Kamis, 20 November 2014

Ta'aruf is My Way : "sebab cinta saja tidak cukup"

Diposting oleh Nurul Hasanah di 00.48
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers,,,

Alhamdulillaah beberapa waktu lalu, kami dari tim @Muslimah Talk meluncurkan buku kedua kami yang judulnya Ta'aruf Is My Way, dengan tagline 'sebab cinta saja tidak cukup'

Jadi di buku kedua ini berisi 10 kisah ta'aruf yang berdasarkan kisah nyata, beberapa adalah kisah dari para Followers MT nah sisanya dari para kru MT :D

Dari semua kisah ini ga berujung happy ending, ada haru ada pilu juga loh hehhee,
selain itu dibalik kisah-kisah tadi kami menyelipkan 'Ibroh/hikmah dari cerita tersebut.

Buku nya unyu banget, kecil simpel dengan harga terjangkau, cukup bawa Rp. 46.000 ke gramedia bisa bawa pulang #Ta'arufIsMyWay loh :D

so, tunggu apa lagi, yuk diserbu ^^



Sahabat Baik

Diposting oleh Nurul Hasanah di 00.28
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers...

beberapa waktu yang lalu ngebikin tulisan untuk bahan kultweet, supaya ga terpendam dimakan tweet-tweet selanjutnya, jadi kepikiran buat nge-repost disini, sekalian buat pengingan juga hehehe,

selamat membaca  :D

Assalamu'alaykum dear salihat ^^
Bahas apa yah enaknya malem ini?

Hmmm ukhmin lagi kepingin bahas tentang 'sahabat' nih hehe, adakah yg sedang rindu sahabatnya?

Sama dears, ukhmin juga sedang rindu sahabat2 salihat ^^

Baiklah langsung saja, tau ga sih dear betapa sempurnanya islam. Sampe hal spt persahabatanpun sudah diatur :"

""Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara..." 

"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (Az-Zukhruf : 67)

Nah pada sebuah hadits disebutkan bahwasannya Allaah akan menaungi 7 golongan pada hari ketika tiada satupun yg mampu menaunginya

Nah, salah satu dari golongan tsb adalah "orang yang saling mencintai karena Allaah"

Maksudnya apa sih min kok jadi bahas cinta2an? | eits jangan di stop dulu makanya dear, lanjut di stalk aja yuk hehe --v

Jadi, maksudnya orang yang bertemu dan berpisah karena Allaah akan dinaungi pada hari akhir dear

Salah satu contohnya yaitu kedua/lebih sahabat yang bertemu dan merajut persaudaraan atas dasar kecintaan kpd Allaah

Niatnya Lillaah insya Allaah persahabatan tsb akan sampai ke Syurga

Beda dengan yang sahabatannya atas dasar selain Allaah, krn memang sudah disebutkan di Az-Zukhruf 67 tadi dear :"

Sahabat yang baik ialah, apabila dengannya mengingatkanmu kepada Allaah

Sahabat yang baik ialah, Ia yang menegurmu dikala kau lalai, dikala kau futur, 

Sahabat yang baik ialah, ia yang mengingatkanmu bukan meninggalkanmu dikala kau salah

Sahabat yang baik ialah, ia yang merangkulmu dan barjalan bersamamu, bukan mendahuluimu, meninggalkanmu

Sahabat yang baik ialah, ia yang mengajakmu menuju Allaah ketika bersama maupun berjauhan

Namamu tersebut dalam bait-bait do'anya, pun tanpa kau mengetahuinya 

Sahabat yang baik lahir karena kecintaannya kepada Allaah, maka dengannya pun menambah kecintaan kita kpd Sang Maha Cinta

sekian dulu ya dear semoga tweet mengenai sahabat terbaik barusan nermanfaat. 
Uhibbuki Fillaah ^^

Salam
@muslimah_talk
Keep Syar'i and Inspiring dear ^^

Beberapa Nasehat sebagai Renungan

Diposting oleh Nurul Hasanah di 00.25
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers...

nemu ini dari broadcast-an temen, dan maknanya dalem :")
dibaca yuk...

Beberapa Nasehat sbg renungan kita.

1. Apabila kamu melihat orang lain kagum kepada dirimu, ketahuilah bahwa mereka sebenarnya lagi mengagumi keindahan yang dimunculkan Allah dari dirimu, sementara mereka tidak mengetahui kejelekan yang ditutupi Allah pada dirimu. Oleh karena itu bersyukurlah, jangan tertipu!!

2. Bila kamu ingin bahagia jangan banyak termangu oleh ingatan-ingatan masa lalu. Jangan terikat di belakang orang yang tidak mempedulikanmu. Tidak ada orang yang mati gara-gara berpisah dengan orang lain. Bersyukurlah kepada Allah terhadap nikmat lupa kepada ingatanmu!

3. Jangan beropsesi menjadi lebih baik dari pada orang lain, tapi beropsesilah untuk menjadi lebih baik dari pada dirimu kemaren!

4. Kecilkan akalmu ketika kamu sibuk berinteraksi dengan akal orang lain, dan besarkan akalmu ketika kamu fokus kepada dirinya.

5. Diam dalam posisi sulit akan melahirkan penghormatan, kebalikan dari pertengkaran dan perdebatan yang akan melahirkan kebencian dan dendam.

6. Berinteraksilah dengan orang lain atas dasar dia adalah orang yang paling penting dalam hidupmu. Bukan artinya kamu akan merasakan bahagia dari sikap seperti itu. Akan tetapi selanjutnya kamu akan memiliki teman yang banyak, yang memberikan rasa yang sama kepada dirimu.

7. Bergaullah dengan orang yang mempunyai kepribadian positif, karena ia akan memberi pengaruh kepada pikiran, akal dan tingkah lakumu. Tanpa disadari kamu juga akan berubah menjadi orang yang berkepribadian positif. Setelah itu kamu akan mulai memberi pengaruh positif juga kepada orang lain.

8. Bila kamu dinasehati orang lain dengan cara yang keras jangan potong pembicaraannya. Ambillah faedah dari tanggapan-tanggapannya terhadap dirimu. Di balik kekerasannya itu sebenarnya ada rasa cinta yang mendalam. Janganlah bagaikan orang yang memecahkan alarm pengingat yang tidak berdosa, kecuali ia telah membangunkanmu dari tidur!!

9. Senyum itu tidak akan membelikan untukmu sebungkus roti, akan tetapi ia akan membelikan untukmu jiwa yang banyak.

Karenanya, Maha Suci Allah yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, yang dengannya kita akan mendapatkan pahala.

Salah kaprah dalam Ber-Hijab, Part 1

Diposting oleh Nurul Hasanah di 00.23
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers...

Jilbab, dulunya orang-orang mengenakan jilbab disebut Jilbabers, sekarang mulai bergeser menjadi Hijabers. Bedanya apa?

Dulu kata-kata Jilbabers ditujukan kepada mereka, para akhawat berkhimar panjang, namun sekarang munculah Hijabers, sebutan untuk para pengguna kerudung modis yang dimodifikasi sedemikian rupa semenarik mungkin. Inalillaah...

Sebenernya apa sih makna Jilbab, Hijab?

Hijab berasal dari bahasa arab yang berarti penghalang. Sedangkan Jilbab adalah pakaian longgar yang menghalangi mata untuk melihat bentuk tubuh seseorang. Jadi kelir ya masalah Hijab dan Jilbab. Secara detilnya apa dan bagaimana insya Allaah akan dibahas dalam tulisan selanjutnya, kali ini lagi pengen fokus ke masalah kesalah kaprahan dalam berhijab.

Jadi yang dimaksud jilbab tadi kan pakaian longgar untuk menghijabi diri. Pernah ngeliat cewe pake kerudung agak lebar, pake rok agak ngegantung dan baju yang sebenarnya panjang namun jadi memendek karena dililitkan belt (ikat pinggang) diperutnya?

Sedih, miris melihatnya.
Dears, sebenernya esensinya berhijab itu apa? Menutupi sesuatu agar tidak nampak kan? Terus kalo bajumu kau tambahi belt dipanggulmu itu esesnisnya apa? atau apabila bajumu kau masukkan sehingga ujung rokmu membentuk melihatkan pinggangmu, itu esensinya apa shalihat???

Kembalikan lagi kemakna dan fungsi serta tujuan berhijab yuk dear,

Takut ga modis? Takut ga mengikuti jaman?
Masa rasa ketakutan akan hal-hal duniawi mengalahkan rasa ketakutan kita terhadap azab dan siksa Allaah sih dear ._.

Yuk cross and check lagi pakaian kita, apakah sudah sesuai syari'at atau belum. Apa yang perlu diperbaiki lagi. Yuk sama-sama belajar dan saling mengingatkan dear ^^

Karena sejatinya cantikmu kian terjaga dikala kau mengenakan pakaian taqwamu dear :")

Rabu, 19 November 2014

Please, Don't Judge a Person from his Past!

Diposting oleh Nurul Hasanah di 23.55
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers,

lama banget ga berkelut di dunia blog bikin hati meronta-ronta ingin menuangkan semua uneg-uneg, *tsaah agak didramatisir dikit biar keliatan kayak di sinetron-sinetron hehehe*

Segitu aja deh prolognya, nanti kalo diterusin malah jadi salah tulis, curcol nanti malahan wkwkw

Oke fix kita mulai aja deh,
Pernah ga sih denger kalimat gini "Ah diamah orangnya gini, gue paham bgt dia dari dulu" atau gini "Gue mah tau dulunya dia kayak gimana, baik buruknya kayak gimana paham bgt gue"
Hayoo pernah ga? atau malah jangan-jangan itu kalimat sering keluar dari mulut kita?

My dearest, tau ga kisah nya sayyidina Umar bin Khattab sebelum masuk Islam, sebelum tersentuh cahaya indah Islam. Beliau adalah sosok yang sangar ditunjang postur tubuh yang makin membuatnya menyeramkan, sampa-sampai pada suatu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah sampai geli ketika melihat setanpun terbirit mencari jalan lain karena jalan yang mau dilaluinya hendak dilintasi Umar. Keperkasaannya ingin menghabisi Rasulullaah bahkan sampai tega menghajar adik kandung dan adik iparnya sendiri ketika mengetahui bahwa mereka telah beriman. Namun ketika cahaya itu menyentuh hatinya, ketika hidayah melelehkan ke-sangaraanya, dikala itu Umar berubah total, menjadi sosok yang amat dicintai Rasulullaah. Bahkan tak jarang ia menitikkan air mata tiap kali dibacakan ayat-ayat-Nya, Subhanallaah :")
Beliau menjadi Khaliffah kedua sepeninggalan Rasulullaah dan menjadi pemimpin yang amat baik pada masanya. Pemimpin yang amat zuhud. Pemimpin yang tak memiliki rakyat yang harus disantuni, karena saking bijaknya beliau dalam mengatur negara, sampai-sampai tidak ada penduduknya yang miskin, Masya Allaah :")
Yang seperti ini kah yang kau sebut orang jahat? Yang seperti inikah yang kau judge dari masa lalu kelamnya?

Atau contoh lain adalah ia Khalid bin Walid sang pedang Allaah. Sebelum mendapatkan hidayah, khalid merupakan sosok pemberani nan tangguh. Karena kepemimpinannya lah di perang Uhud yang menewaskan paman tercinta Rasulullaah, Hamzah. Namun ketika Islam telah merasuki relung hatinya, menjadikannya sang pedang Allaah, julukan Khalid setelah masuk Islam.

Yang seperti inikah yang kau judge masa lalunya, dear?

Semua orang memiliki masa lalu dear, dan masing-masing orang memiliki masa kelam. Namun masing-masing orangpun memiliki hijrahnya masing-masing.
So, yuk mulai dari sekarang kita sama-sama belajar untuk tidak me-judge seseorang dari masa lalunya.

Jumat, 17 Oktober 2014

Teruntuk saudara baruku,

Diposting oleh Nurul Hasanah di 00.45
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Karena kamu,
Aku mulai menghindari musik dan teman-temannya
Aku mulai meprotect foto-foto di medsos
Aku mulai enggan untuk berfose bahkan berfoto ria bersama yang lainnya

Diawal pertemanan kita, aku telah merasakan kekuatan ukhuwah
Pancaran sinar yang hangat akan persaudaraan...

Setiap bersamamu mengingatkanku pada-Nya
Tanpa kau berucap...
Terkadang, kaulah yang menjadi alarm berjalan bagi diriku

Namun...
Aku mulai kecewa...
Ketika kutemui kau menanggalkan busana taqwamu saat keluar pintu,
Yaah walau hanya untuk sesaat

Aku mulai kecewa...
Ketika kau tak kuasa mengendalikan kesenangan dunia,
Ketika virus merah jambu merasuki hatimu,

Yah, ketika itu...
Aku hanya bisa menyentilmu,
Mengingatkanmu,
Dan mendo'akanmu,

Semoga namamu tetap berada dalam list nama-nama yang kusebut dalam lafadz do'a-do'aku

Uhibbuki fillah,
Dari sudut lain kota Bandar Lampung
17 Oktober 2014

Dalam dekapan ukhuwah

Diposting oleh Nurul Hasanah di 00.13
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
kubaca firman-Nya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku tahu, ukhuwah tidak perlu diperjuangkan
tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman

aku ingat pertemuan petama kita, ukhti sayang
dalam dua detik,dua detik saja
aku telah merasakan perkenalan
bahkan kesepakatan
itulah ruh-ruh kita yang saling sapa
berpeluk mesra
dengan iman yang menyala
mereka telah mufakat
meski belum saling sebut nama
dan tangan belum berjabat

ya, kubaca lagi firman-Nya
“sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu diperjuangkan
karena saat ikatan melemah
saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan
saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api
dan saat kebaikan justru melukai

aku tahu…
yang rombeng bukanlah ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit
atau menjerit
mungkin dua2nya
mungkin kau saja
tentu terlebih sering
imankulah yang compang-camping

kubaca firman persaudaraan itu ukhti sayang
dan aku makin tahu
mengapa dikala lain diancamkan, 
para kekasih pada hari itu
sebahagian menjadi musuh sebahagian yang lain
kecuali orang-orang yang bertaqwa

-Salim A. Fillah-

Senin, 06 Oktober 2014

Awkward Moment to the Max

Diposting oleh Nurul Hasanah di 01.37
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers,

05 oktober 2014,
bertepatan dengan hari raya idul Adha (di Indo), kalo di Arab sih tanggal 04 -_-
so ist das "Perbedaan" -_-"
berawal dari kegalauan beberapa hari menjelang idul adha, antara mau pulang ke rumah atau enggak, dan akhirnya memutuskan untuk stay di bandar lampung, karena beberapa pertimbangan.
Nah, gegara ga ada temen yang shalat ied tanggal 4, jadilah saya bersama-sama temen-temen seperantauan yang ga mudik shalat bareng. Aku, Fefe si anak tangerang sama si monika dari palembang janjian nih ceritanya mau shalat ied di masjid Al-Wasi'i Unila.

After shalat ied tadinya berencana mau balik terus belajar ngejer UAB yang notabene-nya itu hari kamis huwooo *guling-guling*
Niat awal ga mudik emang mau buat belajar, eh pas sabtu ceria, seceria gue haha, bukannya belajar malah JJS (jalan-jalan seharian) sama si tia, akhawat dari Batam. Tadinya cuma mau jalan ke karang nyari modem, eh kelabasan deh kita belanja ini itu dan lain-lain, huft dasar ciwi-ciwi heheh

Merasa berdosa gegara ga belajar sama sekali, akhirnya malemnya nugas deh ngebuat refleksi tutorial *kayak nya yang ini belom bisa dikategorikan "nugas" deh, wong nulis refleksi juga cuma berapa kalimat --"*

Lanjut ke hari berikutnya, hari minggunya, kita ciwi-ciwi kece yang galau ga mudik ketemuan buat ke wasi'i bareng. Kan tadi belom belajar nih ceritanya, jadi pengennya sih abis shalat ied itu langsung belajar, eh si monika ngajakin maen tuh ke rumah bibi (tante) nya. Na ja kita sih hayuk aja, namanya lebaran kan yak, mikirnya sih silaturahim gitu.

Pas sampe rumah bibinya, beliau keluar langsung menyambut kami, tamu yang tak diundang --"
pertama kali ngeliat bibinya monik kepikiran kayaknya kok pernah ketemu ya, kayaknya kok familiar yaaa dan kayaknya-kayangnya yang lain..

Pas disuruh masuk ke dalem, bibinya monik sama monik nyiapin tekwan khas palembang bingits, kebetulan banget mereka fix orang palembang hahaha, surgaaa :3

eits lanjuuut, nah pas di dalem bibinya monik nanyain nama kita masing-masing, pas aku nyebutin nama, beliau langsung bilang, "nurul yang pindahan dari Jerman yaa, nurul hasanah ya? saya hafal namanya, soalnya sempet baca surat dari PR 1" nah loh gubraaaak, pas beliau bilang "nurul yang pindahan ya"  itu aku kepikirannya si monik cerita-cerita soal aku ke bibinya, eh pas beliau ngelanjutin kalimatnya dengan bawa-bawa PR 1, langsung jleb, oke fix to the max, orang yang lagi ngomong sama gue, yang lagi dihadapan gue ini Wakil Dekan 2 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung :O

Gue yang langsung salting ga tau mau bersikap gimana langsung aiueo, huwek gagal mau jaga image deh -.-

Yang bikin hati banget itu, gue sempet manggil beliau dengan sebutan "buk" bukan "dok or dokter" aaaawkk maafkan aku dokter susi, aku khilaf T_T

berasa nih si monik pengen digetok kali yak, kenapa gitu ga bilang dari awal kalo tantenya itu PD 2 FK -______-

grrrrr


Sabtu, 20 September 2014

VMJ (Virus Merah Jambu)

Diposting oleh Nurul Hasanah di 05.42
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers,

Virus Merah Jambu = Jatuh Cinta
Entah kenapa ga ada angin ga ada hujan tetiba saya pengen nulis tentang VMJ.
Udah pada tau kan apa itu VMJ? Yap, virus yang satu ini ga putus-putusnya dan ga ada abis-abisnya buat diomongin.

Entah gimana kronologisnya, kenapa warna merah jambu erat kaitannya dengan simbol "Cinta".

Cinta
Satu kata penuh akan makna yang sangat amat sulit didefinisikan.
Memang betul, jatuh cinta itu fitrah manusia, tapi bagaimana kita menyikapinya itu lah yang akan menentukan kelanjutan si cinta itu tadi.

Cinta adalah hal yang agung, namun tak sedikit orang merusak keagungan cinta dengan kemaksiatan berkelanjutan.

Pernah denger istilah pacaran islami?
Sms-annya ngingetin ibadah, ketemuannya di tempat2 ibadah seperti pelataran masjid misalnya, dan diwaktu-waktu mustajab, sepertiga malam terakhir *gubrak*
Dears shalih/ah, dalam islam ga ada namanya pacaran islami.

Allaah SWT mengajarkan apabila sudah siap maka menikahlah, sedang apabila belum maka berpuasalah.

So, ga ada tuh perintah untuk berpacaran islami -_-"

nah, karena tadi niatnya pengen ngebahas VMJ, balik lagi yuk ke topik.
Biasanya yang di sebut VMJ itu manakala virus-virus cinta merasuki para aktivis dakwah. Yap, tak jarang para aktivis juga terjerumus loh ke lubang buaya ini, #eh

Kenapa bisa gitu? kan aktivis ngerti ilmunya?
My dearest, menjadi actives bukanlah patokan bahwasannya tidak ada lagi celah-celah kemaksiatan. Tetap saja setan berkeliaran disekeliling kita, pun sebagai aktivis.

Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah orang yang berpotensi terjangkit virus ini adalah orang yang hatinya kosong dari mahabbah (cinta) kepada Allaah, selalu berpaling dari-Nya dan dipenuhi kecintaan terhadap selain-Nya. Hati yang dipenuhi rasa cinta kepada Allaah dan rindu bertemu dengan-Nya akan kebal dengan virus ini, sebagaimana kisah nabi Yusuf yang digoda oleh Zulaikha.

Beliau juga memaparkan beberapa terapi untuk menangani si virus merah jambu ini:

1. Jika terdapat peluang bagi orang yang sedang kasmaran tersebut untuk meraih cinta orang yang dikasihinya dengan ketentuan syariat dan suratan taqdirnya, maka terapi pertama adalah sesuai apa yang dianjurkan baginda Rasulullah SAW.

"Hai sekalian pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah maka hendaklah dia menikah, barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah berpuasa karena puasa dapat menahan dirinya dari tergelicir ke arah perbuatan zina"


2. Apabila peluang pada terapi pertama tertutup maka terapi berikutnya adalah dengan meyakinkan dirinya bahwa apa yang ia impikan mustahil terjadi, lebih baik baginya untuk melupakannya.

3. Hendaklah ia mau meninggalkan virus ini karena dua hal. Pertama: Karena takut kepada Allah dan yang Kedua: keyakinan akan berbagai resiko menyakitkan yang akan diterimanya apabila ia gagal melupakan si dia, misalnya: sudah gagal dalam cinta plus dapat dosa pula, hadeh --"

4. Kalo masih ga bisa juga, coba gali kejelekan si dia, supaya ilfil gitu hehehe

5. Nah yang terakhir nih kalo masih juga ga mempan, udah langsung curhat aja deh sama Allaah dan minta dihilangkan tuh virus lope lope nya heheh --v

Segini dulu ya readers, insya Allaah ketemu ditulisan selanjutnya.

salam ukhuwah tanpa VMJ ^^




Sabtu, 13 September 2014

#AntaraIlmudanHarta

Diposting oleh Nurul Hasanah di 10.12
Reaksi: 
1 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers,

sedikit berbagimateri kultweet ^^

  1. tahukah dear bahwasannya menuntut ilmi merupakan sebuah kewajiban kita sebagai seorang muslim? #AntaraIlmudanHarta
  2. “Menutut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim” (HR. Muslim) #AntaraIlmudanHarta
  3. Bahkan Allah pun telah berjanji akan mengangkat derajat seseorang yang berilmu beberapa derajat seperti yg tertuang dalam surat Al-Mujadilah:11 #AntaraIlmudanHarta
  4. nah terkait #AntaraIlmudanHarta sayidina Ali bin Abi Thalib mengemukakan beberapa keutamaan ilmu bila dibandingkan dengan harta, merapat yuk
  5. “Ilmu lebih utama daripada harta, Ilmu adalah pusaka para Nabi, sedang harta adalah pusaka Karun, Sadad, Fir’aun, dan lain-lain” #AntaraIlmudanHarta
  6. “Ilmu lebih utama daripada harta, karena ilmu itu menjagamu sedangkan kamulah yang menjaga hartamu” #AntaraIlmudanHarta
  7. “Harta itu bila engkau tasarrufkan (berikan) menjadi berkurang, sebaliknya ilmu jika engkau tasarrufkan malahan bertambah #AntaraIlmudanHarta
  8. “Pemilik harta itu musuhnya banyak, sedangkan pemilik ilmu temannya banyak” #AntaraIlmudanHarta
  9. “Ilmu lebih utama daripada harta, karena di akhirat nanti pemilik harta akan dihisab, sedangkan orang berilmu akan memperoleh safa’at” #AntaraIlmudanHarta
  10. “Harta akan hancur berantakan karena lama ditimbun zaman, tetapi ilmu tidak akan rusak dan musnah walau ditimbun zaman” #AntaraIlmudanHarta
  11. “Harta membuat hati seseorang menjadi keras, sedangkan ilmu membuat hati menjadi bercahaya” #AntaraIlmudanHarta
  12. “Ilmu lebih utama daripada harta, karena pemilik harta bisa mengaku menjadi Tuhan akibat harta yang dimilikinya, sedang orang yang berilmu justru mengaku sebagai hamba karena ilmunya” #AntaraIlmudanHarta
  13. Nah segitu dulu yang bisa ukhmin share mengenai #AntaraIlmudanHarta semoga bermanfaat untuk kita semua salihat pendamba Syurga, aamiin ^^
created by : @_nurulhasanah



Minggu, 17 Agustus 2014

NN Hijab, Lahiraaan!!! :D

Diposting oleh Nurul Hasanah di 04.21
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers ^^

Alhamdulillah setelah angan-angan sekian lama, #tsaaah , lahirlah NN Hijab. 

Jadi, berawal dari kebosanan saya "ngangkrem" di rumah kalo kata mba enbe heheh gegara nunggu masuk kuliah masih lama, jadi lah kalo mau ngapa-ngapain bingung. Mau ini minta duit nyokap, mau itu minta lagi. Puspa pala pikachu hihihi >.<

Akhirnya tercetus lah ide buat bikin usaha sendiri #tsaaah

Abisnya yah, kalo di Jerman kan kalo udah masuk masa liburan biasanya kalo ga mudik ya nyari kerja. Na ja seenggaknya bisa ngisi tabungan lah. 

Nah berhubung di Indo ini ga kaya di Jerman, nyari kerja ga semau kita, jadi saya mulai bingung. 

Pernah kepikiran pengen nge-les (buka kursus) buat anak-anak kecil, biar ada kesibukan. Tapi ga dibolehin sama umi, takutnya nanti cuma bisa sebentar kan, kalo udah masuk kuliah kan ga bisa ngelanjutin, takut anak-anaknya kecewa dll gitu deh. Yaudah alhasil cari kesibukan lain. 

Berawal dari nge-chat mba enbe ngajakin doi bisnis. Awalnya doi ga mau. Bilangnya gini, "aku ga bisa dagang nuha" duh inget banget deh pas doi bales begitu. Terus dengan trik saya rayu tuh mba enbe, alhasil doi mau. 

Eh pas udah mau, doi ga sabaran pengen cepet-cepet mulai bisnis kecil-kecilan ala kadarnya kita ini, mihihihi :D

Daaaan taraaa Ahlamdulillah lahirlah -NN Hijab- *horeeee*

Kami masih menggeluti produksi khimar syar'i. Mohon do'anya insya Allaah akan segera merambat ke jilbab syar'i nya dears (re: gamis syar'i). 

Ada berbagai macam jenis. 
Ada segi empat bolak balik 2 warna,
Segi empat motif, pashmina. 

Dan semua warna dan ukuran bisa dipesan sesuai selera pembeli loh guys :D

Asik kan tuh?

Bahannya nyaman dipakai, mudah dibentuk, dan yang pasti tidak menerawang. 
Cocok banget buat ngampus, buat harian, buat keja dan sekolah juga bisa loh :D

Mau liat khimar yang lainnya?

Nih silahkan di invite:

Bbm : 7624A4B5 / 29E9D98E
Wa/sms : +6285691155979
Line : nurul.hasanah

Atau bisa juga follow:
Twitter: @NNHijab
Ig: @NN_Hijab

Ditunggu orderannya ya readers ^^


Anak FK ga bisa pindah kuliah, kata siapa? Ini Faktanya!

Diposting oleh Nurul Hasanah di 04.20
Reaksi: 
1 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers ^^

Agak serem yah judulnya hehe...
Yup sesuai judul diatas, kali ini aku mau bahas lebih tepatnya curhat mengenai pindah kampus alias alih study khusus prodi Pendidikan Dokter (PD) ya guys ;)

Kenapa khusus prodi PD aja? Karena untuk prodi lain itu bukan rahasia umum kalo para readers mau alih study. Biasanya yang sulit ditemui itu info untuk alih study prodi PD. 

Sharing dari pengalaman pribadi, sebelum saya memutuskan untuk alih study, terlebih dahulu saya mencari info selengkap-lengkapnya via internet. Mulai dari nge-gugel, kaskus, yahoo answer dll. Sampe-sampe saya nge-post di halaman kaskus gegara info-info di internet itu ga memuaskan, alis semuanya bilang kalo anak FK itu ga bakal bisa alih study (pindah kampus), kalo prodi lain masih bisa. 

Oke fix, karena saya ini orangnya kepo maksimal (re: pengen tau nya tinggi banget dan harus konkret hehehe) alhasil saya mulai mengumpulkan info mengenai universitas (PTN maupun PTS) yang punya alih study alias bisa menerima mahasiswa pindahan. 
Setelah itu saya mulai telpon univ nya satu persatu (saat itu posisi saya masih di Jerman). 

Nah pas udah nelpon beberapa univ di Indo dan udah ada sedikit kepastian kalo mereka bisa menerima mahasiswa pindahan, saya laporan ke ortu. Ortu saya langsung nyamperin univ terdekat, yaitu Universias Lampung (UniLa). 

Pertemuan pertama abi saya didampingi uwak dan kakak sepupu saya yang notabene-nya orang-orang pendidikan (kamsudnya kerjanya di bagian pendidikan hehe. Kebetulan uwak saya kerjanya di dinas pendidikan dan kakak sepupu saya itu dosen, jadilah abi saya minta ditemani mereka. Supaya ngobrol dengan pihak kampusnya luwes), eh kebablasan dah, back to thema! Nah setelah ortu saya datang langsung ke UniLa dan mendapat kepastian bahwa pihak UniLa bisa menerima saya, saya langsung mengurus semua keperluan. Mulai dari transkrip nilai sampe surat mutasi plus surat keterangan dari KBRI Berlin. After all jeng jeng jeng. Terbang lah saya ke indo untuk mengurus kepindahan saya. 

Dan sekarang Alhamdulillah saya telah resmi menjadi mahasiswa pindahan di kampus saya yang baru, Universitas Lampung, Fakultas Kedokteran, Prodi Pendidikan Dokter Umum. Orang menyebutnya "Kampus Hijau". Tak apa lah masih sama-sama UL ~> dari Universitas Leipzig ke Universitas Lampung :D

Nah yang perlu dicatat disini, kalo readers mau pindah, no 1 adalah akreditasi kampus lama readers harus sama atau lebih baik dari kampus yang dituju. Misal kampus lama readers akreditasi untuk FK nya A, nah readers bisa nih dafar ke Kampus baru yabg akreditasinya A juga. Kalo akreditasi kampus lama lebih buruk, misal B mau pindah ke kampus yg akreditasinya A, ya mana bisaaa -.-" 

Kemudian, pidahnya readers ini bukan karena di Drop Out (DO). Soalnya, mahasiswa yang sudah di DO, setau saya (dari hasil pencarian di internet melalui situs beberapa PTN dan PTS), tidak ada universaitas di Indonesia yang maunmenerima mahasiswa DO-an. 

Setelah itu masih ada beberapa syarat dan ketentuan lainnya. Nah untuk S/K ini bisa dilihat dimasing-masing laman Univ yang dituju. 

Sampai disini clear ya guys? 

Semoga bermanfaat dan bisa membantu para readers yang ingin alih study prodi PD ^^

Salam hangat untuk para calon dokter masa depan {}

Kamis, 14 Agustus 2014

Hanya coretan belaka

Diposting oleh Nurul Hasanah di 07.22
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum...

Udah sekian lama ga posting gegara terhalang media, huft. Tapi entah kenapa giliran bisa ngepost, giliran banyak waktu untuk nulis, semua yg ada di unek-unek yang kemaren2 pingin ditulis kabur semua, hmmm

Oke lah sembari ngumpulin mood dan ngerangkum ingatan buat nulis, kita sudahi dulu sampai disini. Wabillahitaufiq walhidayah wasalamu'alaykum :D

Sabtu, 24 Mei 2014

Konfirmasi, ceritanya :D

Diposting oleh Nurul Hasanah di 18.42
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Bismillah...

Assalamu'alaykum readers yang dirahmati Allaah ^^

Alhamdulillah akhirnya dapet kesempatan untuk ngisi blog ini lagi. Udah banyak uneg2 yang pengen dituangin dalam tulisan, biar ndak hilang hehehe,

Well, tulisan kali ini saya mau cerita lebih tepatnya konformasi #tsaaah *ngartis ceritanya* --"
Yap, jadi saat ini saya tengah berada di kota kelahiran, tanah air tercintah, kota Metro. Pastinya temen2 bertanya2, dan udah banyak banget yang konfirmasi langsung ke saya, alhamdulillah mereka mengambil jalan itu, *apa sih*... ya dari pada, pada ngegosip ngalur ngidul mending langsung ditanyakan ke yang bersangkutan to kalo memang penasaran :D

Dari banyak chat yang masuk, begitu sampai di Indo, mayoritas pertanyaannya itu: kok balik, padahal bukan waktunya liburan?
selain itu, ada pertanyaan identik yg hampir ditanyain semua orang yg ngechat saya -_-
Kenapa nurul balik abis? yah sedih banget, usw...

Okay, disini akhirnya saya menyadari, bahwasannya emang ga bisa ditutup tutupi.

Jadi ceritanya gini, Insya Allaah saya melanjutkan studi saya di Indonesia, Insya Allaah di Univesitas Lampung jurusan tetep Kedokteran Umum. Alhamdulillah ketika ortu nanya ke Unila, pihak Unila langsung meng acc untuk menerima saya sebagai mahasiswi pindahan, tapi sampai sekarang saya belum nyerahin berkas2 dan dokumen2 yang dibutuhin, soalnya masih nunggu syrat dari KBRI Berlin.

Nah kenapa saya pindah? Banyak pertimbangan dan alasan untuk mengambil keputusan seberat ini. Saya paham, saya menyadari sangat, pasti antum2 berpikir bahwa keputusan ini sangat disayangkan. Yaa itu betul, tapi saya memiliki alasan dan pertimbangan lain, sehingga saya mengambil keputusan ini. Insya Allah, saya mohon do'anya kepada antum2 readers agar segala urusan yang menyangkut studi dan masa depan saya dilancarkan dan dipermudah aamiin.
Insya Allaah saya mengambil keputusan ini ndak sendiri, ada diskusi panjang dengan orang tua, dan tentunga selalu dibarengin dengan shalat dan do'a. Berharap semoga langkah saya ini dituntun oleh Sang Khaliq.

Oiya sekarang mau ngebahas masalah kenapa saya balik diem2. Sebenernya ga diem2 juga sih, wong saya pamitan ke sesepuh dan sahabat2 saya di Leipzig ko :")
Memang saya berpesan kepada beliau2 untuk merahasiakan atau ga menceritakan hal ini kepada public dengan tujuan, saya ga mau kepulangan saya ini mempengaruhi mental temen2 yang sedang studi di sana, saya ga pingin ngebuat mereka down, itu aja. Bukan karena malu atau apalah. Sejujurnya ga ada kata malu dan penyesalan bagi saya, Insya Allaah. Apa yang telah terjadi saya syukuri dengan sangat, karena begai saya, setiap detiknya adalah pengalaman, yang didalamnya terdapat proses. Pendewasaan lah salah satunya. Yah mungkin kalo saya ga ke Jerman, saya ga akan mnjdi saya yang sekarang. Mungkin Allaah sengaja mencemplungkan saya ke negeri berpenduduk mayoritas Atheis tersebut untuk menyadarkan saya, dan membenahi saya. Ya pokoknya intinya, semuanya itu ada positiv nya ^^

Nah yang bikin saya heran saat ini, kenapa berita kepulangan saya bisa menyebar ke beberapa kota di luar Leipzig, bahkan sampe Berlin, Köthen juga ._.
Jadi, kayaknya pas saya udah cabut dari Jerman, kabar tersebut menyebar, haduh ckck
Yah mau dikata apa lagi, mau sedih2an? ga kan?
Yaudahlah, memang Allaah memberikan jalan kesuksesan kepada setiap umat itu beda-beda. Allaah sayang sekali sama kita, Allaah sayang sama saya, ga menyuruh saya berlama-lama dan berjauh-jauhan untuk menjemput kesuksesan tsb.

Tapi dengan adanya hal ini, Alhamdulillah Allah tunjukin siapa saja teman saya, siapa saja sahabat saya, dan siapa saja saudara saya. Saya menemukan mereka, yang benar2 menyayangi saya, mudah2an lillah :")

Dan pada akhirnya, ga ada kata yang lebih populer dari "SEMANGAT"
Tetap semangat untuk kita, Insya Allaah kita bertemu dengan kesuksesan kita masing-masing ^^


Senin, 17 Maret 2014

Pengukuhan PPI Leipzig

Diposting oleh Nurul Hasanah di 08.12
Reaksi: 
2 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum,,,

15.03.2014, berawal dari ide ketua baru PPI Leipzig buat ngadain acara macem willkommens party gitu, tujuannya buat perkenalan sama warga indo Leipzig sekaligus pengukuhan pengurus PPI Leipzig periode 2014/2015.

Awalnya udah terjadwal tuh acaranya jam 17. Eh sehari sebelum acara, dapetlah kabar dari kedubes Jerman dan Atase Pendidikan bahwasannya bapak-bapak pejabat ini pingin ngunjungi Leipzig, dan pingin kenalan sama anak-anak Leipzig. Jadilah acara dimajuin jadi jam 15 -.-"

Pas banget kan, untung kita udah reservasi ruangan untuk acara PPI, jadi ga begitu hektik, aber doch tetep hektik haha. Ditanya why?
Karena buat ngedapetin ruangannya itu penuh perjuangan. Tapi di skip aja deh, panjang lebar nanti kalo mau ikutan ditulis, biar jadi pengalaman pribadi aja :")

Oia, jadi unik nya di acara pengukuhan PPI Leipzig kali ini itu, kami dikukuhkan oleh pak Kedubes, Foke alias Fauzi Bowo :D
Kalo dipikir-pikir, kocak sih. Jarang-jarang kan PPI dikukuhin sama pak dubes hahahah :V

Ini dia susunan kepengurusan baru PPI Leipzig:
1. Katua : Reizky Inbatama
2. Wakil : Zelah
3. Bendahara : Nurul Hasanah
4. Sekertaris : Dinda


Bendahara lagi nih tahun, tapi beda sih sama tahun sebelumnya. Jadi kalo tahun kemaren itu, saya jadi bendahara PPI Leipzig nya ditunjuk secara sepihak sama pak ketua yang jabat tahun itu gegara pas itu lagi ada acara PPI dan kedudukan bendaharanya kosong plus ohne pengukuhan -.-"
Kalo yang tahun ini jatohnya lebih formal lah hehe..

Ya Allaah amanah amanah amanah, semoga kami bisa mengemban amanah ini dengan baik, aamiin..






Ini acara pengukuhan apa dimarahin masal yaa?   ._. ~~~~>>>>



Menghormati beliau dengan tidak menjabat tangannya ^^

Baiknya Allah :")

Diposting oleh Nurul Hasanah di 07.54
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum sahabat ^^

Beberapa waktu belakangan ini, hati ngerasa kosong banget, hampa gitu. Mungkin karena udah beberapa waktu, sekitar sebulanan kali nyaris ga ada liqo, terus pasnya ada kebentur sama hal lain, jadi ga bisa dateng, futur futur futur :(

Sampai pada suatu titik, lagi-lagi hanya do'a sebagai senjata pamungkasnya. 
MasyaAllaah, Allahuakbar, Maha Baiknya Allah :")
Ga nyangka bakalan secepet ini dijawabnya.
Semalem tetiba iseng pengen chatting murrobiyah, selain karena pengen ada yang ditanya juga pengen ngobrol hehhe

Eh gataunya, murrobiyah aku nanya gini "nurul mau lebih intensif lagi ga ngajinya?"
aaa mau mau mau pake banget to the max mbak :3
terus akhirnya aku curcol sekalian tentang kegalauan itu tadi. Apa coba jawaban murrobiyah aku?
Beliau nulis gini: "ya kan doanya baik, nurul mau dekat selangkah, Allaah mendekat berlari..."

ya Robb, Maha Baiknya Engkau, begitu sayangnya Engkau pada hamba-Mu yang malah sering lalai ini :"

Masih ga nyangka banget jawaban Allaah secepat ini, ya Robb :")

Rabu, 12 Maret 2014

Ketika harus ikut Pemilu

Diposting oleh Nurul Hasanah di 10.29
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum,,,

Pemilu, ah politik!
Denger kata itu sebenernya ga begitu tertarik. Jujur aku tipe orang yang ga peduli dan ga mau tau soal politik, entah itu politik dalam negeri maupun luar negeri. Yang mengambang menari-nari dikepala itu kalo denger kata "Politik" biasanya gini :ah politik sama aja, kalo landasannya masih bukan aturan syari'at islam ya palingan juga gitu-gitu aja" 

Saya memang tidak tertarik dengan masalah politik dan antek-anteknya dari awal. Jadi yah namanya juga ga ada ketertarikan, ya pasti udah mager aja kan mau nyari tau apa lagi ngikutin perkembangannya. Bukannya men-judge politik itu buruk ya, cuma einfach keine Lust drauf aja deh.

Nah, berhubung tahun ini, tahun 2014 bakalan ada Pemilu, dan di tahun ini pula lah kesempatan pertama aku buat ikutan (padahal hak memlih udah dari kapan tau, berhubung pas aku dapat hak memilih belom ada jadwal pemilu, yah jadilah hak tersebut baru akan dipakai tahun ini hehhe) :D

Sebenernya ga ada excited2 nya sama sekali sih. Tapi ada suatu titik dimana aku tersadarkan bahwasannya menjadi seorang yang golput itu sesungguhnya bukan lah suci. Sejatinya mereka yang golput itu tidak layak dikatakan golongan putih, tetapi goltam atau golongan hitam *korban broadcast*

Mulai tuh kebayang-bayang, apa coba yang bakalan aku omongin ketika malaikat nanti menanyaiku "kenapa kamu dulu ga ikut memilih"
Karena pada dasarnya segala sesuatunya ada pertanggung jawabannya. Kita ikutan milih pun harus punya landasan, karena nanti bakalan dimintai pertanggung jawabannya, begitupun dengan yang tidak ikut memilih pun akan dimintai pertanggung jawaban tersebut.

Dari sinilah mulai tergerak untuk searching2 soal parpol dkk, yang jujur sampe sekarang masih belum ngeh, sebenernya pemilu legislatif itu gimana dan bagaimana -_-"

Oiya yang ngebuat "agak sedikit" excited itu karena hak memilih pertama kali yang akan saya gunakan itu bukan di Indo, but di Jerman guys :D
Jadi pastilah sistem nya berbeda hahah
*padahal di indo aja ga ngerti sistemnya gimana* --"

Jadi, kalo di luar negeri itu ada panita khususnya juga loh buat menangani masalah pemilu ini. Jangan dikira mentang2 kita lagi di luar negeri, so hak memilih kita ga dikasih, NÖ :P

Kita tetep bisa ikutan memilih juga loh. Nama panitianya itu PPLN atau Panitia Pemilu Luar Negeri.
Saya ambil contoh di Jerman aja nih ya, soalnya kan saya milihnya dimari heheh --v
Kalo di Jerman itu kan ada 16 negara bagian, nah di Jerman ada beberapa PPLN. Satu PPLN biasanya megang buat beberapa negara bagian yang saling berdekatan. Karena aku tinggal di Leipzig (just info: Leipzig masuk negara bagian Sachsen) aku termasuk ke daftar PPLN Berlin. Ruang lingkup mereka  negara bagian sekitar berlin, kalo ga salah itu Berlin, Brandenburg, Sachsen, Sachsen Anhalt, Meckenlenburg Vorpmmern dan Thüringen.

Nah sistem kerja nya itu kita ada 2 pilihan bagi yang berdomisili di luar berlin. Opsi pertama bisa langsung datang ke TPS di Berlin dan Opsi kedua nya dikirimin kartu suara ke alamat kita masing-masing beserta amplop balasan buat dikirim balik ke berlin. Berhubung april itu udah masuk kuliah, jadi aku milih opsi yang kedua deh.

Nah segitu dulu deh sharing soal pemilu di luar negeri, sampai Pemilu April 2014 ^^

Senin, 10 Maret 2014

Masih #TIMSPJ 3 @Pedulijilbab

Diposting oleh Nurul Hasanah di 06.00
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum...

Berlalu beberapa hari semenjak pengumuman TIM SPJ Batch 3. Hal-hal yang udah kami lakukan adalah berta'aruf satu dengan lainnya. Mulai dari temen-temen TIM SPJ 1, 2 dan 3 tentunya. Awalnya kita saling ta'aruf di Grup official FB TIM SPJ gitu, terus si nisa usul dibuatin grup wasap, eh ternyata udah ada grupnya. Move on ke grup wasap, makin heboh :v

Karena perbedaan waktu, jadi kalo pas ngebuka grup wasap, tau-tau chattingan udah beratus-ratus aja. Mager stalking, kali menyimak aja hahhaha

Pasnya ada kesempatan ngerumpi bareng, eh ternyata, Masyaallah kagum maksimal sama TIM SPJ yang lain. Kenapa??? KArena semangat mereka itu, Masyaallah sekali ^^

Kebanyakan dari mereka masih duduk dibangku SMA, bahkan ada yang baru masuk SMA, Masyaallah. Semangat berdakwah mereka, semangat untuk membumikan hijab syar'i mereka itu luar biasa, patut diacungi jempol deh :")

Kadang ngiri sih :(
seusia mereka dulu itu aku masih jahiliyah, ya Allah T_T

Namun tak ada kata terlambat untuk memulai suatu kebaikan. Kalo udah ngeklik langsung lakuin. Do  the best ga pake nanti, karena taat itu ga pake tunda-menunda. Yakalo ditunda mulu kapan action nya :D

oke sekian dulu dah curhatan di pagi buta,

Guten Morgen ^^

Rabu, 05 Maret 2014

#TIMSPJ3 Peduli Jilbab

Diposting oleh Nurul Hasanah di 08.22
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum sahabat fillah ^^

Alhamdulillah pagi ini dapet kabar baik dari komunitas hijab syar'i yang namanya sudah melegendaris di Indonesia, siapa lagi kalo bukan Peduli Jilbab.

Jadi beberapa waktu yang lalu sempet ikutan daftar perekrutan TIM SPJ Batch 3, nah langkah-langkahnya sbb:

1. Isi Formulir
nah Formulirnya ini isinya ga cuma data diri aja, tapi juga banyak pertanyaan-pertanyaan yang kalo menurut aku, dari pertanyaan tersebut orang bisa tau keseharian kamu itu gimana, kemu itu orangnya gimana , gitu-gitu deh :D
Isi formulirnya online dan setelah di submit kita musti kirim foto via email ke Peduli Jilbab.

2. Chalange
Nah setelah melewati seleksi ketat, terpilihlah orang2 yang lolos seleksi pertama tadi. Tahap selanjut nya yaitu babak chalange. Jadi, kita diminta ngebuat essay singkat mengenai aksi nyata yang akan kita lakukan sesuai devisi yang dipilih kalo kita terpilih menjadi TIM SPJ Peduli Jilbab Batch 3 ini.

Alhamdulillah setelah mengikuti tahapan-tahapan seleksi perekrutan tersebut, nama saya tercantum di pengumuman terakhir yang diumumkan hari ini. Nah aku kemaren milih devisi Jilbab Share, tapi untuk kelanjutaanya bakalan ditempatin dimana masih kurang tau.

Dengan Bismillah, amanah baru, semoga Allah meridhoi dan dapat mengemban amanah ini dengan maksimal aamiin allahumma aamiin...

Belum tau sih tahap selanjutnya gimana, cuma yang ditulis sama mbak admin di web nya tadi, kita udah bisa join group official TIM SPJ.

Oia nanti tanggal 31 ada Rihlah di KRB, pengen ikut pake banget tapi apa daya jarak memisahkan kita hiks :'(

Semoga pertemuan2 selanjutnya dikasih kesempatan untuk hadir, aamiin..

Nah kelanjutannya gimana, kita tunggu episode selanjutnya!
Allahu Akbar!!!


bersama kita peduli, bersama kita berbagi, bersama kita saling mengingatkan :')

we care, so we share :")

Rabu, 26 Februari 2014

Pipi bakpao ala boboho ulala~

Diposting oleh Nurul Hasanah di 21.15
Reaksi: 
2 komentar Link ke posting ini
Assalamualaikum...

Huuuuhaaah Alhamdulillah akhirnya bisa buka mulut agak lebaran dikit plus ngomong agak jelasan lagi after operasi :D

Jadi gini loh ceritanya, tadi siang itu jam 14 waktu eropa tengah saya abis dioperasi nih huuhuhhu,, seumur-umur belom pernah, Alhamdulillah, yang namanya di jahit apa lagi di operasi, eh sekalinya operasi di Jerman, bah mantap kali kan tuh mihihih ^^

setelah diombang ambing lempar sana sini, berkali-kali termin ini itu, akhirnya kelar juga masalah gigi, mudah-mudahan ga ada masalah gigi yang baru lagi aamiin..

oiya kisah perombang-ambingan si gigi bisa di baca di episode sebelumnya, disini 

sedikit ngelanjutin kisah sebelumnya,,,,
setelah ketemu sama dokter bedah dan di periksa, terus di jelasin gigi mana aja yang harus dikeluarin dan serentetan penjelasan yang lainnya, akhirnya disuruh, dan lagi lagi buat apa? Termin lagi -_-"

Terminnya lumayan agak lama sih...

Awalnya ga ada rasa takut atau ngeri sih mau jalanin operasi mulut ini, eh pas hari H, di dalam tram menuju tempat operasi aku baca-baca berkas yang dulu karena beberapa harus ditanda tanganin. Eh pas ngebaca resiko dan kawan kawannya jadi merinding disko sendiri haduuuh ya Allah serem amat -.-

Bismillah aja deh o:)
Baru disuntik bius udah kesakitan, haduuh ruuul --"
Setelah semua daerah bius tebel, mulai deh para dokter dan asistennya beraksi menjalankan misi nya mengobrak abrik isi mulut saya *eh*

Kirain bakalan lama aja operasinya, eh gatau nya bentaran doang. Cuma rasanya di kursi operasi itu dag dig dug kayaknya lama banget huhhuhu
Mana pipi ditarik kesana kemari, takut aja kalo tuh bibir ntar robek atau giman-gimana gitu -.-
zum Glück Masya Allah ciptaan Allah mang paling sempurna, meskipun ditarik kesana kemari ga tau dengan tenaga berapa Newton deh itu tadi *lah kok jadi fisika* tapi tetep aja balik seperti sedia kala, tanpa kerusakan sedikitpun. Masya Allah perhitungan Allah emang maha dahsyat, ciptaan-Nya tak tertandingi :") 

Lama operasi sekitar satu jam deh, mungkin ga nyampe malah. Setelah operasi bener-bener ga ada mood banget buat ngomong. Ditanya dan di jelasin lagi sama dokternya harus ngapa-ngapain aja cuma jawab ja sambil manggut-manggut. Serius itu bener-bener rasanya pipi itu beraaat banget, berasa bengkak banget. 

Oia keinget tadi pas si dokter nya lagi ngejahit luka nya, pikiran melayang keinget si paul dan bathin dalam hati "wah si paul ntar kerjaannya bakalan kayak gini nih, ah kan ribet kan, ngejahit jaringan digusi kan pasti ribet banget, belom lagi kalo yang diurusin itu anak-anak, kan mulut nya kecil, cari spacenya juga pasti susah".

Hahaha sekarang makin kuat deh alasan untuk tidak berminat di kedokteran gigi -.-"

Aha,, sebelum operasi tadi dikasih kertas kecil gitu, apa aja yang boleh dilakukin after OP dan apa aja yang harus dihindari. menurut peraturan dan saran dokter emang seharusnya after OP itu ngurangin intensitas ngomong, eh yang namanya Nurul Hasanah ssusah kan kalo disuruh diem. Jadi abis OP tadi, aku dama Mutti langsung jalan ke Zentrum menuju Apotek buat ambil obat pereda rasa sakit setelah OP, karena bekas jahitannya pasti nimbulin rasa ga nyaman kaaaan.. Sepanjang jalan ga berenti dah ngomong, emang bener-bener yak pipi bengkak ga bisa buka mulut aja tetep aja berkicau -.-""" 

Ternyata tadi pas balik OP itu masih kuat banget pengaruh obat bius nya, jadi mau nyerocos sepanjang sepur juga kagak kerasa sakit. Eh pas udah di rumah, beberapa jam kemudian, mulai deh efek biusnya hilang, mulai deh nyut-nyutan huaaa...

Akhirnya maksain makan puding kentang buatan mutti,, untung kemaren si mutti abis bikin pudding, kalo enggak kan ribet musti masak yang lunak-lunak dulu. Jujur sih perut laper, tapi sebagai pasien yang baik kan harus mengikuti saran dokter. Kata bu dokter ga boleh makan dan minum selagi efek bius masih ada. 

Nah gegara ga tahan laper dan luka OP mulai nyat nyut akhirnya maksain diri deh buat nelen puding nya mutti, beuh mau ngabisin sepotong aja susah banget. Karena emang masih bengkak banget bibirnya dan susah buat buka mulut. Ngomongpun sebenernya ga jelas hahaha

Beberapa saat setelah minum obat eh pelan-pelan bengkaknya kempes, nyut-nyutannya juga hilang, Alhamdulillah. Perlahan-lahan mulai bisa ngomong dan ketawa ketiwi lagi, terus si paul dan mutti langsung ketawa deh nge merken aku bisa ngomong lagi hihihi ^^

Yah masih ada beberapa season lagi sih, kan masih musti ngebuka jahitannya lagi. Huah semoga nanti ga sakit dan bengkak-bengkak lagi deh aamiin. Serius ini pipi udah kayak boboho aja, emang dari sononya udah pipi bakpao ditambah bengkak abis OP, jadilah pipi bakpao plus boboho ulala >,<

Nurul after OP

pipi menceng binti mereng kesana kemari after OP. Itu ga terlalu keliatan tembemnya sih, aber trotzdem tetep TEMBEM -.-

Dokter gigiku bisa bahasa Indo loh :D

Diposting oleh Nurul Hasanah di 20.38
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamualaikum,,,


Mau cerita sedikit pengalaman ke dokter dah. Jadi, beberapa waktu yang lalu, sekitar desember deh kalo ga salah, aku mutusin buat cek ke dokter gigi, gegara ada masalah gitu di gigi dan gusi. Berawal dari gigi berlubang, eh gatau kenapa si gusi terlalu atraktiv deh pake tumbuh segala di lubang itu tadi -.-"

Awalnya ngira itu bukan daging gusi, eh lama kelamaan setelah berminggu-minggu kok nggak ilang-ilang gitu. Kirain mah kan bakalan ilang sendiri. Mulai agak khawatir mengapa gitu akhirnya mutusin ke dokter Nico Lindemann. Kenapa pilih ke dokter ini? Ada ceritanya hehhe

Cerita berawal dari kang Nandi, mahasiswa doktoral yang rajin ke dokter gigi Nico. Si kang Nandi dan keluarga beserta si kembar (anak-anak kang Nandi) emang udah langganan ke dokter Lindemann. Kang Nandi sempet cerita heboh gitu pas dulu pertama kali ke dokter gigi ini, karena si dokter jago bahasa Indo guys!!!!

What? iyaaa, jade si dokter gigi satu ini pernah tinggal dan kerja di Indo gitu, daerah Jogja.

Dari cerita menarik kang Nandi akhirnya saya memutuskan buat ke dokter ini aja deh, selain karena penasaran kayak apa jago ngomong indo nya doi, penasaran juga orangnya kayak mana :D

At dr. Nico Lindemann
Awalnya lagi belajar di bibli sama temen-temen, iseng deh nyari no telp praktek dokter gigi, nemu, langsung nyoba nelpon. Kata mbak-mbak resepsionisnya bisa dateng hari itu juga, langsung buat janji deh. FYI: biasanya kalo mau ke dokter disini lebih enak buat Termin (Janji) dulu, supaya ngantri nya ga lama. Pas udah sampe di tempat prakteknyaaa, jeng jeng jeeenggg...
Kirain mah praktek disini kayak di Indo, yang privat gitu, macem praktenya sendiri gitu, eh taunya ternyata di tempat praktek dokter Lindemann itu ga cuma satu dokter aja yang kerja disitu, ternyata kolleganya buanyak banget, beda buangeeet --"
Dateng langsung ke resepsionis dan ngurus berkas-berkas yang harus diisi. FYI: disini sebelum diperiksa kita disuruh ngisi berkas gitu, banyak banget deh. Pertama ngisi data diri, lengkap buanget. Terus nyentang-nyentang daftar penyakit yang kita punya. Terus biasanya ada juga pertanyaan soal riwayat operasi dkk gitu. Banyak bets deh intinya.
Berkas selese diisi, disuruh nunggu dokternya. GA lama si mbak-mbak yang tadi ngelayanin aku gatau ngilang kemana. Beberapa saat kemudian dateng lelaki berparas Jerman abiis *lah kan semua yang kerja disitu berparas Jerman* *maap biar drama dikit haha* --"
Sebenernya aku ga menyadari kehadiran si lelaki itu tadi sih, karena asyik ngobrol sama kiki (gadis semarang yang nemenin aku waktu itu). Tetiba ada yang bilang "kalian dari indonesia" yap kurang lebih nya gitu deh, si orang Jerman tadi nanya pake bahasa INDONESIA meeen!!! Sontak kita kaget dan langsung jalan ke meja resepsionis. Terus akhirnya kita ngobrol-ngobrol gitu. Ternyata bener, sesuai feeling, ini orang yang barusan nyapa pake bahasa Indo adalah dokter gigi yang dimaksud ama kang Nandi tempo hari...

Karena penasaran kenapa dia kok lancar bahasa indo nya, akhirnya melayang dah tuh pertanyaan. Ternyata sekitar 17 tahunan yang lalu si dokter Lindemann ini pernah kerja di puskesmas Jogja, dan kerja di UGM. Dia kerja di sana di bawah nama organisasi kesehatan besar dunia WHO.

Oooalah gitu to ceritanya, baru deh ngeh sekarang, pantesan aja jago. Eits padahal doi tinggal di Indo ga lama loh, lupa deh tepatnya berapa bulan. Tapi pertanyaannya itu kenapa dia tetep bisa keep kemampuan berbahasa indonesia nya gitu? Coba deh bayangin kalo misal nya kita yang ada di posisi dia, tinggal di negeri orang cuma bentar dan udah lama bahkan belasan tahun ninggalin negeri tersebut, masih ngerti ga dah sama bahasa negeri tersebut? I would say hmmmmhhh :D

Pas ngobrol sama si dokter saya malah gagu sendiri, dia ngajak ngobrolnya pake bahasa Indo, aku bingung ngejawabnya musti pake bahasa indo apa jerman. Kepengennya ngobrol pake bahasa indo, eh kok yang kelepas malah bahasa Jerman, duuuh -,-

Jadi malah kebalik gitu, dia yang orang jerman ngomongnya pake bahasa indo, eh ane yang orang indo malah ngomongnya pake bahasa jerman --"
*seriously ini bukan nya sol, tapi serius itu keluarnya begitu*

So, si dokter bilang ke aku kalo yang nanganin aku ntar itu kellega nya dia, bukan dia. Dan kollega nya ga bisa bahasa indo. Ya jelas lah -.-"

Ga lama, belom beres ngobrol eh si mbak-mbak yang di resepsionis tadi balik lagi, manggil aku dan diajak ke ruangan dokter nya buat diperiksa.

Yang periksa aku dokter cewek, Alhamdulillah, bathin dalam hati, yang periksa cewek jadi ga risih hehhee :v

Awal pemeriksaan, aku disuruh jelasin apa aja keluhannya, yaudah aku bilang aja semuanya. Terus dia minta aku untuk röntgen buat ngeliat keadaan tulang gigi nya. Nah terus dibawa deh sama asistenya dia ke ruangan röntgen. Abis itu dia jelasin bla bla bla dan akhirnya dia bilang aku harus ke kollega nya, yang lebih ahli dalam bidang permasalahan si gigi aku tadi -.-"

Akhirnya buat Termin baru lagi, karena ga bisa langsung diperiksa sama si kolleganya. Soalnya si Kolleganya lagi ga di tempat praktek.

FYI: mau apa-apa sama orang Jerman itu kadang agak ribet emang, dikit-dikit termin, mau apa-apa termin dulu. Dan Termin itu ga cepet loh, bisa berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Beuh sibuk-sibuk banget dah ah orang-orang Jerman -.-"

Akhirnya dibuatin termin baru sama si resepsionisnya, daaaan jangkanya ituuu ada deh lah itu hampir sebulanan.

Termin ke 2
Saat nya tibaaaa,, dateng lagi ke tempat praktek tadi, masih ditempat yang sama cuma beda gedung. Masuk ruangan dokternya, langsung udah nampang aja tuh di screen komputernya ada hasil röntgen tempo hari. Si dokter mulai meriksa, baru buka mulut dan ngeliat sebentar, doi langsung hands up T_T

Dokter ini bilang kalo dia ga sanggup nanganin masalah ini, katanya lebih baik dia transfer aku ke dokter bedah, karena aku mau gamau harus di operasi. Setelah ngobrolin persetujuan akhirnya dibuatin surat rujukan ke salah satu tempat praktek dokter bedah.

Balik dari situ nyoba langsung nelpon ke dokter bedah nya, dan ga diangkat, selalu busy yang ngejawab mesin mailbox mulu -.-

Karena kemageran saya buat nelpon alhasil, setelah berhari-hari dari dokter gigi Lindemaan baru deh berhasil nelpon resepsionis dokter bedah. Dibuatin Termin lagi, dan Terminnyaaaa, you know, itu yang kosong adanya lebih dari sebulan deh kalo ga salah jaraknya, dari hari H aku telpon itu -.-"

oke deh, capek. Di lepar dari dokter satu ke dokter yang lain sampe ke dokter bedah pula..

*** FYI tambahan deh: di sini kalo kalian mau ke dokter itu harus kudu wajib punya asuransi.

Cerita Bersambung~

Selasa, 25 Februari 2014

Emansipasi Wanita! Perlukah?

Diposting oleh Nurul Hasanah di 17.43
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamualaikum,

"kenapa sih cewek itu minta-minta emansipasi segala, giliran disuruh kerja yang berat kayak cowok aja ga mau!"

"ah gue sih ga begitu mendukung emansipasi kok"

"terus lu kenapa kuliah ke Jerman?"

"yakan gue ntar bakalan jadi ibu, kalo bisa jadi ibu rumah tangga aja sih gue juga mau"

"Iya terus ngapain kuliah jauh-jauh ke Jerman? kan ujung-ujungnya juga lu buat kerjaan kan!"

"enggak lah, kan ibu rumah tangga pekerjaan paling mulia. Ibu itu madrasah pertama buat anak-anaknya, orang pertama yang bakal ngedidik anak-anaknya, kalo ibunya ga berpendidikan gimana anak-anak lo mau berpendidikan?"

Sepenggal dialog diatas adalah dialog antara saya dan teman saya dikala kerja akhir pekan lalu. Memang sih dia bukan muslim, jadi agak susah untuk menjelaskannya.

Hmmm bicara soal emansipasi wanita, bukannya menentang atau ga setuju sih, lebih ke back to Islam aja deh. Kalo menurut saya buat apasih emansipasi?
Mau semua-semuanya disamakan tapi untuk beberapa hal tetep gamau?
contoh: untuk masalah antrian, biasanya di indo nih sering banget kan denger "ladies first ladies first". Padahal kalo kalian mau nerapin angan-angan persamaan derajat kalian itu, ga ada namanya ladies first gitu kan. Ya kalo mau ngantri atau jalan ya sesuai urutan aja, katanya tadi emansipasi, penyetaraan. Nah jadi sama-sama ngantri kan? mau dibilang setara kan? yaudah jangan gegara identitas kalian cewek jadi alasan buat nyerobot antrian dong.
contoh lain, dalam hal pekerjaan. Biasanya kerjaan berat macem angkat-angkat barang berat gitu kan kerjaan cowok. Biasanya kalian bilang gini kan "angkatin dong, kan aku cewek". Lah katanya emansipasi, penyetaraan, kok ngerjain pekerjaan cowok masih nawar *tepok jidat tetangga*

hmmmhh tarik napas dulu deh,,,,

Ga gitu loh dear, nih ya kalo dalam Islam semuanya itu udah diatur sesuai porsinya. Cewek punya porsinya sendiri, begitupun dengan cowok punya porsinya sendiri. Tinggal ikutin aturan syariat aja deh, wes ga usah repot, aman nyaman tentram wes.

Mau nantangin peraturan Allah? mau buat-buat peraturan baru? Yowes monggo silah keun, saya sih ga ngelarang. Cuma balik lagi deh, sebenernya yang kalian cari dari itu apa to?

Oia balik lagi ke dialog diatas, saya ga ngerti yang dipikirin temen saya itu apa pas nanya "buat apa saya ke Jerman" dan hubungan nya sama emansipasi (pernyataan dia diawal) itu apa. Mungkin sih ya, ini analisa aja sih, mungkin maksudnya dia itu, dia mengkaitkan emansipasi masalah pendidikan. Aduuuh gubraaak, kalo masalah pendidikan mah ga butuh emansipasi deh. Kalo dalam Islam itu yah, yang namanya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Ada kok hadis dan ayatnya. Tanpa merasiskan gender loh.

"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim" (H.R Bukhari)

nah coba deh cermati secuil hadis diatas, ada ga kata yang menunjukkan kerasisan gender? Ga ada meeen!!! Islam itu agama yang sempurna, ga merasiskan gender jeung hehehe

Tapi emang agak susah kalo mau ngejelasin ke orang yang mindset nya udah beda sama kita, so take it easy aja deh. Wong idup masing-masing kok, nanti di yaumul akhir juga ditanyaknya masing-masing hehhe :v

Udah deh malah ngelantur ntar bahasnya, udah mau maghrib juga,, see you ditulisan selanjutnya ^^



BEASISWA!!!!!!

Diposting oleh Nurul Hasanah di 17.13
Reaksi: 
2 komentar Link ke posting ini
Assalamualaikum..

Sebenernya awalnya didraft kepala pengen nulis hal lain sih, berhubung ini lagi seneng to the max pake banget yaudah deh yg ini dulu, tulisan aslinya nyusul nanti hoohho :x

Alhamdulillah barusan dapet email dari salah satu pemberi beasiswa buat muslim di jerman gitu. Jadi kan ceritanya emang niat banget dari dulu kepingin apply Stiftung atau Stipendium (semacam beasiswa gitu) dari Jerman, nah udah mulai cari-dari info dari dulu sih, tapi belum nemu yang pas dan cocok, biasalah untuk sesuatu yang istimewa diperlukan kerja keras yang maksimal (re: persyaratannya belum memenuhi hahahh).

Sempet beberapa kali dapet saran dari mbak witri soal info-info stiftung itu, nah disaranin tanya-tanya ke mbak Shally karena mbak shally berhasil tuh menerobos persaingan buat ngedapetin salah satu stiftung. Sejak kuliah Master (S2) sampe sekarang doktoral (S3), mbak shally dapet stiftung mulu nih, nama stiftungnya "Rosa Luxemburg Stiftung'. Setelah ngubek-ngubek website nya ternyata stiftung ini cuma buat program S2 sama S3 aja huhhuhu T_T

Laporan deh sama mbak shally kalo aku ga termasuk kriteria yang bisa ngedaftar ke stiftung ini. Eh mbak shally malah cerita, katanya dulu pernah ketemu sama sesama penerima stiftung di suatu seminar gitu, yang dianya masih kuliah program staatexamen jurusan Kedokteran juga. Wah berarti kan ada peluang tuh. Emang dari awal ngebet banget sama stiftung ini, karena kata mbak shally persyaratannya ga begitu sulit. Alhasil karena kemageran saya buat ngirim email atau telpon ke pihak stiftung nya, yaudah usaha mandeg sampe disitu.

Rencana nya dulu itu pas lagi sibuk-sibuk nya kuliah*sok sibuk sih hhaah*
pengennya nyari-nyari info tentang beasiswa pas liburan aja deh, kan banyak waktu luang tuh..

Oia dulu pernah ketemu juga pas lagi kerja di BMW sama bapak-bapak. Awal ngobrolnya si bapak ngucapin salam gitu ke aku dan mbak ayu. Cuma kitanya ga begitu ngeh ama salamnya dia. Akhirnya si bapak negor kita "kenapa kok kalian ketawa? kan saya tadi salam" oalaaah baru ngeh kalo si bapak ngucap salam tadi ke kita. Kita jawab salam, dan lanjut dah tuh obrolan. Si bapak nanya-nanya kita dari mana gitu-gitu, terus nanyain aku kuliah apa. Terus dia cerita kalo orang indo itu bagus-bagus. Dulu dia punya kenalan anak indo juga, ambil kedokteran gigi. Anaknya pinter banget kata si bapak. Tiap semester dia dapet beasiswa dari Uni gegara nilainya masuk hitungan perfect. Nah, tau sendiri kan denger kata "BEASISWA" sontak aku langsung excited to the max dah hahaha...
Si bapak nyaranin aku buat sering-sering cari-cari ngegugel gitu, banyak kok beasiswa gitu di Jerman ini, katanya. Akhirnya puas ngorek-ngorek info tentang beasiswa, aku tanya si bapak kuliah apa, si bapak jawab dia udah beres, semua semuanya. Yap, dari S1 sampe S3 udah kelar, cuma dia udah hampir setahun nganggur. Cari kerjaan di Jerman susah banget even lulusan S3. Saingannya itu guys, beuh manteps surantap!

Kembali lagi ke masalah beasiswa... Liburan pun tiba dan saat nya searchiiiing!!!!
Dapet beberapa link. Pertama ngebuka Friedrich-Ebert-Stiftung, nah beasiswa ini bisa juga buat anak baru kayak aku gini hahah, plus lagi buat orang asing macem aku juga ada jatahnya. Berhubung program kuliah aku itu kan agak sedikit berbeda, na ja mau dibilang S1 (Bachelor) bukan, S2 (Master) juga bukan, jadi ada peraturan khusus gitu. Akhirnya nge-Email si stiftung nya deh 3 hari yang lalu yang sampe sekarang belum juga dapet balesan huhuhu sedih T__T

Pencarian berlanjut daaan taradadaaam nemu nih!! Avicenna-Studienwerk, dari namanya udah bikin excited banget karena aku emang salah satu pengagum Ibnu Sina si bapak kedokteran modern ini, atau lebih akrab di dunia barat namanya Avicenna. Ngubek-ngubek web nya, dan pada akhirnya aku kirim pertanyaan via Email. Nah ini yang bikin seneng sore senja gini. Jadi tadi siang dapet email gitu, email balesan dari avicenna ini, terus berhubung emailnya itu ambigu kalimatnya, aku kirim balesan lagi buat mempertegas dan memperjelas si email tadi. Tadinya aku kira ini stiftung cuma buat orang Jerman atau orang yang punya identitas EU aja. Ternyata itu ga jadi masalah karena aku udah ngelulusin STK. Kenapa ga masalah? karena STK itu ijazahnya setara dengan ijazah anak-anak Jerman dan EU gitu. Yaiyalah, wong namanya juga kan penyetaraan, kalo ga sama buat apa ada penyetaraan hihihhi...

Yaudah pokoknya intinya baru diawal udah seneng, semoga urusan kedepannya lancar dan membuahkan hasil yang terbaik. aamiin, mohon doanya ya, mau apply ke avicenna nih hiihhii ^^

Kamis, 20 Februari 2014

Ketika kegagalan itu tiba

Diposting oleh Nurul Hasanah di 09.15
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamualaikum...

Perfeksionis, apa pendapat kalian ketika mendengar kata tersebut?
Berlebihan? lebay? ga sewajarnya?

Untuk saya pribadi, saya memiliki 2 sudut pandang yang berbeda mengenai kata "Perfeksionis" ini.
Pertama, biasanya saya mengartikan kata tersebut dengan sebuah semangat, dedikasi tinggi, ingin melakukan segala sesuatunya dengan sangat maksimal. Punya targetan-targetan tinggi.
Kedua, menyakitkan. Kenapa? karena dikala targetan-targetan itu tadi tidak tercapai maka seorang perfeksionis biasanya sekalinya jatuh, bisa down banget.

Naja, semua hal itu memang selalu ada 2 sisi, sisi baik dan sisi buruk. Namun bukan berarti kita tidak bisa memaksimalkan sisi baik dan mengurangi seminimal mungkin akibat buruk tersebut. Sedikit bercerita mengenai pengalaman beberapa saat yang lalu, tidak bisa dipungkiri ternyata sifat perfeksionis tersebut ada dalam diri. Meski hati ingin memungkiri namun kecenderungan terhadap sifat tersebut ternyata tetap saja ada. Tak tau dari mana dan sejak kapan sifat itu hinggap dalam diri ini. Aku hanya seorang hamba yang tengah dalam proses mendewasakan diri. Namun ego kekanak-kanakanku masih ada dan terkadang mengalahkan pikiran dan sikap rasional, hadeeeh *tepok jidat*

Duh ga bisa deh ini kayaknya mau nulis dengan aksen serius, yaudah deh bahasa santai aja yaak mihiih --v

Jadi beberapa waktu yang lalu si nurul itu lagi dilanda galau total stadium maksimal tingakat akut *nah loh apaan dah itu* --"
Selama berbulan-bulan ngegalauin kuliah. What? Kuliah? apanya lagi yang digalauin? kan udah dapet jurusan di kampus yang nurul idam-idamkan?
Nah itu dia, ga tau deh gimana ceritanya kok rasanya beberapa bulan yang lalu ada pikiran gini "coba aja aku kuliah di indo, aku bisa ini bisa itu". Terus lama-kelamaan dipicu dari pemikiran ini mulai deh ngaruh kepemikiran-pemikiran yang lainnya. Yang tadinya sok banget dah tuh ya sama yang namanya belajar, sama yang namanya bahasa Jerman. Bilangnya aja, bahasa bukan kendali, bahan kuliah pun bisa dipelajari, eh kok makin kesini jadi loyo. Timbul lagi godaan baru "ah, coba aja kuliahnya pake bahasa indo, kan lebih mudah dipahami, pasti ga sesulit ini"

Dari sini tingkat kegalauan menuju stadium lanjut. Terus bermunculan tuh dah pemikiran-pemikiran yang lain pemicu kegalauan, mulai mikir dari masalah bahasa, bahan kuliah sampe masalah materi (re:biaya). Gimana kalo nanti kesusahan belajarnya gegara bahasa? Kuliahnya kan masih awal banget, gimana biaya hidup dimari sampe kelar nanti? dan gimana-gimana lainnya mulai deh muncul. Dan pada akhirnya melayangkan diri ke situs-situs universitas-universitas di indo yang punya fakultas kedokteran, lalu cari kontak nya, nemu!!! Kirim email! Gatau deh berapa banyak email yang udah melayang ke beberapa PTN di Indo, yang isinya intinya nanyain bisa nerima pindahan ga? karena kan aku lulusan 2011, nah kalo tahun ini mau ikut SNMPTN atau sejenisnya pasti ga bisa lagi tuh. Dan kalo mau masuk PTS juga ga ridho banget. Dipikir-dipikir lagi dan pada puncaknya mulai deh curhat ke Ines. Apa coba tanggepan ines? kaget, ya jelas sudah pasti. Terus akhirnya kita videocall via skype, dia nyuruh aku istikharah dulu, nah pas itu aku lagi ga shalat. Terus dia bilang, yaudah kalo udah suci langsung shalat dulu deh. Singkat ceritanya, abis shalat kayak makin ragu gitu dengan keinginan mau pulang abis itu. Belom berani cerita ke umi, takut dimarahin hiihhii ^^

Udah agak adem sedikit tuh, tenang untuk beberapa saat. Eh beberapa saat kemudian muncul lagi deh pemikiran-pemikiran nyebelin tadi itu. Jadi, saat itu setelah pulang seminar biotek, si aisya curhat soal kesulitan kuliah nya gitu, padahal dia kan dari Austria yang bahasanya disono juga bahasa jerman, so menurut aku kayaknya ga terlalu ribet lah yak. Terus jarak Jerman dan Austria itu gajauh, so tiap liburan kan dia bisa pulang. Eh ternyata dia bisa galau kayak aku juga. Nah akhirnya aku juga ikutan cerita tuh ke dia kalo sebenernya aku galau juga tu mikirin mau pindah kuliah apa ga. Sebelumnya sih si Mailinh sama Olivia curhat gitu. Kalo masalahnya Olivia karena dia emang dari kecil ga pernah jauh dari keluarganya, FYI part 1: rumah dia itu cuma 40 menit dari leipzig dan tiap weekend doi balik loh dan satu lagi doi bilang doi gatau apa doi masih tertarik buat ngelanjutin kedokteran, dalam arti doi mau pindah jurusan juga, ga cuma pindah kampus, gubraaaak -.-". Kalo mailinh problemnya dia bilang pingin pindah jurusan gegara terlalu banyak bahan kuliah kedokteran itu. FYI part 2: Mailinh ini jago abis, gatau deh makannya apa tuh otak belajar ga belajar tetep aja maknyus. Yah emang sih kalo mau dibandingin dih emang bahan kuliah kita itu buanyak to the max, tapi kan emang udah harus gitu, masalahnya nyawa orang loh yang jadi taruhannya ntar o_O
Dipicu lagi deh dari cerita-cerita begini muncul lagi tuh kegalauan buat balik ke indo, akhirnya karena malu mau curhat lagi ke ines, takut doi bosen hehehe, akhirnya mau nyari alternativ lain. Mbak Zarin! haha yap, ibu psykolog yang lagi lanjut kuliah S3 ini jadi alternativ lain, mayan biasanya saran-sarannya relativ sangat bijak dan lebih ke mengajak buat berpikir lebih baik gitu.

Pada akhirnya ya semua kembali lagi pada diri sendiri, merenung lagi, dipikir-pikir ulang lagi, sambil terus berdoa minta dimantapkan hati. Etapi sembari galau, belajar harus tetep jalan loh, bukan mentang-mentang galau laju kuliah terbengkelai, NOOOO!!!

Akhirnya dapet deh keputusan buat lanjut disini aja.

Menjelang UAS jeng jeng jeeeen....
Setelah UAS biologi dan nunggu-nunggu hasilnya akhirnya keluar juga. Excited banget, daaaan apa hasilnyaaa???? Kurang 8 Point untuk LULUS T___T
Sedih? rasanya kok ga begitu ya pas dapet hasilnya. Eh taunya beberapa hari kemudian galau nya malah mencapai tingkat akut. Akhirnya pas umi bbm nanyain hasil ujian dengan selow aku bales "nggak lulus" gubrak nuruuul *tepok jidat*
Padahal seumur-umur ga pernah loh laporan kalo ga lulus dalam sebuah mata pelajaran gitu T_T
Gatau deh kenapa waktu itu kok tetiba ringan banget ngetik pesan kayak gitu, Astagfirullah..
Ketika itu perasaan sadar kalo hal itu bakalan ngebuat sedih umi ga tau kabur kemana. Malah mulai perlahan-lahan berani bilang pingin pindah aja takut ga kuat kuliah disini -.-"

Terus respon umi apaan?
Umi kan orangnya tegas dan cekatan banget plus selalu mengerti kondisi anaknya. Dengan bijaknya umi nanggepin pernyataan aku. Keesokan harinya tau-tau udah dapet info aja tuh si umi dari beberapa PTN. Giliran dapet chat yang isinya soal info PTN tadi gantian akunya yang takut, loh -.-"
Langsung dah ga maen chat lagi, tapi langsung telpon, #tsaaah begaya kan nelpon dari Jerman ke Indo -_-
Yang intinya aku minta umi buat sabar dulu jangan terlalu terburu-buru buat mindahin aku, *lah gimane sih rul* --"

Pokoknya selama masa-masa penggalauan stadium akut itu tadi ga berenti deh istikharah buat dimantepin kalo emang keputusan ke indo itu emang yang terbaik dan juga sembari nanya-nanya ke temen soal PTN dan PTS di indo, yang alhasil tadinya cuma pingin cari info jadi curcol berkepanjangan. Akhirnya banyak yang tau soal rencana ini.

Karena ga dapet kontak Unpad akhirnya nanya ke meila, dan akhirnya doi tau kalo aku punya rencana mau pindah. Tanya-tanya juga ke annisa desy, buat univ di purwokerto. Jadi makin banyak aja kan yang tau, hadehhh..

Terus satu persatu temen deket disini juga mulai tau, si paul (ulfa), mbak zarin, mutti (kak vio), mbak witri, yang akhirnya aku disidang tuh sama mereka -.-"""

Terakhir mulai memberanikan diri lagi nanya soal Univ di daerah Semarang ke si Ines, maap yak nes aku tau kok kamu pasti bosen dapet chat soal panggalauan beginian mulu --"

Tapi mungkin Allah punya rencana lain, makin hari yang ada makin ragu. Pada akhir nya setelah UAS histologi aku bikin semacem list gitu dan ngebandingin baik buruknya. Alhasil dengan Bismillah chat melayang ke umi, palu diketok, keputusan ditanda tangani *ini apaan dah*
haha intinya akhirnya keputusanku untuk lanjut apapun yang terjadi berjuang dulu sampe titik darah penghabisan dah. Masak nyerah sebelum perang sih rul -_-"
Baru juga gagal di ujian bio, kegagalan-kegagalan berikutnya masih menanti rul.

sampe semua orang pada ngechat yang intinya aku disuruh mikir-mikir ulang gitu. nah setelah keputusan dibuat umi cerita kalo si ani dan nisa sempet kecewa banget denger kalo aku mau nyerah gitu aja. Ga cuma mereka, tapi banyak banget yang udah kecewa dengan pikiran kerdil ku tadi hiksss,, afwan ya :")


Habiskan kegagalan-kegagalan tersebut karena kesuskesan besar menantimu. Kita ga akan pernah tau dimana garis finish itu. Yang bisa kita lakukan adalah ikhtiar semaksimal mungkin dibarengi dengan do'a. Umi selalu bilang "do'a adalah senjatamu".

Back to si perfeksionis tadi, jadi hubungannya apa coba curcolan panjang kali lebar kali tinggi ini tadi sama si perfeksionis? Hehehe yap, jadi hubungannya tuh sebenernya gegara gagal ujian bio tadi jadi ngerasa kerdil dan tenggelam untuk selamanya.

Tapi sekarang udah ga dong, keep Hamaas !!! Insya Allah..
Belajar, berlatih, berdo'a!!!
Mohon do'anya selalu ^^

"Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat." (Winston Chuchill)

Rabu, 19 Februari 2014

Saleha Is Me

Diposting oleh Nurul Hasanah di 20.08
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamualaikum ^^

SALEHA IS ME...
Dia wanita yang beriman kepada Allah, amat
mencintai Rasulullah.
Dia seorang putri, istri, dan ibu
pendidik mujahid dan mujahidah.
Dia istiqamah berbusana Muslimah.
Dia khusyuk, dan jauh dari bermegah-megah.
Dia ramah, dan penjaga amanah.
Dia hiasan dunia yang paling indah.
Dia wanita nan tengan dinanti-nanti oleh
Raudhatul Jannah.
Dialah wanita saleha.





yak, itu tadi merupakan sebait puisi yang tertuang indah dalam buku "Saleha Is Me", Masyaallah Allahuakbar, perasaan bahagia, haru, bangga dan rindu jadi satu ketika dapet kabar kalo buku perdana kami sudah tersebar diseluruh toko buku di Indonesia, Masyaallah, begitu dahsyat karunia-Mu ya Allah. Ditambah lagi mention2 dari followers plus foto2 mereka dengan buku tersebut, ini rasanyaaa aaaa hati berbunga-bunga menari-nari bak film india mihiih ^^

Yah pokok nya intinya gitu deh, intinya seneng bukan main, mudah2an buku tersebut bermanfaat, pengundang berkah Allah dan sebagai ladang amal jariyah kita semua aamiin allahumma aamiin..

Aku ga tau apa yang teman2 (re: keluarga) #MT rasain, mungkinkah perasaan kita sama? Mudah2an :")

Perasaan rindu bertatap wajah dan ingin memeluk satu persatu dari antum2 semuanya sering sekali menghampiri, namun apa daya, ruang dan waktu belum mengizinkan kita tuk bersua *lah kenapa jadi puitis gini* --"

Kalo flashback kebeberapa bulan yang lalu, saat2 dimana baru dapet kabar lulus seleksi perekrutan crew salah satu akun dakwah di twitter jadi pingin senyum2 sendiri. Begitu dimasukin ke grup wasap, yang kebetulan saat itu ada 3 newbie; aku, meila dan satu lagi ini kalo ga salah mbak wiji. Kami si anak bawang (re:anak baru) masih yang malu-malu jus kambing #eh gitu, disuruh kenalan aja pada jaim hehehe,,
eits tapi yang jaim cuma si para newbie aja nih, teteh2 yang lainnya mah udah pada kayak keluarga hehe, tapi lama-kelamaan kami menyatu, melebur jadi satu, sebuah keluarga baru yang terikat dalam tali ukhuwah, Masyaallah fabby ayyi alaa irobbikumaa tukadzibaan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?

nah awal gabung langsung deh dikasih info sama teh aini, founder #MT, bahwa #MT mau bikin buku gitu. Excited sih, tapi begitu dikasih tau kalo yang nulis itu semua crew, toeng toeng jadi menciut gitu. BAnyak perasaan takut, nah mulai deh tuh syaiton-syaiton  ya berdatangan ngebisikin huh dasar emang kau penggoda. Namun dengan Bismillah, luruskan niat jadilah ikutan nulis, meski cuma beberapa tulisan aja sih hehe ^^

Dari mereka aku semakin lebih dalam mengenal apa itu ukhuwah, apa dan bagaimana seharusnya berdakwah.

Coba antum bayangkan, kami bersepuluh belum pernah saling bertatap muka (beberapa udah sih hehe), baru saja mengenal lewat dunia maya, namun kami bisa menjadi satu, betapa indahnya ukhuwah ^^

eh kok ini jadi ngelantur kemana-mana yak hiihi afwan yaaa teman, niat awalnya sebenernya mau promosi buku malah jadi curcol...

Kembali ke buku, Alhamdulillah buku "Saleha Is Me" persembahan @Muslimah_Talk dan @Qultummedia sudah tersebar diseluruh toko buku di Indonesia dengan harga terjangkau. Buku ini ga cuma bisa dibaca oleh para Akhawat saja loh (Muslimah mah wajib kudu baca nih hehe) para Ikhwan pun bisa malah disarankan buat baca juga. Untuk yang sudah memiliki anak bisa menjadi panduan tambahan untuk mendidik anak dan istri, untuk yang masih jomblo #eh bisa buat persiapan loh hiihihih --v




Sabtu, 15 Februari 2014

MARS SMANSA METRO

Diposting oleh Nurul Hasanah di 11.24
Reaksi: 
2 komentar Link ke posting ini
Assalamualaikum guten Morgen ^^

pagi-pagi absurd banger tetiba kepingin nyanyiin Mars SMANSA, hihihi



SMA Negeri 1 Kota Metro
bertekad slalu jadi nomor satu
dewan guru dan siswa saling bangun sinergi
gali potensi dan raih prestasi

disiplin jadi budaya sekolah
iman dan taqwa landasan utama
unggul dibidang ilmu terdepan dalam mutu
alumni berkarya baktikan ilmu...

satu hati... satu janji...
tingkatkan kompetensi diri

satu tekad... satu smangat...
perkuat harkat dan martabat

SMA Negeri 1 Kota Metro
kibarkan panji kota pendidikaan
membangun generasi demi bumi pertiwi
mantapkan dan meningkatkan prestasi

satu hati... satu janji...
tingkatkan kompetensi diri

satu tekad... satu smangat...
perkuat harkat dan martabat




Jumat, 14 Februari 2014

Sympathikus si pembuat heboh seantero Jerman :D

Diposting oleh Nurul Hasanah di 22.01
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamualaikum ^^

udah nyaris seminggu nganggur karena udah ga ada jadwal kuliah lagi di semester ini tapi angan-angan untuk menuangkan dan mengapresiasikan *apasih* unek-unek belom kesampean juga. Alhamdulillah akhirnya tiba saatnya buat nulis lagi yeay, mari menuliiis :")

Tuliasan kali ini agak serius hehe, diangkat dari kisah beberapa waktu lalu, detik-detik menjelang ujian akhir semester lisan Anatomi.

Beberapa hari menjelang hari H uas anatomi saya mulai mempersiapkan diri, bikin planing sehari belajar (re: ngapalin) materi satu seminar. Karena di semester 1 kemaren ada 9 seminar otomatis dalam waktu maksimal harus 9 hari kelar tuh.

Seminar pertama dan kedua masih tentang Bewegungsapparat, pokoknya yang berhubungan dengan tulang dan kawan-kawan seperguruannya itu dah hehehe (afwan saya bingung transletin ke bahasa indo nya yang bener, maklum nilai bahasa indo pas UAN SMA paling jelek, lalu hubungannya? *abaikan*)

Materi Seminar ke-3 adalah mengenai Gelenk atau Sendi. Yap materi seminar pertama sampai ke tiga alhamdulillah lancar dan ga begitu ribet untuk dikuasai #tsaaaah *agak gaya gpp yak mohon dimaap keun*

Nah materi seminar ke-4 adalah jeng jeng jeng durum dum duuummm,,,, SYARAF. kenapa jadi horor gini yak? --"

Jadi gini ceritanya, sebelum saya belajar sampe ke Syaraf, temen saya si Mailinh abis curhat gitu di kampus;

Mailinh: "aku kemaren nangis 3 kali gegara belajar syaraf, aku ga ngerti-ngerti abisnya. Apaan dah itu simpatikus, parasimpatikus. hiiiks"
Nurul: "haha itu kan kita udah pernah belajar mailinh di Studkoll, eits tapi aku belum belajar sampe situ sih buat persiapan ujian"
Mailinh: "ntar kamu liat sendiri aja deh"

Beberapa hari kemudian sampailah dipelabuhan "Persyarafan" haha. Mulai belajar dari yang paling gampang, pelan-pelan, eh sampe deh dipenghujung persyarafan yang ngebuat si jago mailinh nangis sampe berkali-kali. Yap, nyampe di bagian simpatikus, saraf tulang belakang (spinalnerv) dan parasimpatikus. Gegara ngeliat gambar nya dan inget kata-kata si mailinh jadi males mau nyentuh si simpatikus sama saraf tulang belakang, akhirnya beranjak langsung ke halaman terakhir bagian persyarafan, parasimpatikus. Karena gambarnya menarik dan ga begitu banyak nama-nama latin yang ngebikin pupil kanan dan kiri saling bertemu *apasih* alhasil saya langsung belajar disitu dan mengacuhkan 2 materi agak paling penting sebelumnya.

Ketika beres semuanya barulah berani nengok si simpatikus dan spinalnerv daaaaaan tardam dam daaaam, saya ketularan virusnya si mailinh, pingin nangiiisssss. Sebenernya simpel tapi kok susah? Akhirnya nyoba nelpon kak Tami, mahasiswi kedokteran juga tapi di Uni Magdeburg Semester 3, eh ga diangkat. Terus nelpon kak noni, anak kedokteran semester 3 TU Dresden, diangkat!!!! Doi kebetulan lagi di Mensa (kantin), ngobrol-ngobrol doi bilang mau ke bibli (perpus) kemungkinan balik dari bibli baru bisa ngajarin via skype, dan setelah dipikir-pikir itu bakalan malem abis. Al hasil kita bikin termin (janji) buat pagi keesokan harinya, sebelum shubuh gitu. Sebelum nutup telpon kak noni ngasih beberapa referensi buku, alhamdulillah kebetulan buku-buku refrensi dari dia,  ada tuh nangkirng menghiasi rak buku kamar hehhe. Nah capek mikir minta ajarin siapa akhirnya mutusin ambil wudhu, pas banget udah masuk waktu shalat, terus shalat dan tilawah beberapa lembar. Setelah ritual itu semuanya beres, diawali dengan Bismillah mulai baca-baca lagi, buku pertama yang dibaca kalo ga salah Anatomie dari Moll, selesai baca, hasilnya, tetep ga ngerti. Ganti buku kedua, dari Thieme, baru baca beberapa kalimat udah ambil kesimpulan kalo isinya sama aja kayak Moll. Daaan buku terakhir tertebal yang pernah saya pinjem dari bibli, namanya Anatomie dari Duale Reihe, bah buku ini emang mantap surantap daaah. Tebelnya aja bener-bener tuh ga kira-kira ribuan halaman lebiiiih, kalo dikiloin kayaknya dapet untung gede tuh *lah salah fokus*.  Mulai baca dari ini buku dari kalimat awal sampe akhir langsung jelas keliiir se kelir kelirnya, padahal ditulisnya singkat banget, penjelasannya ga bertele-tele. Langsung deh chat meluncur ke kak noni batalin termin, alias udah mudeng hehhe Alhamdulillah.

Keesokan harinya ada something ngeselin yang datangnya ga jauh-jauh nih, dari diri sendiri. Ga tau kenapa beberapa hari jadi kendor belajarnya, terus al hasil numpuk tuh materi yang harus diganyang. Kan tadi janji nya satu seminar satu hari, ya gegara kecapean belajar yang lain dan anatomie belom kesentuh dan lebih milih kasur yaudah konsekuensi ditanggung sedniri deh. Besoknya harus belajar dobel materi. Dan ternyata ga kelar, akhirnya ketumpuk-tumpuk huuu ini nih penyakit emang yak -.-

Singkat cerita Alhamdulillah bisa ngelarin semua materi sebelum hari H, dan masih ada waktu buat belajar ulang semua materi tadi. Nah ini nih kejadian buruk lagi, ketika udah kelar belajar semua nya eh yang di depan-depan lupa deh, yah harus ngulang dari awal lagi deh, ngapalin lagi deh...

Dari sini jadi inget kata-kata si Profesor Fitzl beberapa seminar terakhir, kalo kita itu jangan belajar monotom, ngapalin semuanya menjelang ujian, itu bakalan bertahan ga lama, ntaran juga ilang lagi. Tapi belajarlah secara continue, diulang-ulang, bukan dadakan, sistem kebut seminggu --"

Indo banget ga sih, belajar sistem kebutan gitu, haha mulai sadar teknik belajar begini ga akan ngehasilin apa-apa kecuali ingatan yang hanya sesaat aja.

Mulai keteteran, tapi ga konsen buat belajar. Kala itu sekitar jam 20 atau 21, mencoba memejamkan mata tapi ga bisa larut dalam tidur, karena masih ada tanggungan tuh materi masih banyak pake banget buat diulang. akhirnya bangun ambil script belajar pake lampu tidur diatas kasur karena males nyalain lampu utama. Setelah puas dengan apa yang setidaknya terekam otak barulah bisa tidur dengan agak tenang ga was-was hehehe. Tetep aja alarm musti nyalain, selain buat ritual sepertiga malam juga ritual lanjutin si teman tidur, Anatomy's script tercinta :")


Eits belum sampe disini cerita si simpatikus nya.. Yang menariknya lagi, pas ujian dapet bagian disuruh ngejelasin soal simpatikus ini, gimana jalannya saraf ini sampe ke organ. Huhuuu senengnya Masyaallah, ga nyangka banget, cuma berapa menit waktu yang saya habiskan untuk ngebuat sketsa dan ngejelasin tugas si simpatikus ke Profesor Fitzl :D

Masyaallah, emang obat paling manjur itu ga jauh-jauh dari Ibadah utama, Shoalat plus Tilawah. Langsung dah tuh kebuka jalannya, lancar total udah kayak jalan toll deh :"D

So buat temen-temen yang galau, pusing capek belajar ga ngerti-ngerti atau kegalauan-kegalauan lainnya bisa deh dicoba tuh trik nya, coba ambil wudhu terus shalat deh. Jadi inget kisah Ibnu Sina ketika kepentok masalah saat hendak meneliti sesuatu, apa yang beliau lakukan? beliau mengambil air wudhu dan segera ke masjid, shalat disana dan menunggu sampai hidayah menyelesaikan masalahnya kemudian baru ia kembali kepekerjaannya, Masyaallah... Ijinkanlah hamba meneladani orang-orang hebat seperti beliau ya Robb :")

oiya sedikit deh mau sharing tentang si misterius simpatikus yang ngebuat heboh seantero Leipzig heheh:

Verlauf der sympathischen Fasern:
Sympathische Fasern laufen über die Rami communicantes zwischen Spinnalnerv und Grenzstrang: Im R. communicans albus verlaufen präganglionäre sympathische Fasern, im R. communicans griseus postganglionaäre Fasern (nach Umschaltung im paravertebralen Grenzstrangganglion). Weitere Umschaltstellen sind prävertebrale Ganglien. Eine Besonderheit des Nebennierenmarks ist die direkte des Erfolgsorgan durch präganglionäre Fasern.
Quele: Anatomie Duale Reihe S191

tuh kan liat gambarnya aja bikin puyeng kan yah
jadi saya ga salah kan yah kalo ikutan puyeng sebelumnya, hihii,
mencari pembenaran ats ketidakpahaman hadoooh*tepok jidat*

Senin, 10 Februari 2014

Cerita Inspiratif, Hijab

Diposting oleh Nurul Hasanah di 12.39
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Beberapa waktu yang lalu aku tengah asik berjalan menuju sebuah restaurant halal di salah satu pusat kota. Bersama beberapa temanku sembari bercanda ria kami agak bergegas menuju salah satu toko doner turki yang keberadaannya sudah dapat dijangkau mata, maklum kami sudah kelaparan hihihii

Beberapa meter dari toko tersebut kami jumpai 2 gadis berkerudung, dalam bathinku “orang Indonesia tuh”. Vani, teman yang sedang berjalan denganku bergegas menghampiri kedua gadis itu, ternyata mereka sudah saling kenal sebelumnya, alis udah temenan :D

Kami lalu menghampiri mereka dan berkenalan, saking asyiknya ngobrol kami sampe nyaris lupa kalo kami kelaperan. Aku reflex menyeletuk “eh kita ngobrol di tempat doner nya aja yuk sekalian pesen kan”.

Lalu kami semua sepakat melanjutkan obrolan kami di toko doner tersebut. Ketika asyik ngobrol-ngobrol, kedua gadis ini mendaratkan sebuah pertanyaan kepada ku, sebut saja Rita dan Vina.

Rita: “kak, kakak pake hijab syar’I sudah dari di indo yah?”
Aku: “hehe ceritanya panjang”

Singkat cerita si Vina tiba-tiba curhat, panjang lebar, padahal baru juga kenal mihihih :v

Dengan logat khas daerah asalnya dia menceritakan sedikit khisah hidup dia, keluarganya juga. Dia berasal dari salah satu daerah di Indonesia yang disana Islam masih tabu, Muslim adalah penduduk minoritas di daerah tersebut bahkan jarang sekali dijumpai.

Vina menceritakan kepadaku bahwasannya dia mempunyai ibu seorang muslimah dan ayah seorang kristiani, yang kemudian mereka pada akhirnya bercerai, dan si Vina ikut ibunya. Ibunya selalu menasehati dia bahwasannya tidak ada yang bisa menolongnya kecuali Allah, dimanapun ia berada. Ia menceritakan kepadaku juga bahwasanya selama ia kecil ia sangat kurang mendapatkan pengajaran agama. Ia pernah diajarkan mengaji namun ilmu ilmu nya hanya ala kadarnya, jelasnya. Ketika pada akhirnya ia memutuskan untuk pergi melanjutkan pendidikan dia ke negeri yang sangat jauh, terpisah dari ibunya. Ia pun memutuskan untuk beristiqomah dengan penutup kepalanya, di negeri itu.

Awalnya dia masih ragu dengan pakaian yang ia kenakan tersebut, hingga suatu ketika, ia tengah membeli makanan di sebuah toko halal, dan berjumpa dengan seorang bapak berperawakan khas timur tengah.

Bapak: “Anda muslim”
Vina: “iya, saya muslim”
Sang bapak mengetahui Vina seorang muslimah berkat tudung kepala yang ia kenakan pada hari itu.

Ketika Vina ingin membayar makanannya, bapak itu berkata:
“Tidak, jangan dibayar, biarkan saya saja yang membayarnya. Kita sesama muslim, kita saudara”

Setelah mendengar perkataan bapak tua itu Vina bergegas kembali menuju apartemen nya dan langsung bersujud syukur dan menangis, yang terlintas dibenaknya adalah “Ya, Allah jika diibaratkan timur dan barat, saya ini berasal dari negeri nun jauh di timur sana sedangkan bapak tadi berasal dari sebuah negeri yang jauh bertolak disebelah barat sana. Namun agama mu, Dien mu inilah yang menyatukan kami”

Masyaallah, lepas dari kejadian tersebut, sampai sekarang Vina tidak mau menanggalkan khimarnya, ia ingin beristiqomah dalam menutup aurat dan ia mengatakan kepada ku bahwasanya dia ingin sekali berhijab syar’i.

Padahal sebelumnya ia masih enggan beristiqomah dengan penutup kepalanya itu, namun kini tak sedetik pun ia keluar meninggalkan rumahnya tanpa mahkotanya tersebut.

Masyaallah..

Sahabatku, Jilbab bukan Pilihan, namun Jilbab adalah kewajiban, yang kewajiban tersebut datangnya bukan dari Ulama, bukan dari Ustad, bukan juga dari Orang tua kita, Namun perintah untuk berhijab adalah perintah langsung dari Allah SWT. Masihkah engkau enggan menaati perintah-Nya sedang nikmatnya tak henti-hentinya Ia curahkan padamu dear?

Allah SWT berfirman:
Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung (khimâr) ke dada-dada mereka. (QS an-Nur [24]: 31)


*note: kisah nyata dengan nama-nama tokoh yang bukan sesungguhnya, karena si tokoh cerita tidak ingin namanya disebutkan.


 

Autumn itu Maple Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea