentu terlebih sering
imankulah yang compang-camping

Kutipan puisinya ust. Salim ini benar2 mewakili perasaan. Ini adalah hari ke 3 setelah aku melayangkan pesan singkat agak panjang tsb.

Hati terasa seakan teriris iris. Hari pertama seketika aku memimpikan kita. Tapi mimpinya gaje bung hehe... Hari kedua kita ketemupun seharusnya masih satu panitia dalam satu acara. Ntah apa alasanmu untuk tidak hadir memenuhi amanahmu tanggung jawabmu sebagai panitia. Mungkin salahku. Mungkin karena masalah ini. Entahlah. Semalam aku bermimpi lagi. Tentang kita. Yap lita berempat. Bahkan dalam mimpipun aku masih berharap suatu saat nanti Allaah menurunkan keajaibannya. Melembutkan hati kalian Dan membukanya untuk bersiap menerima hidayah-Nya. Dan kala itu... datanglah kembali. Kami siap untuk kembali merajut ukhuwah.

Mungkin kami memang egois. Maaf. Namun apa daya. Kami tak sanggup lagi menyaksikan kalian di depan mata kami berbuat demikian. Tanpa mampu mencegahnya. Teguran dan nasehat mulai tak mempan
 Apalah daya kami?

Inginkah kau tau apa point untama dari permasalahan kita ini?
Sebuah tanggung jawab. Sebuah kewajiban.
Ketika kita masih bersama namun kita tak bisa saling nasehat menasehati apalah jawabku ketika nanti aku ditanya?

Maaf. Iman ku naik turun. Aku masih blm bisa mencari solusi terbaik. Memang, seharuanya aku mendampingi kalian yang tengah berusaha dalam proses perbaikan. Namun... sekali lagi maaf. Aku ga sanggup melihat kalian di depan mata namun ku tak mampu berbuat apa-apa.

Kamis, 12 Maret 2015

Let Her Go :(

Diposting oleh Nurul Hasanah di 15.20
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum...

Aku masih ingat awal mula perkenalan kita, berawal dari rasa penasaran akan dirimu. Seorang akhawat yang belum ku kenal, namun sering ku perhatikan di sela-sela kelas baru itu. Dan tak disangka-sangka berawal dari pembagian kelompok PKN, kita mulai bertemu. Mulai saling sapa. Ternyata... kamu orangnya cukup wellcome. Atau karena saat itu kamu lagi kesepian ditinggal temanmu yang sedang terbaring sakit di rumah sakit? atau karena kamu lagi ada masalah dengan teman sekosmu? entahlah, yang pasti, yang kutahu, Allaah mendekatkan kita dengan cara-Nya.

Perlahan kita saling mengenal satu sama lain, berusaha saling memahami. Sahabatmu menjadi sahabatku, begitupun milikku.

Banyak kenangan yang telah kita lalui bersama.

Aku rindu masa-masa dimana kita berempat saling canda, terhanyut dalam tawa.
Aku rindu masa-masa dimana kita saling tunggu saat pulang kuliah.
Aku rindu masa-masa dimana kita saling tunjuk untuk memilih sebuah tempat makan.
Aku rindu... aku rindu kita yang dulu.

Kini,, saat semuanya berubah, semenjak kau mengucapkan kata itu untuknya. Kitapun berbeda.
Dari awal aku sudah mengingatkanmu "jangan sampai apa yang udah ada rusak"
Dan persis seperti dugaku, kini jalinan yang kita rajut sekian lama perlahan merapuh. Dan malam ini, akupun telah memutuskannya, berusaha siap akan segala konsekuensinya.
Setelah sekian lama aku memikirkannya dan mempertimbangkannya matang-matang.

Sampai sekarangpun masih kutunggu respon dari kalian.
Bukaaan... bukan maksud hati ingin kalian menahanku untuk tidak pergi, namun aku kah yang harus melepasnya?
sejujurnya aku ingin kalimat itu. kalimat dari kalian, yang mengisyaratkan untukku tetap tinggal. Di sini, bersama sama.

Berat sekali rasanya melepas kalian, namun aku tak tahu lagi harus berbuat apa?
Hanya do'a yang mampu kuandalkan, semoga hal ini akan membuat kita saling muhasabah diri.

Aku masih tetap berharap, kita bisa seperti dulu lagi, sama-sama lagi. Aku pernah bahkan sering membayangkan persahabatan ini berlangsung sampai kapanpun, sampai kita dipertemukan kembali di Jannaah kelak.

Aku masih berharap bisa menyelesaikan masa-masa sulit kuliah bersama kalian, melewati terjalnya dunia per Ko-Ass an dengan kalian. Bahkan membangun klinik/rs bersama. Pasti sangat indah.
Masih ingin mendampingi sampai satu persatu dari kita melepas masa jomblo kita. Ingin menjadi salah satu orang istimewa di hari bahagia itu.

Ah entahlah, mungkin hanya harapan semu yang kurangkai dalam benakku.
Di sini, masih di sini, aku berharap kita bisa kembali seperti dulu.
Semut saja bekerja sama dalam kelompoknya untuk bertahan hidup, bagaimana kita?




Kamis, 15 Januari 2015

Dear you guys, D'MASTER :)

Diposting oleh Nurul Hasanah di 04.16
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers, selamat pagi menjelang siang :D

Sudah kah kalian memenuhi hak lambungmu pagi ini? *ini ceritanya latihan gitu yak heheh*

Ok so, disini sekedar sekilas info, seperti biasa sih, ingin menuangkan uneg-uneg yang tetiba melintas gitu aja. Jadi ga sengaja buka taq-an notes di fb, dan you know, itu notes-notes udah lama nya kelewat banget, kalo bisa karatan mungkin sudah menjamur deh (?)
hehehe :D

Jadi ga sengaja nih iseng ngescrol up scrol down dan yang ada adalah jeng jeng jeng, yuppie kebanyakan taq-an dari anak-anak d'master, oh iya bagi yang belum tau d'master itu apa, jadi d'master itu nama kelas ketika sma, mulai dari kelas XI-lulus bahkan sampai sekarang, yap kami adalah keluarga :")

Kalo penasaran nih sama d'master boleh deh distalk tulisan saya yang ini :> D'MASTER hehe selamat menikmati kealayan kami XD

Oke balik ke tema awal, jadi kan tadi seliweran di notes tuh, baru ngebaca beberapa tulisan dan beberapa judul notes itu, ngebuat pikiran kembali melayang ke masa-masa SMA, hmmm kembali lagi merindukan mereka. Entah di manapun kalian, telah menjadi apapun kalian, dan sedang apapun kalian, semoga kalian tak melupakan keluarga besar kita yang telah kita bangun semenjak hari pertama kaki-kaki kita menapaki tahun ajaran baru untuk kelas XI kala itu, keluarga yang kita bangun dengan penuh canda tawa maupun duka lara. Banyak hal yang menyenangkan maupun tidak telah kita lewati bersama, semoga suatu hari nanti kita dapat kembali mengumpulkan puing-puing memori yang masih tersimpan rapi di benak kita. Ini bukan tentangku maupun tentang mu ataupun dia, ini tentang kita, hab euch so vermiss guys :")

Senin, 12 Januari 2015

Tentang Kita ^^

Diposting oleh Nurul Hasanah di 00.34
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers... ^^


Kutuliskan kisah tentang kita, kisah yang berawal di penghujung 2014. Dimana kita saling dipertemukan di kampus hijau dengan almamater yang sama. Kalian dan aku, kita awalnya tak saling bertemu, tak saling sapa, tak mengenal satu sama lain. Namun ku bersyukur kepada Rabb-ku yang telah menghantarkan kita kepada sebuah ukhuwah yang indah ini.

Canda tawa jadi satu, ada kalanya saat-saat dia melebur dalam sendu, mana kala ego kita telah berbicara. Namun satu yang ku tau, ukhuwah tak perlu diperjuangkan, ia adalah pancaran dari iman :")

Dears meine liebe Schwestern, tak ada ikatan darah antara Kita, namun ku menyayangi Kalian melebihi saudara biasa. Seringkali ku bertanya-tanya, oh inikah makna "Uhibbukum Fillaah?"
dan jawabannya, "Ya", insya Allaah "ya"

Yaa Robb, yaa Lathief, lembutkanlah hati kami, perkenankanlah persahabatan ini sampai nanti, persatukanlah kami dalam jalan menuju-Mu, sampai kaki-kaki ini menapaki Jannah-Mu, aamiin..

Teruntukmu, adik-adikku
Ronna, Sarah, Tia...
Uhibbukum Fillaah ^^

 

Autumn itu Maple Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea