Selasa, 26 Juli 2016

just "A PART"

Diposkan oleh Nurul Hasanah di 12.45
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
apakah dengan hanya membaca tulisan seseorang kita bisa mengetahui karakter orang tersebut? kita bisa merasa mengenalnya? bisa tau pahit manis yang udah dia lewatin? apakah hanya dengan membaca tulisan seseorang kita bisa memutuskan atau mengatakan "gue tau dia, gue ngerti dia, gue paham dia"? apakah ketika ada seseorang yang cureta sama kamu lantas menurutmu kamu mengerti orang tersebut? mengenal orang tersebut?

belum tentu!

hey guys let me tell u, ga semua orang nulis atau cerita what or how they feel, right?
terkadang mereka hanya bercerita hal yang mereka rasa baik aja, terkadang they just tell their good feeling aja, pahitnya, perihnya mereka pendam. bukan karena mereka ga percaya kalian, bukan karena mereka ga anggep kalian sahabat, but they just wanna share their happiness with u, maybe that the reason,.

and me? how about me? i don't even know.

saya sendiri meskipun extrovert maksimal begini, ga semua-semuanya bisa saya bagi ke orang lain, ga semua-semuanya bisa saya share ke orang yang sama, bahkan ada kalanya saya susah banget buat ngungkapin how i feel or what my feeling is.

what u know is just A PART of me, not all of me, so please don't judge me more, because u just don't know all of me.

‘Umar bin Khattab r.a memiliki tiga ukuran untuk menimbang benarkah seseorang mengenali orang lain:

Satu hari ketika seseorang memuji kawannya dalam persaksian sebagai orang baik, ‘ Umar bertanya padanya, ” Apakah engkau pernah memiliki hubungan dagang atau hutang piutang dengannya, sehingga engkau mengetahui sifat jujur dan amanahnya ?”
” Belum,” jawabnya ragu.
” Pernahkah engkau,” cecar Umar, ” Berselisih perkara dan bertengkar hebat dengannya sehingga tahu bahwa dia tidak fajir dalam berbantahan ?”
” Ehm, juga belum…”
” Pernahkah engkau bepergian dengannya selama 10 hari sehingga telah habis kesabarannya untuk berpura-pura lalu kamu mengenali watak-watak aslinya ?”
” Itu juga belum. “
 Kalau begitu pergilah kau, hai hamba Allah. Demi Allah kau sama sekali tidak mengenalnya !”

Long Time no See

Diposkan oleh Nurul Hasanah di 12.12
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Huh it's just a very very very but very long time no see. Kok awkward gini ya agaknya, lebih tepatnya bukan no see but no write kali yak ._.

Yup terhitung pari postingan-postingan yang gue tulis ketika mulai kuliah di indo sepertinya makin jarang dan semakin menghilang dari peradaban dunia perbloggeran *haish ngomong apa sih rul*

Naja anyway gue dapet pikiran yang enteh datengnya darimana, somehow akhir-akhir ini gue pingin mulai nulis lagi, pengen mulai sharing lagi. Alasan kenapa gue sempet ngilang beberapa waktu lamanya dari dunia maya dan sekarang pengen balik lagi seenggaknya ada beberapa nih:

1. sempet ada pikiran kalo dulu sering posting tulisan yang bisa menginspirasi orang, melalui tulisan gue bisa share pengalaman unik tau aneh gue ke orang lain yang mungkin bisa diambil pelajaran atau dijadiin motivasi a tau seenggaknya buat hituran (?), nah ketika udah mau balik ke indo dulu sempet mikir, "gue di Jerman banyak yang bisa dijadiin bahan untuk di share, ya meskipun itu cuma dari pengalaman hena gue tapi terbaca lebih asyik aja sama orang, terus kalo gue balik ke indo kuliah di indo, apa yang mau gut share? palingan bakalan basi, ya ga si". Huft pasti kalian yang baca tulisan ini senyum-senyum atau malah ngakak sendiri baca pikuran gue yang hena ini buzz. But now i already change my mind guys, pembelajaran mengajarkanku banyak hal, salah satunya, "lo ga perlu punya sesuatu yang waw untuk lo share, sesuatu hal yang menurut lo kecil yang lo lalui bisa berarti etwas wunderbar buat orang lain, so just write it, maybe it will be inspired other people, who knows?". Nah so let me begin again :D

2. entah kenapa ga ngerti lagi pas awal-awal balik ke indo nemuin mood buat nulis itu susah banget diperkuat lagi sama jaringan internet gue yang alakadarnya -_-
semenjak tahun ke-2 gue kuliah di sini ceritanya gue pindah kos dan sepakat buat masang wifi sama anak-anak kosan, but entah kenapa udah dapet jaringan yang sangat amat memadai tetep aja gue belum menemukan koneksi antara hati, pikiran, dan tengan gue buat nulis --"

3. dulu pas jaman-jamannya ospek semacem kaya kating-kating gue jago banget das bergerilya di dunika maya dan bisa aja deh menemukan tulisan-tulisan kami para junior. Gegara gue males terekspos jadi gue milih untuk menghilang dari semua jenis medsos wkwk *sok bet dah lu siapa juga yang mau nge-kepoin elu -.-*

4. ini kayaknya alesan yang paling bisa diterima haha, entah kenapa gue ngerasa kaya semacem gada waktu aja buat buat nulis wkwk. padahal kalo dibandingin efort gue belajar di Jerman sama di Indo mah beda jauh, tapi dulu masih bisa nulis sering-sering ya? hah ini mah alesan aja wkwk. Etapi seriusan kok gue sibuk, sibuk membangun pulau kapuk (molor) --v

5. dan jeng jeng jeeeeng, endlich gue kangen masa-masa ketika gue buka email ada inbox dari orang yang entah asalnya dari mana, dan ketika di buka ternyata mereka dapet email gue dari blog gue, yang berarti mereka abis baca blog gue. kebanyakan isinya nanya-nanya soal kuliah di jerman sih, dan dari situ gue dapet banyak kenalan baru yang bahkan jadi temen, yah meski sekedar sesaat seenggaknya ada rasa tersendiri ketika bisa bantu mereka melalui info yang bisa gue sampein, atau lewat jawab pertanyaan-pertanyaan mereka.

ah kebanyakan alasan haha, okedeh kita terminasi saja tulisan kali ini, mungkin bagi yang pernah baca tulisan gue sebelum-sebelumnya bakapan berpendapat ada sesuatu yang berubah dari gaya tulisan gue ._.



Minggu, 24 Januari 2016

Menghafal???

Diposkan oleh Nurul Hasanah di 08.47
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

hari ini aku dikejutkan dengan sebuah pertanyaan “kak, apa yang membuatmu ingin menghafal Qur’an?” 
kurang lebihnya begitu pertanyaannya. sambil menelan ludah aku berfikir keras harus jawab apa. 
menghafal? itu memang sudah lama berada di benakku, namun sampai detik ini belum benar-benar terealisasikan, astaghfirullaah, ampuni aku ya Robb. 
diri ini sangat amat hina ya Robb, aku takut menjadi orang munafik, aku takut menjadi orang yang menyampaikan namun tidak melakukan, lindungi diri ini ya Robb, jauhkan diri ini dari maksiat. Yaa muqolibal qulub, tsabit qolbi alaa dinik, tsabit qolbi alaa dinik, tsabit qolbi alaa dinik.
mau tau akhirnya ku jawab apa?

menurutku, aku ini anak yang sangat banyak menghabiskan apa-apa yang dimiliki orang tua, mulai dari harta, tenaga, pikiran, mungkin bisa jadi hati, tapi aku pun sadar aku ga akan pernah bisa kalopun bermimpi membalasnya. yang ku perbuat apa? bukannya menyenangkan hati ortu malah memberikan kekecewaan. yah kekecewaan atas kepulanganku, atas belum tuntasnya studi impian ku di negeri sejuta teknologi itu. namun sadarlah wahai diri, kamu tidak akan menjadi lebih baik dengan meratapinya. kalau sekedar rumah indah, mobil mewah, atau apapun itu yang bisa dibeli di dunia, itu mah terlalu mainstream dan ga kekal. aku ingin sesuatu yang abadi, yang dapat kupersembahakan kepada mereka, ummi dan abiku. aku ingin memberikan mahkota surga kepada mereka, aku ingin menjadi salah satu sebab surga untuk mereka. bahkan ku tak tau sejatinya apa yang dapat membahagiakan mereka, diri ini masih terlalu pengecut untuk menanyakan itu, namun ku sangat berharap, one day mereka bisa tersenyum lepas kembali, dan aku adalah alasan dibalik senyum itu. Ummi, Abi, sehat-sehat yaa sampai ummi dan abi bisa menyaksikanku menjadi sesuatu yang bisa membuat hati ummi dan abi mekar. Please stay there for me, for ani and nisa. Saksikan kami menjadi mutiara-mutiara yang akan kalian banggakan. 

I love u <3

come back!!!

Diposkan oleh Nurul Hasanah di 08.24
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Herzlich Willkommen Nurul!!!

rada garing ya, ngucapin ke diri sendiri.
semenjak kuliah di indo rasanya udah semakin jarang posting disini, maafkeun daku blog T_T
too much kesibukan diluar sana yang menyita waktu, selain itu juga kau tergantikan oleh mereka yang setia mendengarkan keluh kesah ku, hihi

sebenernya masih banyak alasan lain kenapa udah ga pernah nulis disini lagi, but i thing its better not to write it here, the reason.

the other and the newer reason is that. auk telah menemukan tempat baru untuk bergalau ria, hehe
orang main tublr mah udah dari kapan tau, gue baru ketagihan sekarang, dasar cups -_-"

maafkeun ke katrokan saya ya :'D

okey bhay segini dulu aja pemberitahuan terkini nya, ku ingin kembali ke dunia baru ku :'D

eiiits jangan sedih gitu dong, tenang aja, aku kalo pengen nulis di sini pasti aku posting kok insyaa Allaah, so i dont wanna leave u :P

*makin ga jelas*
*stres pasca ujian memang begini*

Rabu, 10 Juni 2015

Asing?

Diposkan oleh Nurul Hasanah di 16.39
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers...


Yap setelah sekian lama pensiun dari berbagi cerita di blog, sekarang aku muncul kembali, dengan berbagai alasan hehe

Jujur diakui semenjak kuliah udah sangat amat jarang to the max ngeblog. Ditanya kenapah?

1. Mengkhawatirkan berbagai hal. Semenjak propti udah mager mau cerita panjang lebar di sini. Serasa kebebasan menulis direnggut *hah yang ini terlalu lebay*

2. Jadwal kuliah yang huwooo u know? Ngga ada fix nya hiks hiks. Kadang padet kadang bener2 free tapi tetep aja yang musti dikuasi seabreg-abreg --"

Yaudah deh ngga usah bahas kenapa saya jarang nulis deh kemarin-kemarin --v

Daaaan jeng jeng jeng....
Nampaknya mulai sekarang udah didorong buat nulis lagi nih. Abisnya bingung mau cerita ke siapa? Jarang binti syusyah nemu orang yang klop sama kita. Pas nya udah klop ada aja masalah yang misahin kita hiks sedih banget ya readers. Eits ngga sedih banget kok. Sedih aja udah cukup. Kan masih punya Allaah tempat mengadu paling setia :")

*** (skip) ***

Beberapa hari ini ngerasa asing banget. Tau sarah, ronna dan tia kan? Nah yang belom kenal mereka bisa scrol down blog ini deh, kayaknya belom terlalu ketumpuk kok postingan info ttg mereka hehe

Yop back to theme yuk!
Jadi, beberapa hari terakhir ini masalah kita makin rumit. Aku ngerasa asing aja berada didekat mereka.

#Ronna
Beberapa waktu yang lalu dia sempet ngerasa asing sama aku. Dia nganggep sikap sedikit cuek ku tempo hari adalah suatu upaya aku buat ngejauh atau apalah dari dia. Padahal did u know dear, aku ngelakuin itu buat apa? Sebelumnya papamu nelpon dan nyaranin untuk coba sedikit cuek sama kalian. Iya kalian. Sarah. Ronna.
Dan alhasil apa?
Mungkin emang ditakdirin buat ngga bisa cuek ke orang kali ya.
Malah sikap ku yang kayak gitu bikin kamu ngerasa asing?
Nah dari sini deh kayaknya aku ngerasa ada yang berubah. Entah kenapa semenjak kejadian itu, tiap kali aku sama kamu, aku ngerasa asing. Aku ngerasa bukan orang terdekatmu lagi. Aku siapa?
Aku coba perbaiki apa yang retak, namun bila itu adalah segumpal daging dibalik tulang rusukmu, nampaknya sulit merekatkannya kembali. Maaf.
Maaf atas semua tindakan ku yang salah. Yang menyakitimu. Yang membuatmu terluka. Intinya, aku ngga pingin kita kayak gini. Aku pingin kita kayak sebelumnya. Deket lagi. Aku bukan orang lain bagimu. Begitupun kamu. Iya bukan? Itu kan yang sering kau ucapkan sebelumnya?

Nah, tapi disini aku juga bingung. Bingung kenapa?
Disaat aku bersikap loyal, kamu takut salah mengartikan. Kamu khawatir yang bukan-bukan. Namun tatkala ku bersikap seperti "hanya sekedar teman", kamu ngerasa "asing". So... aku harus bersikap seperti apa?

Dan masih sangat banyak sekali pertanyaan "why" dalam otakku tentang semua ini.

#Sarah
Aku ngga tau gimana aslinya perasaanmu saat ini. Luka. Kecewa. Sudah pasti. Maaf sar. Maaf banget aku ga ada di saat2 tersulitmu.

Aku bingung aku harus gimana. Aku ke ronna, kamu ngga ada yang nemenin. Aku ke kamu, gantian ronna yang sendirian.
tapi perlu diingat segala tindakanku, insyaa Allaah aku udah pertimbangin. Ketika aku ke salah satu dari kalian, bukan berarti aku ingin menjauh dari yang lainnya. Dilihat dari siapa yang tengah memerlukan.

Perlu direplikasi aja apa ya?

Sebenernya ngga pengen nulis dan nginget-nginget ini sih. Kejadian ini udah 2x keulang. Kamu meninggikan suara tanpa sebab. Serius itu bikin aku bingung.

Kalo aku ada salah please bilang aja. Tegur aku. Jangan diamkan aku. Atau malah membentakku tanpa sebab.

Jujur nih aku paling ngga bisa dibentak. Maaf yaaa. Tapi seperti kata ronna "kasih udzur". Sebenernya aku ngga kenapa2 kok. Cuma syok aja. Ngga nyangka aja seseorang yang selama ini aku kenal begitu lembut dan halus tuturnya tetiba meninggikan suaranya. Mungkin ia sedang capek. Lelah.

Semoga ia lebih bisa menjaga emosinya aamiin (doa buat diri sendiri juga sih ini ceritanya)

#Tia
Jujur aku belom pernah sekecewa ini sama temen.

Ah udah ah kalo mau tau lebih lanjut baca postingan sebelumnya ajaah. Bye~


*maaf penulis mulai ngga mood*

Kecewa

Diposkan oleh Nurul Hasanah di 11.21
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum

Bukankah setiap anak anak Adam melakukan dosa? Dan sebaik-baik orang berdusta ialah yang bertaubat?

Sedang Allaah menyediakan ampunan yang amat luasnya? Bahkan sangat melarang makhluknya untuk berputus asa dari rahmat-Nya? Ini artinya apa? Allaah Yang Maha Sempurna, Sang Maha Raja, mau memaafkan hambanya. Beliau membukakan pintu taubat nya kepada sesiapa yang ingin memasukinya.

Lalu pantaskah kita yang hina dina ini menghakimi sesama makhluk hanya karena kita melihat cela padanya? Huh siapa kita? Sombong sekali diri ini tak mau memberi kesempatan kepada sesama untuk memperbaiki kesalahan. Kita ini juga makhluk. Ingat, kalau bukan karena Allaah telah menutupi aib kita, mana mungkin kita berani dengan lapangnya berjalan di muka bumi ini?

Hey, bumi ini milik Allaah. Tak pantas kita menghakimi sesama sob. Toh kita juga cuma makhluk, yang belum tentu berderajat lebih tinggi di mata Allaah dari mereka yang kita hakimi.

Naudzubillaah... semoga Allaah memaafkan atas kesombongan diri.

Yuk minta dilembutkan hatinya, dijernihkan pikirannya, diperbaiki pola pikirnya. Jangan  berjalan ditempat tapi majulah ke depan. Perlahan namun pasti.

Yuk belajar menghargai proses. Seseorang yang kita nilai buruk belum tentu lebih hina di mata Allaah. Bisa jadi kitalah yang tak berderajat di mataNya.

Janganlah kita menjadi asbab teman kita untuk gagal menjalani proses perbaikannya.

Semoga Allaah limpahkan kesabarannya bagi hamba-hamba yang ingin selalu mendekatinya. Aamiin

***
Tulisan di atas merupakan sepenggal postingan sore hari di timeline line. Semoga tersampaikan kepada orang-orang yang dituju.

Kecewa berat sama mereka, yang aku anggap berilmu, faham, namun tak menggunakan ilmunya untuk menghadapi untuk menyikapi sebuah masalah.

Kecewa kepada mereka yang aku percaya berbeda dan memiliki pandangan lebih luas dari yang lainnya tetapi entah mengapa mempersempit pemikirannya sendiri ketika dihadapkan suata masalah.

Ah sudahlah, tak mungkin bisa memaksakan kehendak terhadap orang lain.

Apa yang bisa kita kontrol adalah apa yang ada pada diri kita, bukan orang lain.

Di sini aku hanya mengajak mereka, kalian, untuk keluar dari kotak sempit itu menuju kotak yang lebih luas.

Mindset itu yang perlu dirubah. Pola pilir dan pandangan itu yang perlu diperluas.

Siapkan hati dan pikiran untuk menerima segala cara Allaah untuk menaikkan derajat kita. Jangan diam di tempat tak beranjak.

Kalo masih suka duduk di sini, lantas kapan mau naik kelas? Naik ke level berikutny? Level yang semakin mendekatkan kita kepadaNya?

Semoga Allaah melembutkan hati-hati kita, menjernihkan pikiran kita, membuka wawasan kita melebarkan sudut pandang kita.

Yuk belajar menjadi seseorang yang lebih dewasa. Karena dewasa itu pilihan sob!

@dari sudut kota Bandar Lampung, 10 Juni 2015, 16.21

Kamis, 26 Maret 2015

setengah isi setengah kosong

Diposkan oleh Nurul Hasanah di 16.19
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum sahabat
Pernah mendengar kisah ttg gelas setengah isi setengah kosong?

Alkisah sebuah gelas terisi setengah air. Ada yg beranggapan/menyebutnya: "gelas tsb setengah isi" dan ada yg menyebutnya "gelas itu setengah kosong"

Apa yg terlintas dlm pikiran kita?

Pendapat kita mengenai gelas tsb dpt menafsirkan cara pandang kita thdp sesuatu. Penafsiran terhadap gelas setengah terisi merefleksikan bahwa si penafsir merupakan seseorang yg optimis. Dan sebaliknya.

Coba renungkan.
Penafsiran pertama mngenai gelas setengah terisi ini dianalogikan dg rasa bersyukur kita thdp sesuatu yg kita punya. Pun sebaliknya. Pandangan terhadap gelas setengah kosong tadi merefleksikan diri ini tak pandai bersyukur. Melihat sesuatu dari segi negatifnya saja. Hal2 spt inilah yg mengerdilkan pemikiran kita. Padahal Allaah SWT telah menciptakan kita dlm sebaik2nya bentuk. Tetapi mengapa kita masih saja melihat, menilai, menganggap diri kita/orang lain begitu lemah.

Sahabatku, dikala kita menjudge diri ini lemah dan hanya melihat dari segi kekurangan kita, kemana rasa bersyukur yg seharusnya selalu kita haturkan kepada Sang Maha Pemberi Nikmat.

Ayolah, mulai sekarang fokus lah pada apa yang ada dalam dirimu. Apa yg telah Allaah berikan kepadamu. Dari situ insyaa Allaah akan kau temukan potensi dirimu yg selama ini tertutupi karena rasa pesimismu terhadap diri, terhadap Sang Maha Pemberi.

Pada kesempatan belajar bersama, salah satu guru saya menceritakan petuah kakek beliau yg kurang lebih berbunyi: "orang itu tergantung setelannya (pengaturanya), mau diatur kencang atau diatur lemah"

"Fabby ayyi alaa irrobbikumaa tukadzibaan"
(Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yg kau dustakan?)

Semoga bermanfaat ^^

Selasa, 17 Maret 2015

Baikan \m/

Diposkan oleh Nurul Hasanah di 10.38
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Assalamu'alaykum readers...

Setelah baca tulisan2 terakhir yang sedih2 sekarang saya mau bayar hutang buat ngasih tulisan yang seneng nih hehehe

Jadi kemaren sore galau berat tuh balik dari kampus. Alhasil sebuah chat singkat melayang. Aku mutusin buat ngobrol langsung sama mereka. Tadinya pengen ngobrol di luar aja kan. Yakali kalo ngobrolnya di kosan ga enak kan kalo terjadi apa2. Kalo di kampus tagut ga fokus ntar keganggu ini itu huwekekekek....

Nah karena kemageran dini nya si ronna taralala jadilah aku yang ngalahin buat nyamperin mereka ke kosan. Tadinya mau minta temenin tia. Tapi tu anak lagi sibuk mau lomba MTQ. Yaudin deh dari pada hati ga tenang mulu akhirnya memberanikan diri buat ke sana sendiri. Ba'da Ashar langsung siap2. Eh pas udah rapi hujan turun bung... tadinya mau nekat. Tapi akhirnya nunggu reda sih. Alhamdulillaah ga lama hujan reda. Jadilah menggelinding ke kosan sarah. Eh btw ga langsung deng. Aku ngeles dulu melipir ke kamar ade. Kebetulan sebelahan sama kamarnya si sarah. Terus pas udah mau nyamperin mereka kok makin dagdigdug seriusan deh itu kayaknya semua katup di jantung berlomba2 buat membuka tutup dirinya #tsaaah *efek abis belajar sistem kardiovaskuler nih*

Bismillaah meluncur ke TKP. Awalnya kikuk bgt. Tapi lama2 suasana mencair dan kami pun saling mengungkapkan isi hati *elaah udah kayak apaan tau*

Dipersingkat aja deh biat fa ngantuk bacanya hehehe. Alhasil kita udah baikan horeee

Pelajaran yang didapet dari kejadian akhir2 ini:
1. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan
2. Apapun itu mending dikomunikasikan terlebih dahulu deh biar ga misscomm
3.
4.
5.
Isi sendiri deh buat pr hehehe --v

Alasan kenapa aku balik ke mereka itu...
1. Aku teringat kalimat terakhir mereka ketika tempo hari kita sempet buka forum. Sarah: "sarah masih mau diingetin mbaa". Ronna: "aku maunya kakak ga pernah bosen ngingetin aku".
2. Kalo aku ngejauh terus siapa yang bakalan ngingetin mereka?
3.Ternyata dg menjauh itu bukan sebuah solusi tapi malah menimbulkan masalah baru
4. Ini yang paling utama nih. Rasa sayang ke mereka udah terlalu dalem. Aku ngerasa semacem ada something yg ngiket kita, ngedeketin kita. Yaah semoga hal tsb suatu hal yg baik. Aamiin

And for the last but not the least... Mulai sekarang insyaa Allaah bakalan saling berbenah dan menemani proses perubaham diri menuju insan yang kamiil.

Uhibbukunna Fillaah {}
 

Autumn itu Maple Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea